anes eka
Mon, 13 Jul 2009 02:37:49 -0700
terima kasih bung hendarwin. informasinya sangat membantu. 2009/7/10 i_am_hendarwin <hendar...@gmail.com>
> > > Mbak Agnes Eka, > Saya bukan dokter, tapi saya coba share yg saya tahu. (Buat para Doc's, > please CMIIW) > IRUD itu stands for Irrational Use on Drugs, atau penggunaan obat yang > tidak rasional. Kasus IRUD bisa seperti: > - Pemberian obat yang tidak sesuai dengan diagnosa > Ini banyak terjadi di dokter kita. Sakit flu akibat virus diberi > antibiotik. Anak demam diberi obat kejang (phenobarbital). Tidak ada > indikasi TBC, tapi krn anaknya kurus diberi obat TBC (rifampicin). > Dan yg paling lumrah lagi, saat ada pasien harus rawat inap, tidak ada > indikasi dehidrasi dan pasien masih punya kesadaran untuk minum air, ehh > malah dikasih cairan lewat infus! > - Polifarmasi,yaitu memberikan obat lebih dari 3 jenis tanpa indikasi yg > jelas. Ini lumrah terjadi di dokter2 kita, krn mereka cenderung mengobati > simptom bukan sumber penyakitnya. Catatan saja, pengobatan yg membutuhkan > obat lebih dari 3 jenis biasanya seperti pengobatan kanker, HIV dan penyakit > jantung, dan bukan untuk pengobatan common colds (flu-like illness caused by > rotavirus). > - pemberian obat yang berlebihan vs efek samping obat > Sering sekali, mata iritasi ringan diberi obat2 mengandung kortikosteroid > (seperti cendoxitrol, dsb) yg tidak perlu dan berefek samping glaucoma. > Pilek dikasih resep decongestan rutin yg berdasarkan EBM-nya hanya effektif > untuk beberapa jam pertama saja. > - pemberian obat yang sembrono, tidak sesuai protab yg ada. > Ini seperti di kasus yg anda baca di email. Pasien alergi terhadap > penicillin diberi antibiotik penicillin dan terjadilah Steven-Johnson > sindrom. Ada kasus seorang anak yg didiagnosa flex paru-paru (again,tidak > ada istilah ini di dunia medis. yg ada adalah TBC), lantas diberi obat TBC > selama 6 bulan berturut-turut tanpa memantau fungsi hati secara > berkala,sehingga terjadi kerusakan hati akibat efek samping obat tanpa > disadari orangtua dari pasien tersebut. > > Bagaimana cara menghindari IRUD terjadi pada diri kita? > Banyaklah membaca tentang basic medis. > Pilihlah dokter yg komunikatif dengan anda. > Tanyakan dengan jelas apa diagnosa dokter anda dalam bahasa medis, dan > browsing-lah ke internet untuk mengetahui detilnya. > Jika anda diberi resep, tanyakanlah setiap baris obat yg ditulis tsb itu > obat apa, dan efek samping-nya seperti apa. > Jika dokter anda enggan menjawab, atau bersikap ketus terhadap hak anda utk > mendapatkan informasi tsb (dikenal sbg istilah inform consent), maka > segeralah cari dokter yang lain. > > Regards, > hendarwin > > > --- In dokter_umum@yahoogroups.com <dokter_umum%40yahoogroups.com>, Agnes > Eka <nie_an...@...> wrote: > > > Siang dok... > > saya mau tanya masalah IRUD, saya baru baca dapet email bahwa IRUD hampir > mengambil nyawa anak teman saya. apa yang dimaksud dengan IRUD ?? > > tks dok.. > > > > > [Non-text portions of this message have been removed]