Rizka Novia
Fri, 03 Jun 2005 00:15:16 -0700
|
> Nina, Empat Tahun Jadi PSK,
Akhirnya Tobat > Gaya bicaranya lugas. Dengan siapa saja, wanita 26 tahun itu cepat > akrab. Rupanya, dia memang tipe wanita yang gampang bergaul. Itulah > sosok Nina. > Dengan ramah, dia menyambut kedatangan Jawa Pos di rumah Arifin, > tetangganya, di kawasan Lasem Barat. Nina enggan ditemui di > rumahnya. "Saya sungkan dengan suami," katanya beralasan. > > Nina sekarang, memang sangat berbeda jauh dengan Nina delapan tahun > lalu. Dia kini sudah berstatus isteri Yudi (juga nama samaran), > seorang karyawan di sebuah BUMN di Surabaya. Rumah tangganya sudah > berjalan empat tahun, dan dikaruniai dua anak. Anak pertama > perempuan, kini berumur 9 tahun. Anak kedua, laki-laki, kini baru > berumur tiga tahun. > > "Anak pertama saya itu dari suami saya yang pertama," cerita > perempuan hitam manis ini. > > Dia lantas mulai menceritakan penggalan kisahnya yang sempat > dilaluinya penuh kepahitan. "Sebenarnya, berat Mas, kalau mau > menengok ke belakang. Tapi, saya juga tidak bisa menguburnya begitu > saja," kata perempuan asli Surabaya ini. > > Kisah kelam Nina ini berawal ketika kedua orangtuanya bercerai, 10 > tahun lalu. Saat itu, Nina duduk di kelas 2 SMA. Karena merasa kurang > diperhatikan oleh orang tuanya, kehidupan Nina pun larut dalam > pergaulan miring bersama teman-temannya. Mulai dari seringnya pergi > ke diskotek, sampai pada pergaulan bebas. > > Hingga pada suatu hari, Nina hamil dengan pacarnya (sebut saja > namanya Ryan). Pada saat itu, Ryan memang bersedia bertanggung-jawab. > Karena itu, oleh kedua orang tua masing-masing, Nina dan Ryan > akhirnya dinikahkan. Ini terjadi sekitar tahun 1994. > > Menjalani kehidupan rumah tangga bersama Ryan, bukannya membuat Nina > bahagia. Ketika usia kandungannya berusia enam bulan, Nina sudah > ditinggal suaminya. Pergi entah kemana. Dalam keadaan kalut, setelah > melahirkan (sekitar tahun 1995), Nina menerima tawaran seorang > temannya bekerja ke Samarinda. Dia kemudian berangkat ke Samarinda > sekitar tahun 1996. > > "Di sana (Samarinda), awalnya saya bekerja sebagai pramusaji. Lama- > lama saya kenal rokok, minuman keras, hingga narkoba. Dan akhirnya > saya menjual tubuh saya," ungkapnya, sambil menarik nafas dalam- > dalam. Beberapa kali, perempuan berambut sebahu itu mengusap air > matanya yang mulai menetes. Selama tiga tahun, Nina bekerja di > Samarinda, persisnya di sebuah lokalisasi. > > Pada 1999, saat masih di Samarinda itu, Nina bertemu Yudi. Pria asal > Lamongan ini adalah salah satu tamu langganannya. "Tapi, waktu itu > saya heran dengan dia (Yudi). Dia memboking saya. Tapi, saat berada > di dalam kamar, dia tak pernah menyentuh tubuh saya," cerita Nina. > > Hubungan keduanya pun kian akrab, hingga muncul saling suka di antara > mereka. Selama enam bulan berhubungan, tak pernah sekali pun Yudi > menjamah tubuh Nina. Hingga pada suatu saat, Nina merasa kaget, > ketika Yudi menyatakan niatnya untuk menikahinya. Saat itu, Nina tak > langsung mengiyakan ajakan Yudi. Mengapa? "Terus terang, saya saat > itu masih meragukan niat tulusnya menikahi saya. Jangan-jangan, nanti > saya juga ditinggal begitu saja," katanya. "Apalagi, saat itu, bos > saya tahu kalau saya pacaran dengan tamu. Saya langsung dipecat," > ujarnya. > > Belum sempat menjawab ajakan Yudi, Nina memutuskan balik ke Surabaya. > Dia tetap berkutat di dunia hitam. Bulan November 1999, dia kembali > melayani pria hidung belang di Lokalisasi Kremil. > > Tanpa diduga, tanpa dinyana, suatu ketika Nina terkejut karena dia > bertemu lagi dengan Yudi. Saat bertemua itu, Yudi kembali menyatakan > niatnya untuk menikahi Nina. "Akhirnya saya luluh juga," ujarnya. > Apalagi, di depan Nina, Yudi bersedia menerima wanita pilihannya itu > apa adanya. "Dia perhatian dengan anak saya," tuturnya. > > Akhirnya, Nina dan Yudi menikah pada Mei 2000. Awal-awal menjalani > kehidupan rumah tangga bersama Yudi, Nina merasa tertekan. "Kami > banyak masalah. Misalnya soal ekonomi. Biasanya saya pegang uang > sendiri. Tapi, saat itu harus menerima jatah dari suami," > paparnya. "Belum lagi teror dari mertua. Waktu itu, saya diteror > supaya meninggalkan Yudi," katanya. > > Dalam kondisi seperti itu, pertahanan Nina sempat goyah. Setelah > berkali-kali didatangi bekas teman-temannya, Nina lantas balik lagi > ke dunia hitam. "Saya kembali lagi ke dunia malam dan narkoba," kata > perempuan yang punya banyak bekas luka silet di lengannya akibat > memakai narkoba ini. Apalagi, saat itu, Nina masih tinggal di kawasan > dekat tempatnya bekerja dulu (dekat lokalisasi Kremil). > > Meski Nina balik lagi ke dunia hitamnya, tak membuat Yudi > marah. "Beberapa kali suami memergoki saya pakai narkoba, tapi dia > malah menasihati," ceritanya. "Bahkan, saya tetap diajari salat," > imbuhnya. > > Suatu hari, ketika hari ulang tahun pernikahan yang pertama, Nina > dikado suaminya. "Ternyata saya dikado Alquran dan mukena," katanya. > > Saat itulah, Nina merasa ada kekuatan yang membuatnya menyadari > kesalahannya. Alquran pemberian suaminya mulai dibukanya. "Saya mulai > membaca terjemahannya. Karena saya belum bisa baca huruf arab," > ceritanya. Membaca ayat demi ayat di dalam Alquran, membuat Nina > semakin sadar. "Saya menangis, ketika membaca ayat yang kebetulan itu > adalah dosa-dosa yang selama ini saya lakukan," jelasnya. "Rasanya, > saya nanti kalau mati, disiksa di neraka yang paling bawah," > tambahnya. > > Sejak itulah, Nina juga mulai rajin salat. Dia bangga, punya suami > yang benar-benar bisa membimbingnya. Nina di kampungnya juga mulai > aktif mengikuti pengajian yang diadakan setiap dua minggu sekali. > > "Yang saya pikirkan sekarang ini adalah anak-anak saya. Mereka harus > saya didik sebaik-baiknya, agar tidak mengalami apa yang pernah > dialami ibunya," katanya.(zainal abidin) > > Sumber: Jawapos - Selasa, 19 Okt 2004 Rekan2 member, jangan lupa yah... Gathering E-Ketawa di Bale Air, Jl. Jend. Gatot Subroto (sbl gd. Telkom) jam 18.00 sampe diusir satpamnya. Terima Kasih. "MAY THE FORCE BE WITH YOU" Mau tebakan sama temannya? Ketik TTH Kirim ke 3911 - IM3, Mentari, Matrix, ProXL, Telkom Fleksi Rp. 1000,-/SMS Ketawa dot Com - http://ketawa.com/ CV Global Intermedia - http://www.g-im.com/ Yahoo! Groups Links
|