Sonny Tutuarima
Thu, 02 Feb 2006 17:06:34 -0800
|
Saya mau sekedar sharing aja. Mudah2an ini tidak terjadi sama orang lain. Percobaan penipuan ini asli terjadi pada supir saya & keluarga.. Kalau biasanya saya baca dimilis ttg berbagai macam modus penipuan, eh kok dilalah kali ini terjadi dilingkungan dekat saya sendiri.. Setelah saya menginterview supir saya, istrinya & juga pembantu2 di rumah saya, begini ceritanya.
Kejadiannya hari Selasa minggu yl (24 Januari 2006) jam 12an siang (saya baru sempet tulis emailnya sekarang nih...!), pembantu dirumah saya (saya tinggal di Lebak Lestari Indah, Lebak Bulus, Cilandak) terima telepon yang mengaku dari Telkom dan meminta agar telepon dirumah saya dicabut kabelnya untuk sementara karena ada perusahaan X (lupa namanya) yang sedang ada percobaan pemasangan telepon.... sehingga takut ada imbasnya ke tel. saya (ini cerita si pembantu). Si pembantu jawab iya, tetapi setelah tutup tel, karena ragu tetap tidak cabut kabelnya. Selang 1 menit kemudian, tel rumah berdering lagi. Diterima pembantu saya. Orang laki yang sama berkata "kok belum dicabut kabelnya? nanti kita nggak tanggung jawab lho kalau terjadi pembengkakan pulsa!". Pembantu jawab lagi "iya" & kemudian dengan basabasi dia mencabut kabel yang menghubungkan handset dgn tembok. Sebenarnya dia tau kalau telpon dirumah saya itu paralel, tapi nggak tau apa yg ada diotak dia, ya kok dilakukan juga cabut kabel itu.
Pada saat yang bersamaan (mestinya begitu ya), supir saya yang sedang jemput anak2 sekolah ke Al-Izhar terima telpon dr no. HP ttt. Orang tsb mengatakan bahwa dia dari BNN (Badan ..... Narkoba?) meminta dia mematikan HPnya karena sedang ada pelacakan thd pengedar narkoba apalah gitu.... Tanpa pikir panjang, si supir mematikan HPnya.
Setelah telepon2 tsb, dirumah kami di Puri Bintaro yang kebetulan dihuni oleh supir & keluarganya juga berdering dan diterima istri supir saya. Orang tsb bertanya apa benar ini rumah bapak Ferial Martifauzi dgn alamat Puri Bintaro no bla bla bla (bener semua datanya) dan mengatakan bahwa Triyanto, supir saya, mendapat kecelakaan sangat parah & sekarang sedang koma di RSCM. Dirawat oleh dokter Handoyo dgn no. HP bla bla bla..... Si istri diminta untuk mengirim uang Rp 24juta untuk biaya operasi & beli obat. Orang tsb juga memberi tau no tel apotik di Agung Podomoro dgn no Flexi bla bla bla. Karena tidak pegang uang, dengan me-nangis2 maka telponlah si istri ke apotik dgn pak siapa (lupa). Katanya boleh bayar DP aja dulu Rp. 5 jt untuk obat dan supaya segera pergi ke Bank di transfer uang. katanya kalau sudha sampai Bank, dia harus telpon no flexi tsb untuk mendapatkan no rekeningnya. Belum sempat pergi, dengan panik, kemudian dia telpon rumah saya. Setelah bbrp kali tidak nyambung, akhirnya ada seorang laki yang menjawab. (Dirumah saya pada saat itu hanya dihuni pembantu2 perempuan saya). dijawab kalau bapak sedang ke Surabaya & ibu dengan semua pembantu sedang menuju ke RSCM (Wah padahal saya saat sedang dalam perjalanan ke kantor saya di Kebayoran Baru). Dia mengaku adalah asisten suami yg sedang ditugaskan untuk jaga rumah... tambah panik, dia coba tel iparnya yang dijawab oleh suara lelaki kalau salah sambung (setelah kejadian selesai baru deh dia sadar kalau suaranya sama). Tapi dia sempat sempat tel saudaranya di Cileungsi untuk langsung ke RSCM bawa uang. Si saudara juga udah sempat tel ke kampung di Jawa tengah u/ kirim uang juga. (Konon si saudara langsung naik taxi ke RSCM bawa uang 4jt).
Kira2 1/2 jam setelah telepon pertama di rumah saya itu, telepon berdering lagi di rumah (karena paralel, ya bunyi lah telpon wireless dirumah) & diterima anak saya Dennis yang baru saja pulang sekolah. Dengar suara orang nangis2, dia kasih telponnya ke pembantu. Setelah tau siapa yang telpon, oleh si pembantu dikasih lagi ke supir saya. (Mestinya pada saat itu si lelaki penipu itu sudah turun dari tiang kabel telepon ya, makanya telpon rumah bisa dihubungi!). Baru ketauan deh kalau itu penipuan.
INTINYA...., si pelaku rupanya survey dulu ya no2 telepon rumah & HPnya serta alamat rumahnya. Ada orang laki yang bisa intercept telepon rumah kami (wah udah kayak di film aja saya pikir!), juga ke no tel si ipar supir. Tapi kenapa mesti dimatikan ya telpon rumah, kalo memang dia bisa nyelak tel kami juga? Kerja sama dgn tukang telepon dari Telkom kah?
Mungkin ada yang bisa jawab?
Wass,
Ina Sukardjo Martifauzi Lebak Lestari Indah ================================================ Sampai disini Tuhan menolong kita (1 Sam 7:12) ================================================ YAHOO! GROUPS LINKS
|