ekonomi-nasional  

[ekonomi-nasional] PERANAN SYARIAH DALAM EKONOMI

Merza Gamal
Fri, 26 Jan 2007 05:38:21 -0800

Peranan Syariah Dalam Ekonomi        Perilaku masyarakat yang dibutuhkan dalam 
pembangunan akan efektif jika masyarakat dapat menerima tanpa keberatan dan 
dijalankan dengan ikhlas. Penerimaan dan pelaksanaan perilaku tersebut 
cenderung menjadi yang terbaik apabila perilaku tersebut mengikuti aturan 
(syariah) yang memiliki sifat-sifat Illahiyah (Dimensi Ketuhanan).
   
  Menurut al-Ghazali (1111), tujuan syariah bagi manusia adalah untuk 
meningkatkan kesejahteraan  seluruh manusia yang terbagi atas lima faktor, 
yaitu: Pertama, menjaga agama mereka; Kedua, menjaga nyawa (kehidupan) mereka; 
Ketiga, menjaga akal (pikiran) mereka; Keempat, menjaga keturunan (generasi) 
mereka; dan Kelima, menjaga harta benda mereka. Perlindungan terhadap kelima 
faktor tersebut, bukan hanya kepentingan individu, tetapi juga merupakan 
penjaminan terhadap kepentingan publik. Pemerintah (penguasa) merupakan pihak 
yang dibebani Allah SWT untuk mengontrol dan melindungi kepentingan publik 
dengan otoritas dan beragam sarana yang dimiliknya.
   
  Keimanan harus berperan utama atas kelima faktor tujuan syariah di atas, 
karena memberikan cara pandang dunia yang cenderung mempengaruhi kepribadian. 
Kekayaan harus menjadi tujuan terakhir dari kelima tujuan syariah, karena jika 
kekayaan ditempatkan menjadi tujuan utama, maka akan meningkatkan ketidakadilan 
dan mmeperkuat kesenjangan, ketidakseimbangan dan ekses. Hal tersebut, pada 
akhirnya akan mengakibatkan kesejahteraan generasi sekarang dan yang akan 
datang berekurang. Keimanan akan membantu menimbulkan disiplin dan arti dalam 
mencari dan membelanjakan harta, sehingga akan memungkinkan kekayaan berfungsi 
lebih efektif.  
   
  Ditegakkannya aturan (syariah) yang berdimensi ke-Tuhan-an akan membantu 
masyarakat menanamkan kualitas kebaikan seperti ketaatan, kejujuran, 
integritas, kesederhanaan, dan perasaan kebersamaan yang dapat memberikan 
kontribusi terhadap proses pembangunan, keadilan, saling pengertian, kerjasama, 
kedamaian dan keharmonisan sosial serta mengontrol tingkah laku yang dapat 
membahayakan masyarakat. Syariah dapat menggunakan pengaruh moderatnya terhadap 
penggunaan sumber daya sehingga dengan demikian syariah dapat memberikan 
kontribusi terhadap keseimbangan sumber daya. Menurut Chapra (2001), sosial dan 
institutional economics serta sejarah ekonomi telah mengakui bahwa aturan 
perekonomian dan interaksi sosial menentukan hasil ekonomi lebih tinggi dari 
persediaan sumber daya dan tingkat teknologi. Tanpa semua kualitas tersebut di 
dalam masyarakat, maka akan terjadi ketidakadilan, ketidakseimbangan, 
ketidakpuasan, dan kekacauaan yang pada akhirnya akan menyebabkan kemunduran dan
 disintegrasi masyarakat. Konsep syariah tentang tanggung jawab manusia di 
akhirat dapat bertindak sebagai mekanisme pemaksaan untuk mengurangi cara-cara 
yang kurang baik dalam memperoleh kekayaan yang merugikan orang lain. Dengan 
demikian, tidak mungkin bagi lembaga penegak hukum untuk menghilangkan 
cara-cara tercela secara sendiri tanpa keikutsertaan dari masyarakat, karena 
jika pemerintah mencoba melakukan sendiri, maka biaya yang dibutuhkan akan 
sangat mahal.
   
  Ibnu Khaldun, menjadikan syariah sebagai variabel terikat di dalam teori 
“Model Dinamika”, tetapi syariah  hanya memberikan prinsip-prinsip dasar yang 
dibutuhkan untuk menyusun apa yang seusai dengan kebutuhan masyarakat yang 
mungkin berubah seiring perubahan tempat dan waktu. Syariah harus 
diimplementasikan, dan akan terlaksana jika kaum ulama tidak terlalu liberal 
atau tidak terlalu kaku dan realistis. Implementasi syariah tidak dapat 
diwujudkan jika kekuasaan politik menjadi sekuler dan korup serta tidak 
bersedia menjalankan perannya sebagaimana mestinya. Apabila masyarakat terlalu 
miskin, acuh dan tertindas, maka mereka juga akan menggunakan pengaruh yang 
ada. Jadi, syariah tidak akan efektif bila pemerintah dan masyarakat (termasuk 
kaum ulama) tidak menjalankan perannya dengan tepat.
   
   
  Penulis: MERZA GAMAL (Pengkaji Sosial Ekonomi Islami)



 
---------------------------------
Expecting? Get great news right away with email Auto-Check.
Try the Yahoo! Mail Beta.

[Non-text portions of this message have been removed]