Eskol-Net
Sat, 24 Dec 2005 03:10:47 -0800
************************
Layanan Informasi Aktual
eskol@mitra.net.id
************************
Raja Damai Lahir di Tengah Ketidakdamaian Manusia
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Pada hakekatnya semua manusia sedang kehilangan damai di dalam dirinya. Tak
bisa dielakkan, sejak manusia itu
memiliki tingkat pemikiran atau kesadaran akan dirinya, potensi-potensi
konflik bathin sudah mulai muncul, yaitu
ketika ia mulai bertanya-tanya tentang kehidupannya: "Siapakah saya ini..?",
"Mengapa saya dilahirkan di dunia
ini...?", "Untuk apa saya ada dan berada...?", dan seterusnya.
Kemudian, manusia mulai bertanya-tanya tentang dunia di luar dirinya.
Mengapa manusia ada yang jahat, bahkan
sangat jahat? Mengapa banyak terjadi konflik dan peperangan? Ada apa dengan
bencana alam...? Apa pula yang
menyebabkab ragam penyakit yang mematikan..? Apa dibalik kekuasaan otoriter,
hukum yang dipermainkan, keadilan dan
hak asasi yang diinjak-injak, serta agama yang dibuat menjadi menakutkan?
Apa pula dengan homoseks yang
menjijikkan itu? Oh, dunia... betapa malang dirimu.
Manusia itu pun lebih jauh bertanya, mengapa saya harus tua? Kenapa saya
harus menyongsong kematian kelak? Tolong,
siapakah yang bisa menahan proses penuaan hidup ini? Mengapa saya lahir dan
nanti untuk mati pula...? Ada yang
bilang, "Kalau seperti ini terus dan terus-menerus, sungguh, lebih baik saya
tidak dilahirkan!"
Kaya, miskin, pintar, punya jabatan, punya segalanya di dunia ternyata tidak
bisa menjawab semua
kegundahan-kegundahan manusia. Lho, toh juga si kaya akan mati, si miskin
juga. Pejabat juga toh pasti akan mati,
kaum pinggirian juga. Kaya, cantik plus pasangan ganteng, sekalipun tercatik
atau terganteng sedunia ... toh tidak
bisa menjamin untuk tidak cerai, sedih, dan menangis, ya... walaupun tanpa
air mata.
Ada lagi, sudah punya segalanya eh ternyata bunuh diri juga! Tampaknya
bunuh diri memang sudah banyak jadi
pilihan manusia dari jaman ke jaman... Eh, sudah punya segalanya ternyata
tak bisa hidup tanpa narkoba, judi,
mabuk-mabukan, dan seterusnya pemuas-pemuas di dunia.
Sedikit lagi, mumpung ingat, sudah punya isteri tiga pun tetap tidak puas
alias tidak bahagia...
Cemas, gelisah, gundah, takut..., akhirnya stress, hingga stroke.... Yach,
cemas kalah saingan, cemas tak lagi
dihormati, takut tidak dihargai lagi, semacam "power sindrom" begitu... Di
tengah-tengah GELAP-nya tujuan
hidup, GELAP-nya jawaban atas "siapa saya sebenarnya?", banyak orang mencoba
mencari jalan keluarnya melalui
pemuasan keinginan dan nafsu. Eh, ternyata pemuasan nafsu itu ternyata SEMU
pula!
Intinya, di dunia ini ternyata tidak ada damai. Di dalam hati manusia yang
terdalam ada KEKOSONGAN.... yach
kekosongan akan TERANG yang membawa pada KEDAMAIAN di hati... Tidak ada
siapa pun di dunia ini yang dapat
mengisi kekosongan relung hati manusia yang kosong itu.
Manusia tidak bisa mengisinya dengan upayanya sendiri...
Kepuasan dunia tidak ada yang dapat memuaskan kekosongan itu karena dunia
memang bukan jawabannya. Itu HANYA ada
pada PENCIPTA-mu.
Jadi, untuk mengenal "siapa saya?" maka terlebih dahulu kenali "Siapakah DIA
yang menciptakan saya sebelum dunia
dijadikan...?" Bukan manusia yang mencari DIA, tetapi DIA sedang mencari
manusia yang terhilang dan yang kehilangan
damai. DIA-lah Raja Damai yang sudah datang sekitar 2005 tahun lalu. DIA
lahir di kandang domba, di Betlehem. DIA
datang membawa damai..., ya damai yang sejati. DIA berkuasa untuk mengisi
kekosongan relung hati manusia yang
kosong itu dengan KASIH-NYA yang kekal dan KEBENARAN yang DIA nyatakan ke
dalam dunia. Yesus Kristus-lah namaNya.
Yesus Kristus berkata: "Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan
berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan
kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku
lemah lembut dan rendah hati dan
jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan
beban-Kupun ringan.” (Mat 11:28-30).
Sudahkah Anda menemukan damai sejati itu? kalau belum, terimalah DIA di
dalam hati Anda sebagai Tuhan dan
Juruselamat pribadi. Buka-lah pintu hati bagiNya, biarkan DIA berkuasa atas
hidup Saudara. Bagi yang sudah,
beritakanlah damai Natal itu ke seluruh dunia walaupun tantangan jaman ini
semakin berat. Isu-isu kekerasan atau
bom tidak perlu menggoyahkan iman, pengharapan, dan damai di hati kita asal
tetap kita di dalam DIA dan melakukan
firmanNya.
Akhir kata Redaksi & Staff Eskol-Net mengucapkan "SELAMAT HARI NATAL 2005
dan TAHUN BARU 2006". Kiranya ditengah keprihatinan dan kegalauan ini,
damai Natal sungguh menjadi nyata di dalam hidup Kita. Tuhan Yesus
memberkati. Amin !!!
*************************************************************************************************
Satu tangan tak kuasa menjebol 'penjara ketidakadilan'.
Dua tangan tak mampu merobohkannya.
Tapi bila satu dan dua dan tiga dan seratus dan seribu tangan bersatu,
kita akan berkata, "Kami mampu!"
"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
*************************************************************************************************
Redaksi Eskol-Net menerima informasi/tulisan/artikel yang relevan.
Setiap informasi/tulisan/artikel yang masuk akan diseleksi dan di edit
seperlunya.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan masukan harap
menghubungi
Redaksi Eskol-Net <eskol@mitra.net.id>
*************************************************************************************************