eskol  

[Eskol-Net]- Hot Spot: Pola Operator Konflik Poso dan Palu Makin Rumit

Eskol-Net
Mon, 09 Jan 2006 00:25:00 -0800

************************
     Layanan Informasi Aktual
          eskol@mitra.net.id
************************
Hot Spot: Senin, 9 Januari 2006

<*> Pola Operator Konflik Poso dan Palu Makin Rumit
<*> Gus Dur: Konflik di Poso dan Palu bukan  Konflik Agama
`````````````````````````````````````````````````````````````````````````````

Pola Operator Konflik Poso dan Palu Makin Rumit
Ranesi, 6 Januari 2005
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Menyusul desakan para pegiat LSM untuk membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta 
TGPF guna membongkar para dalang dan operator konflik di Poso dan Palu, 
Menko Polhukam Widodo Adi Sutjipto memutuskan membentuk Koopskam, komando 
operasi keamanan semacam di Aceh. Menurut peneliti Dr. George Junus 
Aditjondro yang tinggal di Palu, seharusnya TGPF dulu, baru Koopskam. 
Soalnya, pola operator konflik di Sulawesi Tengah itu melibatkan hybrida 
atau persilangan kepentingan kelompok intel, tentara dan polisi, termasuk 
mereka yang diduga mendalangi peracunan pegiat HAM mendiang Munir. Demikian 
George Junus Aditjondro.

Koopskam akan ganggu TGPF

George Junus Aditjondro [GJA]: "TGPF justru untuk menemukan siapa 
pelaku-pelaku di dalam berbagai gelombang kerusuhan itu dan bagaimana supaya 
sesudah diungkapkan bisa diambil tindakan yang adil atau dilakukan 
perdamaian total. TGPF justru bermaksud mencari akar-akar permasalahannya."

"Sedangkan Koopskam, Komando Operasi ini kami tolak karena ini seolah-olah 
mau menjadikan seluruh Sulawesi Tengah ini sebagai daerah operasi militer, 
walaupun petugas keamanannya bukan militer tapi polisi."

Radio Nederland [RN]: "Apakah kalau komando operasi militer ini 
dilaksanakan, sangat mengganggu upaya TGPF?"

GJA: "Saya kira demikian. Kawan-kawan ornop NGO yang tergabung dalam Poso 
Centre, menganggap bahwa yang lebih dulu harus dilakukan adalah pembentukan 
TGPF dan kemudian pencarian fakta. Berdasarkan itu baru perlu dipikirkan 
tindakan-tindakan hukum atau tindakan-tindakan keamanan apa yang harus 
dilakukan. Pembentukan Koopskam justru bisa mementahkan permasalahan. 
Operasi keamanan dalam hal ini operasi kepolisian."

Koopskam timbulkan eskalasi konflik

RN: Menurut laporan, ada sejumlah satuan Kopassus yang terlibat, betul 
nggak?

GJA: "Satuan Kopassus belum kami lihat. Tetapi apakah itu Kopassus atau 
Brimob, kami merasa bahwa pembentukan Koopskam ini tetap juga mengaburkan 
permasalahan dan justru menimbulkan eskalasi konflik atau persaingan di 
antara polisi dan TNI, di dalam menyelesaikan masalah Poso ini."

"Dengan kata lain sebenarnya pembentukan Koopskam ini seolah-olah polisi itu 
harus mengerahkan seluruh otot-otot mereka, dengan kendali langsung dari 
Mabes Polri, untuk bisa mengungkapkan siapa-siapa yang berada di belakang 
katakanlah jaringan perusuh lokal."

"Yang kami ketahui sejauh ini, bahwa jaringan perusuh lokal itu pasca 
Deklarasi Malino, justru melibatkan orang-orang yang juga dicurigai terlibat 
dalam kasus pembunuhan Munir yaitu Mayor Jenderal Muchdi Purwo Pranjono."

Tim Bunga dan Tim Mawar

RN: " Artinya Mayor Jenderal Muchdi ini penggagasnya begitu?"

GJA: "Dia waktu itu adalah salah satu direktur operasi BIN, di bawah 
Hendropriyono. Dan kita juga tahu bahwa dia juga punya hubungan yang erat 
dengan Prabowo Subianto. Jadi bukan dia langsung yang terlibat tapi 
pembentukan semacam tim yang mirip tim Mawar yang dalam kasus Poso disebut 
Tim Bunga, melibatkan orang-orang yang juga terlibat di Tim Mawar."

"Nah, mereka inilah yang melakukan proses radikalisasi kelompok-kelompok 
militan muslim yang memang punya dendam yang belum terbayar. Dalam arti, 
dalam kerusuhan-kerusuhan Poso awalnya, satu, dua, dan tiga, akhirnya lebih 
banyak korban di pihak muslim daripada pihak kristen. Nah dendam ini 
dieksploitasi untuk terus mendapatkan orang-orang yang bisa direkrut untuk 
penyerangan-penyerangan ke daerah-daerah kristen."

"Mengungkapkan hal ini merupakan hal yang sangat sensitif, dan demikian 
sensitifnya sehingga tidak cukup dengan mengirim dua atau tiga brigjen 
polisi ke Poso, yaitu Makbul Padmanegara, Gorris Mere, dan satu orang lagi, 
tapi harus dibentuk semacam komando supaya, walaupun berbasis di Poso, 
mereka langsung bergerak dengan legitimitasi dari Kapolri, jadi secara tidak 
langsung dari presiden RI. Sedemikian susahnya membongkar petinggi-petinggi 
bersenjata yang ada di belakang perusuh-perusuh lokal ini."

"Ini berkembang karena dua dinamika. Satu dinamika bahwa Aceh tidak lagi 
merupakan arena pertempuran. Pasca Helsinki banyak pasukan ditarik dari 
Aceh, maka kesempatan untuk mencari tambahan rejeki dan juga tempat kenaikan 
pangkat di Aceh sebagai daerah operasi militer menjadi nihil, menjadi 
kering."

"Di pihak lain, Bom Bali II memberikan justifikasi kepada TNI untuk 
memperkuat kembali kekuasaannya, melalui komando teritorial. Memperkuat 
cekalan mereka atas masyarakat sipil. Nah, ini dinamikanya adalah persaingan 
antara TNI dan Polri."

Teori Munir: Ambon dan Poso pemantik api

"Di sini kami mau perkenalkan juga teori yang diajukan oleh Munir sebelum 
dia berangkat ke Belanda. Menurut Munir, Ambon dan Poso adalah tempat 
pemantik api untuk membakar jerami di Jawa. Dengan mengambil konflik SARA, 
konflik antar agama di Ambon dan Poso, diharapkan gaungnya akan ke Jawa."

"Misalnya kalau orang kristen terus diserang di Ambon dan Poso, maka bisa 
terjadi tindakan balasan bahwa seorang ustad atau sebuah pesantren diserang 
lagi seperti Pesantren Walisongo di Karimata Sembilan. Nah ini akan 
menimbulkan gaung di Jawa untuk membangkitkan amarah kelompok-kelompok 
militan muslim di Jawa dan bisa punya efek destabilisasi politik secara 
nasional."

"Jadi itulah, Ambon dan Poso adalah pemantik apinya tapi jerami yang mau 
dibakar ada di Jawa. Nah, di antara dua tempat ini yang terus menerus bisa 
dikerjaiin adalah Poso, dan sekarang kita lihat pola di Ambon sudah mulai 
bergeser ke Seram di kalangan komunitas Buton yang ada di sana."

Demikian pengamat Dr. George Junus Aditjondro.
http://www2.rnw.nl/rnw/id/topikhangat/arsipaktua/indonesia/operator_poso_palu060106?view=Standard

TEMPO Interaktif
Senin, 09 Januari 2006 | 05:07 WIB
Gus Dur: Konflik di Poso dan Palu bukan  Konflik Agama
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

TEMPO Interaktif, Solo: Mantan Presiden RI, Abdurrahman Wahid
kembali mengingatkan pemerintah bahwa apa yang terjadi di Sulawesi
Tengah bukanlah konflik agama.

Menurut dia, masalah di Poso dan Palu lebih disebabkan karena konflik
pejabat lokal setempat. "Karena terjadi perebutan lahan pertanian dan
pangkat, bukan pertentangan agama," kata dia di Solo, Minggu (8/1).

Abdurrahman yang biasa disapa Gus Dur, melihat ada perbedaan
penilaian mengenai berbagai peristiwa di Sulawesi Tengah antara
pemerintah dengan dirinya. Dengan cara pandangnya tersendiri,
pemerintah lantas membentuk Komando Operasi Keamanan (Koopskam)
di daerah tersebut.

"Pemerintah itu sepertinya paling tahu sendiri, padahal yang paling
tahu kan rakyat. Saya ini bekas presiden jadi tahu kalau mereka
(pemerintah) itu sebenarnya tidak tahu apa-apa," kata dia.

Sebelumnya mantan Kepala BIN, Hendroprijono mengatakan konflik Poso
terus terjadi karena pemerintah Indonesia belum bisa membongkar
tuntas jaringan teroris Jamaah Al Islamiyah. Menurut Hendro, kondisi
masyarakat Poso, juga bisa memicu konflik. Masyarakat Poso yang
berbeda agama dan hidup berdampingan, sangat rawan disusupi teroris.
Imron Rosyid
copyright TEMPO 2003
http://www.tempointeraktif.com/hg/nasional/2006/01/09/brk,20060109-71985,id.html

*************************************************************************************************
Satu tangan tak kuasa menjebol 'penjara ketidakadilan'.
Dua tangan tak mampu merobohkannya.
Tapi bila satu dan dua dan tiga dan seratus dan seribu tangan bersatu,
kita akan berkata, "Kami mampu!"

"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
*************************************************************************************************
Redaksi Eskol-Net menerima informasi/tulisan/artikel yang relevan.
Setiap informasi/tulisan/artikel yang masuk akan diseleksi dan di edit 
seperlunya.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan masukan harap 
menghubungi
Redaksi Eskol-Net <eskol@mitra.net.id>
*************************************************************************************************
 

  • [Eskol-Net]- Hot Spot: Pola Operator Konflik Poso dan Palu Makin Rumit Eskol-Net