filsafat  

[filsafat] m e n a l a r t u h a n - franz magnis suseno

juan st. sumampouw
Wed, 08 Feb 2006 02:22:22 -0800

Rekan-rekan pencinta filsafat,

Para filosof sering dituduh sombong oleh para agamawan. Dan memang sulit
disangkal bahwa mereka sering berkesan sombong. Daripada menerima begitu
saja ajaran yang ditradisikan, mereka mempertanyakannya. Tetapi sebenarnya
mereka tidak sombong, mereka justru rendah hati. Mereka sadar bahwa iman
yang tidak disertai nalar belum utuh. Iman hanya utuh apabila seluruh
manusia terlibat, dan itu berarti bahwa nalar pun harus beriman. Dan nalar
beriman dengan mengerti. Mengerti bukan dalam arti bahwa nalar mau memahami
rahasia Ilahi, melainkan dalam arti bahwa apa yang diimani disadari tidak
bertentangan akal budi. Untuk taqwa beriman tidak perlu nalar disangkal.

Di permulaan abad ke-21 situasi ini menghadapkan manusia intelektual yang
tetap percaya pada Tuhan dengan pertanyaan: Apakah imannya lebih daripada
sekadar warisan indah tradisi-tradisi yang sudah berumur ribuan tahun?
Apakah ia dapat mempertanggungjawabkan kepercayaan pada Allah secara
rasional?

Barangkali orang mengatakan bahwa pertanyaan ini di Indonesia tidak
mendesak. Di Indonesia orang berkesan masih kental beragama. Kesannya,
masalah di Indonesia bukan kekurangan, melainkan kelebihan ketuhanan. Tak
ada hari di mana media tidak membawa berita yang berkaitan dengan agama dan
orang-orang berketuhanan. Di Indonesia, yang menjadi masalah bukan
ketuhanan, melainkan bagaimana ketuhanan dapat dihayati dengan cara yang
tidak bertentangan dengan kemanusiaan yang adil dan beradab.

Tetapi overload ketuhanan itu justru mempertajam pertanyaan: Apakah orang
yang ingin berpikir jujur dan berkeyakinan humanis masih dapat percaya
kepada Tuhan? Bagi mereka yang merasakan pertanyaan ini buku ini ditulis.
Buku ini bukan mengenai agama, melainkan mengenai Tuhan, ya Allah bagi
mereka yang percaya pada satu Tuhan yang mewahyukan diri. Buku ini termasuk
filsafat, filsafat ketuhanan. Sebagai filsafat buku ini tidak mendasarkan
diri pada keyakinan salah satu agama, melainkan semata-mata pada
pertimbangan-pertimbangan nalar. Buku ini menyediakan ruang diskursus di
mana siapa saja diajak berpartisipasi yang bersedia untuk berargumentasi
atas dasar nalar dan terbuka terhadap segala pertimbangan yang mendukung
maupun tidak mendukung keyakinan bahwa ada Allah.

---
Nah, itu adalah sebagian dari kata pengantar buku beliau
yang baru saja terbit.

Judul buku: Menalar Tuhan
Pengarang: Franz Magnis-Suseno
Tahun terbit: 2006
Penerbit: Kanisius
ISBN: 979-211-043-7
Tebal: 224 halaman
Harga: 42.000

Info lebih lanjut:
http://www.kanisiusmedia.com
[EMAIL PROTECTED]

salam,
juan
-------------------------
quid est signatura?








******************************************************
Milis Filsafat
Posting     : filsafat@yahoogroups.com
Arsip milis : http://groups.yahoo.com/group/filsafat/
Website     : http://filsafatkita.f2g.net/
Berhenti    : [EMAIL PROTECTED]
******************************************************
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/filsafat/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/