Berhubung ini milis fisika, maka saya akan membahasnya dalam sudut
pandang ilmu fisika.
Saya berharap tulisan ini dapat memberikan
tambahan wawasan bagi
rekan-2 yang mempelajari astronomi
Artikel di
bawah ini saya tulis pada tahun 2003 dan dimuat di majalah
INTISARI bulan
Mei th 2004 hlm 141, pada kolom FISIKAMANIA:
Gerak Relatif Bumi &
Matahari
Selama ini kita meyakini bahwa Bumi bergerak mengelilingi
matahari,
sama yakinnya dengan para ilmuwan zaman dulu yang menganggap
Mataharilah yang mengelilingi Bumi. Apa reaksi Anda kalau ternyata
keyakinan kita itu salah? Ternyata Albert Einstein yang terkenal
dengan teori Relativitas itu sudah memaparkan penjelasan ini 100
tahun
yang lalu !
Untuk memahami hal ini, pertama-tama kita harus mengerti
dulu apa yang dimaksud dengan gerak dalam ilmu fisika. Jika kita
menyatakan suatu benda bergerak, maka ada benda yang kedudukannya
berubah relatif terhadap benda lain. Misalnya, pedagang rokok dalam
kereta api yang bergerak relatif terhadap kereta, kereta bergerak
relatif terhadap tanah (Bumi), Bumi bergerak relatif terhadap
Matahari, Matahari bergerak relatif terhadap Galaksi Bintang, dan
seterusnya.
Dengan begitu, untuk menyatakan bahwa sesuatu bergerak,
selalu menyangkut kerangka khusus sebagai acuan. Setiap kerangka yang
diambil mempunyai keabsahan yang sama, meskipun kerangka yang satu
bisa lebih memudahkan daripada kerangka yang lain untuk suatu kasus
tertentu. Semua gerak adalah relatif, tidak ada gerak absolut. Jadi,
sangat penting disini untuk menentukan suatu kerangka acuan tertentu
dalam perhitungan fisika.
Teori Relativitas muncul sebagai hasil
analisis konsekuensi
fisis yang tersirat oleh ketiadaan kerangka acuan
universal. Teori
yang dikembangkan tahun 1905 ini bersandar pada dua
postulat. Salah
satunya, semua hukum fisika sama dalam semua kerangka
inersial.
Postulat ini menyatakan ketiadaan kerangka acuan yang universal.
Jika
hukum fisika berbeda untuk pengamat yang berbeda dalam keadaan
bergerak relatif, maka kita dapat menentukan mana yang dalam keadaan
gdiamh dan mana yang gbergerakh dari perbedaan tersebut. Namun,
karena tidak ada kerangka acuan universal, perbedaan tadi tiada.
Jadi,
apa arti itu semua?
Kita sah-sah saja menyatakan bahwa Matahari bergerak
mengelilingi Bumi jika acuannya adalah Bumi. Begitu pula sebaliknya.
Kalau selama ini kita dipaksa gmengakuih Bahwa Bumilah yang
mengelilingi Matahari, hal itu disebabkan karena lebih memudahkan
dalam perhitungan fisika!!
Sumber Referensi:
- Buku Modern
Physics (Arthur Beiser), terjemahan oleh The
How Liong, PhD . Penerbit
Erlangga
- Prof.Dr. Parangtopo (mantan Dekan FMIPA Universitas
Indonesia, pada waktu memberikan sambutan kpd para mahasiswa baru di
Balairung UI depok pd th 1988)
- Buku otobiografi Albert Einstein
(Penerbitnya saya lupa
karena bukunya dipinjam oleh teman saya I Nyoman
Jamin (Fisika UI 88)
pada sekitar th 1990-an dan belum dikembalikan sampai
sekarang, jika
anda membaca ini tolong dikembalikan ya)
Salam
Fisika
Paulus Sugiharto B, S.Si
--- In fisika_indonesia@yahoogroups.com,
marsandhy hariyanto
<akh_marsha85@...> wrote:
> Salam
Antariksa,
> Big trouble for Astronomi Indonesia!! Kini saatnya
Komunitas
> Astronomi Indonesia ditunggu actionnya:
> Sudah lama
saya tunggu buku2 astronomi karya anak negeri... eh
> begitu muncul
malah menghebohkan..... Salah seorang saudara kita :
> Ahmad Sabiq
bin Abdul Lathif Abu Yusuf (apa dia pernah belajar
> astronomi???)
telah berhasil membuat kepastian baru mengenai fakta
> sistem tata
surya kita. Ya keberhasilan itu adalah dengan
> diterbitkannya buku
dengan judul :
> "Matahari mengelilingi bumi, sebuah kepastian al-Qur'an
dan as-
> Sunnah serta Bantahan terhadap teori bumi mengelilingi
matahari"
> yang diterbitkan oleh Pustaka Al Furqon dalam edisi
lux.
> Bahkan sebntar lagi Bedah Buku di Jakarta :
> Tengok
infonya :
> ¥¥¥¥- " Matahari Mengelilingi Bumi " ¥¥¥¥
>
Sebuah Kepastian dari al-Quran & as-Sunnah serta Bantahan Terhadap
>
Teori Bumi Mengelilingi Matahari ?> Bersama : Ustadz Ahmad Sabiq
bin
Abdul Lathif Abu Yusuf ( Penulis )
> Hari / Tgl. : Sabtu, 11 Jumadil
Akhir 1427H - 8 Juli 2006
> Waktu : 16.00 - 18.00 WIB
> Tempat :
Masjid Ash Shalihin, Jl. Walang Baru Raya No. 25 Koja -
> Jakarta
Utara
> Rute Kendaraan :
> Dari Terminal Tg. Priok, Mambo, Permai
& Plumpang (Ps. Ular) naik
> KWK 09 jurusan Walang Baru turun di
lokasi.
> Dari Pulo Gadung & Semper naik Metromini 41 turun di halte
Apotik
> Dinar,
> naik KWK 09 jurusan Walang Baru turun di
lokasi.
> Dari Lagoa, Jaya & Islamic Center KWK 06 jurusan Walang
Baru turun
> di lokasi.
> Informasi :
> Pustaka An Nuur :
021 7019 0901
> Pustaka Ammar : 021 6845 8034
>
----------------------------------------------------------
-
>
-----
> Dan apa yang terjadi? Hampir di tiap daerah buku ini dibedah dan
> jelas banyak yg datang.... Bukunya larisssss...... Apa
akibatnya?
> Ya jelas, dalam keawaman masyarakat kita ttg astronomi,
keraguan
> yang mereka dapatkan. Sungguh.. hal ini amat meresahkan
karena
tidak
> sedikit akhirnya masyarakat yang mempercayai fahaman
tsb.! bakan
> lagi sebuah forum diskusi internet sudah mengarah kepada
cap 'kafir'
> bagi yang tidak percaya dengan buku tsb. "Sebuah
Kepastian Al
> Quran.." begitu kata penulis..! Bahkan saya banyak
mendapat sms
> dari kawan2 yang menanyakan hal ini bahkan menantang
saya diskusi!
> Saya juga sempat mendapat imel dari kawan dari USM
Malaysia dengan
> judul :
> PENEMUAN BESAR DI INDONESIA "
Matahari ternyata mengelilingi
Bumi "
> (hehehe dalam nada canda
tentunya....)
> Dan malu rasanya hal yang beginian menjadi topik
bahasan lagi.
> Jelas... astronomi kita ketinggalan jauh dengan dengan
negeri
> jiran... Mungkin sebaiknya buku ini dibredel sebab
"meresahkan". Di
> Malaysia buku ini memang dilarang beredar
begitu kata kawan di
> Malaysia.
>
> Ini yang saya
khawatirkan meresahkan itu :
>
> "....Mengenai apa yang dikatakan
ahli falaq sekarang ini (bahwa
bumi
> mengelilingi matahari),
keterangannya belum mengantarkan kami
sampai
> tingkat yakin,
sehingga tidak dapat menolak dzahir al-Qur'an dan as-
> Sunnah nabi
kami.
> Kami sampaikan bagi pengajar pelajaran geografi, jelaskan
kepada
> para murid bahwa dzahir al-Qur'an al-Karim dan as-Sunnah
menjelaskan
> bahwa malam dan siang terjadi akibat dari peredaran
matahari
> terhadap bumi, bukan sebaliknya.
> Jika para murid
bertanya, mana yang harus kami ambil, apakah dzahir
> al-Qur'an dan
as-Sunnah atau apa yang mereka (ahli falaq) anggap
> nyata bahwa (bumi
mengitari matahari)?
> Jawabnya, kita mengambil dzahir al-Qur'an dan
as-Sunnah, karena al-
> Qur'an adalah Kalamullah I (ucapan Allah) yang
telah menciptakan
> segala sesuatu, alam beserta segala isinya dan
keadaanya, geraknya,
> dan diamnya. Firman-Nya adalah sebenar-benar
perkataan dan paling
> jelas. Dia menurunkan al-Qur'an sebagai penjelas
segala sesuatu.
> Allah mengabarkan bahwa Dia menjelaskannya kepada
hamba agar mereka
> tidak tersesat. Sedangkan as-Sunnah, ia adalah
ucapan utusan Tuhan
> semesta alam. Makhluk yang paling tahu dengan
hukum-hukum dan
> perbuatan Tuhan-Nya. Tidaklah berbicara tentang hal
ini melainkan
> dengan wahyu dari Allah U, karena tidak ada jalan untuk
> mengetahuinya melainkan dengan wahyu. ...."
> Berikut link yg
juga membahas buku tsb:
> http://harry.sufehmi.com/archives/2006-06-22-1188
>
========= BELI SAJA BUKUNYA KALO PINGIN MALU.....==============
> Saya jadi curiga jangan2 memang penulisnya sengaja membuat opini
> agar bukunya laris???? Sebab 2 tahun lalu hoax seperti ini juga
> sempat muncul bahkan dikupas habis di milis Falak-Net. Tapiiiii?.
> inikan memalukan umat Islam dan bangsa Indonesia secara umum??
> Apalagi membawa embel2 "kepastian"?????? Nah buat penerbit dan
> pengarangnya? sudahkah anda fikirkan apa akibat dari larisnya buku
> yang anda terbitkan?. Anda memang mendapat banyak rezeki dari buku
> yg anda jual??? tapi masyarakat hanya akan mendapat pembodohan2
yang
> tiada guna, tolong?jangan bawa kata2 "KEPASTIAN" sungguh
saya tidak
> terima?nabi saja tidak pernah demikian?. ( apa ini
kebebasan
> jurnalisme?? trick dagang??? )
> Ohhh.. mengapa
peristiwa memalukan ini bisa terjadi di
> Indonesia???? Seandainya
astronomi memasyarakat di Indonesia
> mungkin hal ini tidak
terjadi....! Maybe.
>
> Salam,
> Mutoha
> Jogja Astro
Club (JAC)
> Yogyakarta - Indonesia
> http://groups.yahoo.com/goup/jogja_astroclub/
>
"Turut Memasyarakatkan Astronomi di Indonesia"
>
================================
>