A. Marconi
Sun, 30 Jul 2006 06:28:14 -0700
|
Assalammu'alaikum wr wb,
Menurut paper team study yang dipimpin John K.
Webb, the University of New South Wales in Sydney, Australia, yang dimuat
dalam journal Physical Review Letters, 27 Agustus 1999, menyatakan
bahwa atas dasar pengamatan terhadap polah laku fine structure constant yang
mencerminkan interaksi antara cahaya dan atom-atom dalam awan gas di space-time
continum 12 milyar th yl ada kemungkinan kecepatan cahaya dalam proses
pengembangan alam semesta ini mengalami perubahan walau kecil, sehingga menjadi
bukan constant lagi. Perubahan fine structure constant yang biasa disebut
alpha dewasa ini berbandaing 1:10.000 kesempatan. Alpha ini adalah konstanta
relasi yang menjelaskan bagaimana gaya elektromagnetik dapat menjaga agar
atom-atom berkumpul. Hal serupa diamati pula oleh team study pimpinan Wendy
Friedman PhD yang mendata ledakan SN (Super Novae) dan menyimpulkan bahwa
alam semesta bukannya melambat perkembangannya tetapi malah mbedal
(accelerates). Argument study mereka menyatakan bahwa gerak kecepatan
pengembangan space-time continum tidak harus sama dengan kecepatan gerak materi
yang diwadahinya. Dengan argumentasi ini dimungkinkan berlakunya hyphotese
kecepatan space-time continum melampaui kecepatan cahaya sebagai constant
yang diadopsi oleh teori relativitas umum Einstein. Kecepatan cahaya
300.000 km/sec adalah kecepatan merambat observable light, sedangkan panjang
gelombang cahaya dan model particle cahaya banyak yang belum terdeteksi, karena
teknologi dan ilmu masa kini belum memungkinkan. Sehingga kita perlu optimis.
Bagi para fisikus Muslimin saya sarankan agar menengok ke sifat-sifat malaekat
yang direkam dalam Al-Quran.
Wassalam,
A.M
__._,_.___ =============================================================== ** Arsip : http://members.tripod.com/~fisika/ ** Ingin Berhenti : silahkan mengirim email kosong ke : <[EMAIL PROTECTED]> ===============================================================
SPONSORED LINKS
YAHOO! GROUPS LINKS
__,_._,___ |