awam_k
Thu, 24 Aug 2006 00:48:27 -0700
Ijinkan aku menambah kasusnya: Sebenarnya tidak jelas bagiku apa yang dimaksud oleh teman-2 dgn teori geosentris mereka itu, yaitu meletakkan planet bumi sebagai pusat alam semesta sedangkan benda-2 lainnya bergerak mengelilinginya. Apakah geosentris yg dimaksud di sini identik dengan pandangan astronomy kuno? Kalo benar demikian, berarti titik pusat massa alam semesta ini ada disekitar jejari bumi atau bahkan berada di sekitar pusat bumi. Akibatnya massa bumi bukanlah sebesar 5,98 X 10^24 kg, tetapi mendekati massa alam semesta. Dengan massa bumi yg maha luar biasa besar ini dan jejari bumi yang hanya sebesar 6,38 X 10^6 meter, planet kita ini (bumi) adalah sebuah black hole dengan gravitasi permukaan yg maha besar, sehingga cahaya pun tidak sanggup keluar dari permukaan bumi. Akibatnya bumi adalah planet gelap dan tidak bisa dilihat dari luar angkasa. Deskripsi di atas memang tidak mengeliminir hukum-hukum fiisika seperti hukum Kepler dan hukum Gravitasi Newton (berbanding terbalik dgn jarak pangkat dua), tetapi ya itu tadi, bumi haruslah sebuah black hole supaya hukum Kepler dan Newton tetap berlaku. Salam hangat, Awam --- In fisika_indonesia@yahoogroups.com, Ma'rufin Sudibyo <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Kasus 1 : Asumsikan jarak Bumi - Matahari tetap 150 juta km dan orbit Matahari mengelilingi Bumi berbentuk lingkaran. Anggap sifat2 Matahari yang lain (jari2, massa, luminositas) tetap. Terapkan hukum Kepler 3, kita dapatkan periode rotasi Bumi sama sekali tidak berpengaruh terhadap sifat2 orbit Matahari, sehingga kita tetap bisa menggunakan definisi 1 hari = 24 jam. Karena massa Bumi = 5,98 . 10^24 kg maka diperoleh periode edar Matahari - atau definisi 1 tahun Bumi - adalah sebesar 18,274 milyar detik alias 211.000 hari ! Jika jumlah hari dalam setahun sebanyak itu, maka seharusnya kita di Indonesia akan mengalami musim kemarau sepanjang > 100 ribu hari. Jumlah hari sebanyak ini juga sangat berbeda jauh dengan hasil observasi penyair dan astronom besar Omar Khayyam dan al-Khazini (abad 6 Hijriyyah / 12 TU) di observatorium Nizamiah (Baghdad) pada masa daulah Abbasiyah, yang berhasil menetapkan panjang 1 tahun syamsiyah (Matahari) = 365 hari dan panjang 1 tahun qomariyah (Bulan) = 354 hari, dengan ketelitian yang hanya berbeda 6,5 detik dibanding hasil perhitungan Paus Gregorius 3 abad kemudian (yang menjadi dasar pembaharuan kalender Julian menjadi Gregorian). ------cut-------cut------cut-- =============================================================== ** Arsip : http://members.tripod.com/~fisika/ ** Ingin Berhenti : silahkan mengirim email kosong ke : <[EMAIL PROTECTED]> =============================================================== Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/fisika_indonesia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/