saidphysics
Sat, 08 Nov 2008 08:53:12 -0800
Saya pikir gak masalah dengan itu, bagus bahkan karena sebelum langsung ke journal kita singgah dulu di blog ... apalagi posting mengenai topik di atas di blog tersebut memuat dengan jelas jejak referensinya. Lagipula banyak yang bisa di bahas/dikomentari di blog. Komunikasi bisa dua arah antara author atau reviewer dengan komunitas, dan bisa dilakukan dengan cepat. Blog juga bisa jadi sarana perluasan pembahasan sebuah artikel yang seringkali format nya terbatasi oleh format journal. Di sebuah kuliah wajib program program doktoral disini, ditekankan bahwa publish paper itu baru satu langkah dari sebuah upaya agar ide kita diterima oleh komunitas .. selanjutnya adalah bagaimana paper tersebut dikomunikasikan dan dikritisi secara luas dan cepat, salah satunya melalui forum, milis, blog, konferensi, kolaborasi dan lain-lain. "Blog bukan merupakan media ilmiah yang diterima universal.": Pernyataan ini terkesan arogan. Siapa sih yang menentukan diterima secara ilmiah atau nggak? Apa kompetensi mas Haryo bilang blog gak diterima universal? Sedang Mas Haryo sendiri (dan juga saya) masih mediocre dan muda lagi di dunia riset fisika? Apa mas Haryo punya data "kebohongan blog"? Come on! Benar memang artikel di journal itu punya kelebihan, karena di uji oleh orang yang dinilai berkompeten di bidangnya oleh editor jurnal tsb. Tapi ingat loh mas Haryo, peer-review processes di journal itu juga gak lepas dari subyektivitas, dan gak sedikit artikel gak berbobot masuk juga di PRL atau PRA cuma karena sang author udah kadung menyandang nama besar. Makanya diperlukan media lain untuk berdiskusi .. bisa blog (asal jelas jejak referensi dan pembahasan-nya) Remember .. remember .. Kunci segalanya adalah sikap skeptis .. apapun yang keluar dalam bentuk artikel di journal atau blog atau apapun bentuk komunikasinya, selama mengatasnamakan sains maka kita perlu skeptis dan mengujinya sebelum di yakini kebenaranya (tentunya temporary juga) .. Tapi mengatakan bahwa blog bukan merupakan media ilmiah yang diterima universal adalah lucu dan cederung seperti anak ABP (Anak baru published) yang main nya masih di pojokan ilmunya dia sendiri yang masih sangat-sangat terbatas. Di komunitas kami di quantum information itu adalah hal biasa mengomentari artikel, mereview artikel (bisa dengan bahasa yang simple aja) melalui blog, melalui youtube or whatever .. contohnya posting-2 seperti: http://michaelnielsen.org/blog/?page_id=181 http://quantumscience.info/node/347 Oke deh, kita sama-sama belajar .. melalui media apa saja .. dengan kritis dan skeptik. Cheers! --- In fisika_indonesia@yahoogroups.com, "Haryo Sumowidagdo" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Posting ini akan lebih baik jika linknya ditujukan langsung ke jurnal > JRSE (Journal of Renewable and Sustainable Energy), dan bukan ke blog. > Blog bukan merupakan media ilmiah yang diterima universal. > > Link ke jurnal tsb. > > http://jrse.aip.org/ > ------------------------------------ =============================================================== ** Arsip : http://members.tripod.com/~fisika/ ** Ingin Berhenti : silahkan mengirim email kosong ke : <[EMAIL PROTECTED]> =============================================================== Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/fisika_indonesia/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/fisika_indonesia/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [EMAIL PROTECTED] [EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/