fisika_indonesia  

[FISIKA] Re: Tiny Solar Cells Built To Power Microscopic Machines

Haryo Sumowidagdo
Sat, 08 Nov 2008 11:51:22 -0800

--- In fisika_indonesia@yahoogroups.com, "saidphysics"
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Saya pikir gak masalah dengan itu, bagus bahkan karena sebelum
> langsung ke journal kita singgah dulu di blog ... apalagi posting
> mengenai topik di atas di blog tersebut memuat dengan jelas jejak
> referensinya.
>
> Lagipula banyak yang bisa di bahas/dikomentari di blog. Komunikasi
> bisa dua arah antara author atau reviewer dengan komunitas, dan bisa
> dilakukan dengan cepat. Blog juga bisa jadi sarana perluasan
> pembahasan sebuah artikel yang seringkali format nya terbatasi oleh
> format journal.

Ini masalah yang saya lihat dengan posting tsb:

#1. Jejak referensinya.  Saya tahu banyak jurnal AIP/APS, tapi tidak
pernah mendengar nama jurnal tsb.  Tidak ada link.  Jadi saya jadi
skeptis juga.  Hanya setelah mengoogle sejenak, barulah saya temukan
bahwa jurnal tsb ternyata:
- diterbitkan APS
- baru edisi pertama

Maka setelah itu saya beri catatan.

#2. Setuju, komunikasi dua arah bisa terjadi, namun hanya kalau:

- si blogger adalah _penulis_ dari artikel tersebut, atau _melakukan_ 
- si blogger aktivitasnya terkait dengan artikel tersebut.

Masalah kedua dengan blog tsb: tidak ada indikasi apa aktivitas si
blogger: nama, pekerjaan, lokasi, interest, riset.  Saya kira, kalau
sudah begini, semua orang (bukan saya saja) akan menjadi skeptis.  Dua
contoh blog yang diposting di akhir reply ini, itu bagus karena jelas
asal-usulnya.

Review dengan komunitas _tanpa_ melalui jurnal sudah terjadi, melalui
arxiv, dan kontak langsung dengan author.  Memang tidak tampak di mata
banyak orang, tapi ada.
 
> Di sebuah kuliah wajib program program doktoral disini, ditekankan
> bahwa publish paper itu baru satu langkah dari sebuah upaya agar ide
> kita diterima oleh komunitas .. selanjutnya adalah bagaimana paper
> tersebut dikomunikasikan dan dikritisi secara luas dan cepat, salah
> satunya melalui forum, milis, blog, konferensi, kolaborasi dan
lain-lain.

Setuju !  'publish paper baru satu langkah .. selanjutnya' ... Ini
menunjukkan bahwa yang lain-lain itu follow-up.  Saat ini paper masih
menjadi media paling umum, dan lain-lainnya follow-up.  Ini point yang
ingin saya tekankan sebenarnya.

> "Blog bukan merupakan media ilmiah yang diterima universal.":
> Pernyataan ini terkesan arogan. Siapa sih yang menentukan diterima
> secara ilmiah atau nggak? Apa kompetensi mas Haryo bilang blog gak
> diterima universal? Sedang Mas Haryo sendiri (dan juga saya) masih
> mediocre dan muda lagi di dunia riset fisika? Apa mas Haryo punya data
> "kebohongan blog"? Come on!

Bukan kompetensi saya, tapi pengamatan.  Tidak semua orang, baik yang
generasi muda atau tua (jadi pemahaman internet tidak berpengaruh),
menerima atau menggunakan blog sebagai media ilmiah.  Yang menerima
dan menggunakan pun, biasanya menggunakannya sebagai
tambahan/follow-up setelah paper dimasukkan ke jurnal, atau minimal arxiv.

Jadi saya berpegang pada 'lowest common denominator': apa yang
diterima oleh paling banyak orang.

Ada 2 kasus blog yang saya ingat.  Bukan bohong, tetapi bagaimana blog
menimbulkan masalah yang ujungnya sangat tidak menyenangkan.

- Kasus pertama adalah ketika John Conway (CDF) menyebutkan sesuatu 
yang punya signifikansi statistik 2 sigma di analisis data mereka
untuk mencari Higgs boson.  Entah kenapa, diskusi ringan ini meluber
ke press dan di-interpretasikan sebagai penemuan Higgs boson !  Conway
sendiri akhirnya terpaksa mengklarifikasi segala macam kesalahpahaman
yang terjadi, dan saya dengar manajemen CDF + Fermilab sangat tidak
bahagia dengan hal ini.

- Kasus kedua lebih parah lagi.  Tommaso Dorigo, (juga dari CDF),
menulis tentang suatu analisis di blognya yang baru dipublikasi. 
Sambil lalu, Tommaso menunjukkan sebuah paper teori dari Nima
Arkani-Hamed yang menurut Tommaso mendukung dan meprediksi. 
Celakanya, Tommaso mengira bahwa Nima memiliki hubungan dengan 'orang
dalam' dari CDF, yang membocorkan paper itu keluar sebelum
diterbitkan.  Tentu Nima tidak senang kalau dia dituduh semacam itu,
sehingga diskusi nya menjadi perang antara Tommaso dan Nima.

> Benar memang artikel di journal itu punya kelebihan, karena di uji
> oleh orang yang dinilai berkompeten di bidangnya oleh editor jurnal
tsb. 
> 
> Tapi ingat loh mas Haryo, peer-review processes di journal itu juga
> gak lepas dari subyektivitas, dan gak sedikit artikel gak berbobot
> masuk juga di PRL atau PRA cuma karena sang author udah kadung
> menyandang nama besar.

Tapi itu yang sudah ada, dan saat ini diterima di kalangan luas (saya
menghindari kata universal sekarang). Tidak sempurna, tapi demikian
pula dengan media lain.
 
> Makanya diperlukan media lain untuk berdiskusi .. bisa blog (asal
> jelas jejak referensi dan pembahasan-nya)
> 
> 
> Remember .. remember .. 
> 
> Kunci segalanya adalah sikap skeptis .. apapun yang keluar dalam
> bentuk artikel di journal atau blog atau apapun bentuk komunikasinya,
> selama mengatasnamakan sains maka kita perlu skeptis dan mengujinya
> sebelum di yakini kebenaranya (tentunya temporary juga) ..
> 
> Tapi mengatakan bahwa blog bukan merupakan media ilmiah yang diterima
> universal adalah lucu dan cederung seperti anak ABP (Anak baru
> published) yang main nya masih di pojokan ilmunya dia sendiri yang
> masih sangat-sangat terbatas.
> 
> Di komunitas kami di quantum information itu adalah hal biasa
> mengomentari artikel, mereview artikel (bisa dengan bahasa yang simple
> aja) melalui blog, melalui youtube or whatever ..
> 
> contohnya posting-2 seperti:
> 
> http://michaelnielsen.org/blog/?page_id=181
> http://quantumscience.info/node/347

OK, saya tarik 'blog bukan media ilmiah yang diterima universal'. 

Pernyataan ini memang merupakan refleksi dari pandangan saya yang
tidak menerima blog sebagai media utama, namun sebagai media tambahan.
Tapi saya tidak akan memaksakan pandangan ini di forum kita.



Haryo


------------------------------------

===============================================================
**  Arsip          : http://members.tripod.com/~fisika/ 
**  Ingin Berhenti : silahkan mengirim email kosong ke : 
                     <[EMAIL PROTECTED]> 
===============================================================
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/fisika_indonesia/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/fisika_indonesia/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [EMAIL PROTECTED] 
    [EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/