Budy Wuysang
Tue, 11 Nov 2008 09:04:59 -0800
Kan masih ada indra lain yang bisa menangkap kecepatan rambatan radiasi misalnya panas atau kecepatan rambatan listrik. IMHO.
-- BlackBerry® 8320 GTalk/MSN: [EMAIL PROTECTED] YM: supeskrim ICQ/AIM: 459567681 -----Original Message----- From: "yyoorrggaa" <[EMAIL PROTECTED]> Date: Tue, 11 Nov 2008 09:39:18 To: <fisika_indonesia@yahoogroups.com> Subject: [FISIKA] Re: teori relativitas Mas Haryo, terima kasih tanggapannya. Jawaban anda "mengenyangkan". Jadi adalah mungkin untuk mendeteksi gelombang yang merambat >c asal gelombang tersebut punya kopling dengan gelombang lain yang masih mampu qt deteksi. artinya kalaupun manusia buta, kemungkinan teori relativitas masih bisa direkonstruksi (dengan syarat diatas itu) walaupun perlu effort yang jaaaauuuuh lebih besar. (salah satu effort terbesar adalah membuat orang2 yang buta itu percaya bahwa ada gelombang yang kecepatannya 1jt kali lebih cepat dari suara :D ) hmmm, menarik :-D wassalam Yorga NB : aq punya hipotesis (ehmmm mungkin tepatnya spekulasi) kalau "jiwa" atau "soul" kemungkinan adalah fenomena gelombang yang lebih cepat dari c. manifestasinya ada dan bisa dirasakan, hanya saja tidak bisa dideteksi dengan indera jasmani yang dimiliki manusia. Ada yang berminat mengembangkan ini sebagai teori fisika? siapa tahu dapet Nobel, hehehehe :-D --- In fisika_indonesia@yahoogroups.com, "Haryo Sumowidagdo" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > --- In fisika_indonesia@yahoogroups.com, "yyoorrggaa" <yyoorrggaa@> > wrote: > > > > Maksud aq bukan begitu. > > > > gini deh. maksud dari "buta" disini adalah jika indra yang dimiliki > > adalah maksimum indra yang merespon gel suara, (baik untuk mendengar > > ataupun "melihat" seperti kelelawar atau seperti di film dare devil) > > apakah mungkin kemudian manusia merekonstruksi hukum fisika (atau > > instrumen atau apapun) mengenai sesuatu yang "beyond the border"? > > Ini rangkaian argumen bahwa sekali lagi, seandainya manusia itu buta, > maka fenomena cahaya/elektromagnetik tetap akan ditemukan. > > Asumsi 1: > - Indra manusia tidak sensitif kepada fenomena elektromagnetik. > > Asumsi 2: > - Di alam ini ada fenomena elektromagnetik (kecepatan cahaya) dan > fenomena akustik (kecepatan suara). > > Sekarang, apa syarat manusia yang buta bisa menemukan fenomena > elektromagnetik ? > > Kuncinya: > > Apakah ada hubungan (interaksi, coupling) antara fenomena > elektromagnetik dengan fenomena akustik. Bentuknya macam apa tidak > penting, yang penting ada atau tidak. > > Jika ada, maka manusia BISA mendeteksi fenomena elektromagnetik via > hubungan fenomena elektromagnetik dan akustik. > > Jika tidak ada, maka manusia TIDAK BISA mendeteksi fenomena > elektromagnetik. > > Faktanya: _ada_ fenomena/gejala alam yang mengkaitkan elektromagnetik > dan akustik (contoh kasar: petir). Jadi ada interaksi antara > elektromagnetik dan akustik. Memang akan perlu laamaaaaa sekali bagi > manusia yang buta untuk menemukan bentuk-bentuk hukum elektromagnetik, > tapi jika manusia yang buta mau berusaha keras, maka evolusi ilmu di > masyarakat yang buta ini pada akhirnya akan menemukan hukum-hukum > elektromagnetik. > > > > > Jika jawabannya mungkin, maka ini membuka peluang perluasan ilmu > > fisika ke arah baru. yaitu ke arah dimensi lebih tinggi. atau > > perancangan instrument2 untuk melacak keberadaan gelombang yang lebih > > cepat dari c. siapa tahu 100 tahun kemudian ada yang dapet Nobel > > karena berhasil membuktikan keberadaan gelombang yang lebih cepat > dari c. > > Sekali lagi, yang menjadi masalah bukan _indra_ manusia, melainkan > _interaksi_ antara fenomena yang baru (yang tidak dikenali indra > manusia) dengan fenomena yang dikenali indra manusia. > > Ide perluasan ilmu fisika ke arah fenomena lebih besar dari c > (namakanlah C, C huruf besar) sudah terpikir sejak lama, dan bukan ide > baru dikalangan fisikawan teori. Model-model yang mengkonstruksi > fenomena C itu ada. > > http://en.wikipedia.org/wiki/Tachyon > > Fenomena C _bisa_terdeteksi_ kalau ada interaksi dari fenomena C > dengan fenomena yang kita kenal. Sekarang, _kita_ belum mengamati > gejala alam yang menunjukkan ada atau tidak adanya C. Jadi tidak ada > bukti apakah C ada, ataupun C tidak ada. > > > > Haryo > ------------------------------------ =============================================================== ** Arsip : http://members.tripod.com/~fisika/ ** Ingin Berhenti : silahkan mengirim email kosong ke : <[EMAIL PROTECTED]> =============================================================== Yahoo! Groups Links ------------------------------------ =============================================================== ** Arsip : http://members.tripod.com/~fisika/ ** Ingin Berhenti : silahkan mengirim email kosong ke : <[EMAIL PROTECTED]> =============================================================== Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/fisika_indonesia/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/fisika_indonesia/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [EMAIL PROTECTED] [EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/