Satria Zulkarnaen
Tue, 06 Jan 2009 01:14:40 -0800
AFAIK, Indonesia punya dua site yang sudah proven ada cadangan uranium untuk bahan bakar PLTN. Tinggal siapa yg mau mencoba menambang dan meng-enrich-nya. Selain itu, solusi kedua adalah memberli bahan bakar dari luar negeri untuk cycle pertama saja, karena sudah ada teknik untuk re-cycle bahan bakar nuklir. Salahsatunya dengan memanfaatkan proses fisi yang lain di rantai radioaktifnya. Buat yang terlibat langsung di nuklir, CMIIW.
>>->>IZUL<<-<<$4+|~14<< ----------------------- Satria Zulkarnaen Bisri Graduate Student Low Temperature Condensed State Physics (Y. Iwasa Lab.) Institute for Materials Research Tohoku University, Japan URL: http://www-lab.imr.tohoku.ac.jp/~satria/index.html ________________________________ From: yyoorrggaa <yyoorrg...@yahoo.com> To: fisika_indonesia@yahoogroups.com Sent: Tuesday, January 6, 2009 2:12:03 PM Subject: Bls: [FISIKA] Re: 50 LSM Rapatkan Barisan, Tolak PLTN Secara teknis saya sangat setuju dengan pembangunan PLTN di Indonesia. Efisien, realatif sangaaat murah (setidaknya hari ini), bersih, dan aman. saya yakin itu. itulah sebabnya saya termasuk yang setuju dengan PLTN tapi ada satu hal yang saya pikir jadi sudut mati PLTN di Indonesia. Yaitu ketersediaan bahan bakar nuklirnya. darimanakah bahan bakar ini akan diperoleh? apakah kita akan "diizinkan" memiliki unit pengayaan sendiri? ataukah kita harus membeli uranium dari "mereka"? Siapkah kita "di-iran-kan" jika memaksa memiliki unit pengayaan sendiri? karena jika bahan bakar nuklir ini dipasok 100% dari segelintir negara2 penguasa, maka sebenarnya qt telah menyerahkan ujung tali yg menjerat leher qt kepada mereka. secara politis, Indonesia tidak akan pernah bisa bersikap beda atau menentang para pemilik teknologi itu. Ancamannya berat mas, om, mbak... terputusnya supply energi untuk daerah paling padat industrinya. dan itu bisa berarti kebangkrutan industri --> PHK masal --> dan terakhir anarki dimana-mana. juga patut diingat Nuklir selama ini murah karena kebanyakan negara takut membangun PLTN, sehingga bahan nuklir melimpah dan murah. Tapi jika harga minyak kembali naik dan banyak negara berlomba membangun PLTN untuk mencukupi kebutuhan energinya, maka akan terjadi kekurangan suplay bahan nuklir yang berakibat meroketnya harga uranium bahan bakar itu. jika ini terjadi, PLTN yang semula diharapkan sebagai penghematan, akan menjadi mesin pemboros devisa yang tidak bisa direm. jadi sikap saya hari ini adalah : Menolak pembangunan PLTN jika tidak membuat unit pembuatan bahan bakarnya. hmmm... pilihan yang sulit memang :( wassalam Yorga --- In fisika_indonesia@ yahoogroups. com, "Tani Indrawan" <indra...@.. .> wrote: > > Saya sangat setuju PLTN..kapan lagi kita mau maju kalo Cuma terus2an > pake sumber daya konvensional? > > > -----Original Message----- > From: fisika_indonesia@ yahoogroups. com > [mailto:fisika_indonesia@ yahoogroups. com] On Behalf Of Akmal Hamdani > Sent: Tuesday, December 23, 2008 2:42 PM > To: fisika_indonesia@ yahoogroups. com > Subject: Re: Bls: [FISIKA] Re: 50 LSM Rapatkan Barisan, Tolak PLTN > > sebenernya saya sendiri pro PLTN. tapi khawatir kalau dalam > pelaksanaannya masih banyak terjadi korupsi sana sini, kejadian > Chernobyl bukannya tidak mungkin terjadi. >