fisika_indonesia  

[FISIKA] Re: Bulan Baru dan Purnama Jadi Alternatif Peringatan Dini

Rovicky Dwi Putrohari
Tue, 06 Jan 2009 16:30:19 -0800

Aseek ....
Ramalan Ki Jogelem dan Ki Dibyo masuk ke ranah praktisi :)
http://rovicky.wordpress.com/2008/12/18/ramalan-ki-jogelem-dan-ki-dibyo-tahun-2009/

RDP

On Wed, Jan 7, 2009 at 8:25 AM, Ma'rufin Sudibyo <maruf...@yahoo.com> wrote:

> Bulan Baru dan Purnama Jadi Alternatif Peringatan Dini
> Selasa, 6 Januari 2009 | 21:53 WIB
>
> *
> *
>
> *
> *
>
> *BANDUNG* — Fenomena bulan baru dan bulan purnama berpotensi dijadikan
> alternatif lain sistem peringatan dini menjelang kejadian bencana alam gempa
> bumi. Fenomena bulan baru dan purnama dikatakan berpotensi menyebabkan
> pelepasan energi di lempeng bumi.
>
> Demikian dikatakan Kepala Pusat Pemanfaatan Sains Atmosfer dan Iklim
> Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Thomas Djamaludin, Selasa
> (6/1), terkait alternatif astronomi dalam sistem peringatan dini gempa bumi.
>
> Menurut Thomas, hal itu disebabkan perbedaan dua arah gaya bumi, menuju dan
> menjauhi bulan atau matahari. Hal itu dikatakannya rentan mengganggu atau
> melepaskan energi dalam struktur lempeng bumi, khususnya di daerah
> perbatasan waktu pagi dan magrib.
>
> "Dengan adanya kejadian ini, sangat mungkin lempengan yang sudah rawan
> lantas bergerak," katanya.
>
> Bulan purnama, dikatakan Thomas, terjadi ketika bumi berada di antara bulan
> dan matahari. Untuk Januari 2009, bulan purnama pada tanggal 11 Januari.
> Sementara itu, bulan baru ketika bulan berada di antara matahari dan bumi
> dan terjadi tanggal 26 Januari 2009.
>
> Thomas memberikan beberapa contoh gempa bumi yang terjadi di Indonesia
> beberapa waktu terakhir. Beberapa di antaranya bahkan berkekuatan tinggi dan
> memakan banyak korban jiwa.
>
> Di antaranya, gempa Alor pada 12 November 2004 terjadi menjelang bulan
> baru, 28 Ramadhan 1425 dan gempa Nabire pada 26 November 2004 terjadi
> menjelang purnama, 13 Syawal 1425.
>
> Selain itu, gempa Aceh pada 26 Desember 2004 terjadi saat purnama, 14
> Dzulqaidah 1425; gempa Simeulue pada 26 Februari 2005 terjadi setelah
> purnama, 16 Muharram 1426; dan gempa Nias pada 28 Maret 2005 terjadi setelah
> purnama, 17 Safar 1426. Gempa Mentawai pada 10 April 2005 terjadi pada bulan
> baru, 1 Rabiul Awal 1426, dan gempa Yogya pada 27 Mei 2006, terjadi
> menjelang bulan baru, 29 Rabiuts Tsaniah 1427, juga termasuk di dalamnya.
>
> Oleh karena itu, ia mengharapkan agar para ahli dan pakar gempa bumi bisa
> menimbang hal ini sebagai salah satu sumbangan peringatan dini gempa bumi.
> Diharapkan, dalam bulan baru dan purnama, kewaspadaan bisa ditingkatkan.
> Tujuannya, agar kejadian gempa bumi tidak menimbulkan korban.
>
> Bagi masyarakat, hal ini bisa dijadikan pegangan. Bagi mereka yang hidup di
> daerah rawan bencana gempa bumi, hal ini merupakan sumbangan peringatan dini
> lainnya. Dengan begitu, mereka diharapkan bisa mandiri mempersiapkan
> sebelumnya atau menyelamatkan diri ketika terjadi gempa bumi.
>


-- 
"Terorisme atas nama negara lebih nyata ketimbang terorisme atas nama agama
!"