Ma'rufin Sudibyo
Tue, 06 Jan 2009 17:18:05 -0800
Bulan Baru dan Purnama Jadi Alternatif Peringatan Dini Selasa, 6 Januari 2009 | 21:53 WIB
BANDUNG — Fenomena bulan baru dan bulan purnama berpotensi dijadikan alternatif
lain sistem peringatan dini menjelang kejadian bencana alam gempa bumi.
Fenomena bulan baru dan purnama dikatakan berpotensi menyebabkan
pelepasan energi di lempeng bumi.
Demikian dikatakan Kepala Pusat
Pemanfaatan Sains Atmosfer dan Iklim Lembaga Penerbangan dan Antariksa
Nasional (Lapan) Thomas Djamaludin, Selasa (6/1), terkait alternatif
astronomi dalam sistem peringatan dini gempa bumi.
Menurut
Thomas, hal itu disebabkan perbedaan dua arah gaya bumi, menuju dan
menjauhi bulan atau matahari. Hal itu dikatakannya rentan mengganggu
atau melepaskan energi dalam struktur lempeng bumi, khususnya di daerah
perbatasan waktu pagi dan magrib.
"Dengan adanya kejadian ini, sangat mungkin lempengan yang sudah rawan lantas
bergerak," katanya.
Bulan
purnama, dikatakan Thomas, terjadi ketika bumi berada di antara bulan
dan matahari. Untuk Januari 2009, bulan purnama pada tanggal 11
Januari. Sementara itu, bulan baru ketika bulan berada di antara
matahari dan bumi dan terjadi tanggal 26 Januari 2009.
Thomas
memberikan beberapa contoh gempa bumi yang terjadi di Indonesia
beberapa waktu terakhir. Beberapa di antaranya bahkan berkekuatan
tinggi dan memakan banyak korban jiwa.
Di antaranya, gempa Alor
pada 12 November 2004 terjadi menjelang bulan baru, 28 Ramadhan 1425
dan gempa Nabire pada 26 November 2004 terjadi menjelang purnama, 13
Syawal 1425.
Selain itu, gempa Aceh pada 26 Desember 2004 terjadi
saat purnama, 14 Dzulqaidah 1425; gempa Simeulue pada 26 Februari 2005
terjadi setelah purnama, 16 Muharram 1426; dan gempa Nias pada 28 Maret
2005 terjadi setelah purnama, 17 Safar 1426. Gempa Mentawai pada 10
April 2005 terjadi pada bulan baru, 1 Rabiul Awal 1426, dan gempa Yogya
pada 27 Mei 2006, terjadi menjelang bulan baru, 29 Rabiuts Tsaniah
1427, juga termasuk di dalamnya.
Oleh karena itu, ia mengharapkan
agar para ahli dan pakar gempa bumi bisa menimbang hal ini sebagai
salah satu sumbangan peringatan dini gempa bumi. Diharapkan, dalam
bulan baru dan purnama, kewaspadaan bisa ditingkatkan. Tujuannya, agar
kejadian gempa bumi tidak menimbulkan korban.
Bagi masyarakat,
hal ini bisa dijadikan pegangan. Bagi mereka yang hidup di daerah rawan
bencana gempa bumi, hal ini merupakan sumbangan peringatan dini
lainnya. Dengan begitu, mereka diharapkan bisa mandiri mempersiapkan
sebelumnya atau menyelamatkan diri ketika terjadi gempa bumi.