Michael DeGuzman
Wed, 07 Jan 2009 20:32:30 -0800
Hmmm, saya agak ngeri juga kalau sudah ditanggapi oleh orang dengan kelas Ph.D dibidang Fisika seperti pak Satria, yg selalu membutuhkan analisa dan model matematis - fisis sampai hitungan orde detail. Saya juga belum banyak menggali jurnal2 seperti yang ditanyakan pak satria. Saya cuma 'tukang survey' yang selalu mencoba mengamati kejadian-kejadian alam dan sebatas mempelajari referensi geologi lokal daerah yang saya survey. Kebiasaan saya cuma mengamati, melamun dan menuliskannya menjadi report, dari pekerjaan jalan2 di gunung ataupun kalau lagi di laut. Saya hanya menduga dari zona patahan2 lemah yang ikut tertarik gravitasi selain dari rongga2 dan zona lemah yang semakin besar akibat subduksi maupun sesar-sesar lokal yang kompleks dalam orde yang sangat-sangat kecil dan belum bisa terukur dari teknologi yang ada sekarang, sehingga akhirnya pada periode tertentu energi terlepaskan. Untuk pengukuran geodinamika secara geodetic di sea bed rasanya juga belum ada technology yang bisa mengukurnya. Technologi survey sea bad semacam ROV navigasinya pun masih di-kendalikan dari vessel dan belum ada yang mampu menghitung posisi kordinat (X,Y,Z) dalam ukuran yg sangat sangat micro. Survey geodetic di laut juga cuma menentukan X,Y,Z dengan compensator untuk koreksi naik turunnya gelombang yang mempengaruhi vessel dari MSL yg sebenarnya dalam orde cm. Sama sulitnya dengan mengukur positioning di dalam channel dalam underground mining, (walau sekarang kalau di mining sudah ada equipment-nya). saya juga berfikir andai ada teknologi yang bisa mengukur geodinamika di seabed pun pada kenyataannya akan sangat sulit. Karena sea bad walaupun kelihatanya statis tapi pengendapan2 yg sangat2 halus (silty) akan terus berlangsung. Andai saja seabed itu statis dan tidak diganggu oleh gelombang di permukaan laut sama sekali, mungkin posisi kordinat X,Y,Z akan ada teknologi yang bisa mengukurnya. Ya semacam teknologi yang mengukur deformasi gunung berapi, dimana media pengamatannya tidak diganggu oleh media yg dinamis, sehingga orde cm ataupun dibawahnya pun masih bisa terukur. Untuk urusan analisa secara fisis dan modelnya mungkin lebih baik saya serahkan kepada para scientist yang berkutat pada penelitian sebagai makanan sehari-hari. Saya sebagai praktisi hanya bisa mengamati dari yg saya rasakan dan renungkan, dgn kadang2 dibantu oleh teknologi yang dipakai. Salam hangat, Guzman --- Pada Kam, 8/1/09, Satria Zulkarnaen <izoe...@yahoo.com> menulis: Dari: Satria Zulkarnaen <izoe...@yahoo.com> Topik: Re: Bls: [FISIKA] Re: Bulan Baru dan Purnama Jadi Alternatif Peringatan Dini (iya gitu???) Kepada: fisika_indonesia@yahoogroups.com Tanggal: Kamis, 8 Januari, 2009, 9:33 AM Iya gitu ada hubungannya antara bulan baru dan bulan purnama dengan gempa bumi/pelepasan energi di zona subduksi? Kok kayak agak skeptis saya. Mekanismenya gimana? Is it proven theory? Please let me know if there is an article in a peer-reviewed journal about it... Jangan2 itu cuman spekulasi... . Dari sudut pandang order of magnitude, kok seperti sulit ada kemungkinan hubungannya. Tapi kalau misalkan tentang hubungan bulan baru dan bulan purnama dengan fenomena pasang surut permukaan laut (tide in and tide out), saya sih yakin, karena itu proven. Please explain to me scientifically. Maklum, saya bukan spesialis di bidang ini, tapi penasaran juga.... >>->>IZUL<<-<<$4+|~14<< ------------ --------- -- Satria Zulkarnaen Bisri Graduate Student Low Temperature Condensed State Physics (Y. Iwasa Lab.) Institute for Materials Research Tohoku University, Japan URL: http://www-lab. imr.tohoku. ac.jp/~satria/ index.html From: Michael DeGuzman <deguzmanbusang@ yahoo.com> To: fisika_indonesia@ yahoogroups. com Cc: Ma'rufin Sudibyo <maruf...@yahoo. com>; "iagi-...@iagi. or.id" <iagi-...@iagi. or.id>; Forum HAGI <fo...@hagi.or. id>; "geologiugm@ freelists. org" <geologi...@freelist s.org>; Serba_KL Serba_KL <serba...@googlegrou ps.com>; Rovicky Dwi Putrohari <rovi...@gmail. com>; Rukyat <rukyatulhilal@ yahoogroups. com>; Jogja Astroclub <jogja_astroclub@ yahoogroups. com>; Astronomi Indonesia <astronomi_indonesia @yahoogroups. com>; Himpunan Astronom Amatir Jakarta <haa...@yahoogroups. com>; Sains <sa...@yahoogroups. com>; Forum Pembaca Kompas <forum-pembaca- kom...@yahoogrou ps.com>; Dr. Thomas Djamaluddin <t_dja...@bdg. lapan.go. id>; wahyu budi <wahyubudisetyawan@ yahoo.com>; Dirmawan <lik_...@yahoo. co.id>; Agus Hendratno MT <agushendratno@ yahoo.com>; Ihda <brother_ihda@ yahoo.co. id>; Sulistyowati <al_i...@yahoo. co.id>; Ayah Abdillah H <abdill...@gmail. com>; Iffah <a.if...@gmail. com> Sent: Thursday, January 8, 2009 11:09:23 AM Subject: Bls: [FISIKA] Re: Bulan Baru dan Purnama Jadi Alternatif Peringatan Dini Salam kenal semua, Apakah karena itu pula dalam agama disunnahkan puasa diawal bulan dan ditengah bulan Hijriah? (supaya kita waspada dan selalu mengingat Allah?) Waktu saya kerja survey di offshore memang untuk daerah2 tertentu (lautan lepas) adalah adalah masa2 menegangkan saat malam purnama atau awal bulan hijriah.... Melihat energi pasang yang begitu besar sangat mungkin gaya gravitasi membantu 'menggetarkan- menarik' zona-zona lemah (struktur) yang kompleks terutama di Indonesia bagian Timur. Faktor iklim juga kemungkinan sangat berpengaruh besar, karena di Indonesia timur biasanya hanya ada beberapa bulan tenang dari 12 bulan yang ada. Terutama daerah papua dan maluku utara. wass wr Guzman Terhubung langsung dengan banyak teman di blog dan situs pribadi Anda? Buat Pingbox terbaru Anda sekarang! http://id.messenger.yahoo.com/pingbox/