fisika_indonesia  

Re: [FISIKA] Re: [IndoEnergy] Re: Global Warming

Maryanto
Thu, 08 Jan 2009 18:18:53 -0800

Soal Global warming, bisa mengacu ke link sbb:
http://www.factsandarts.com/articles/no-significant-global-warming-since-1995/

Sya melihat ada pemanasan global, yang masih normal, dengan 7 derajad/100 th, 
sejak 150 th terakhir. Asumsi pemanasan, menganggap bahwa gradian itu menjadi 
10 kali lipat, atau 70 derajad celcius/100 th. Sehingga temperatur bumi akan 
naik 2-4 derajad dalam 50 th mendatang. Alasannyanya, di duga karena adanya CO2 
berlebih, meningkat oleh salah satunya pembakaran minyak.

Menurut saya, pemanasan bumi itu amat tergantung jauh dekatnya Bumi ke 
Matahari, yang di kontrol oleh seluruh peluruhan, perubahan massa universe. 
Massa berubah menjadi energi melalui fusi-fisi nuklir. Energi ini yang mungkin 
menjadi sebanding, di pengaruhi oleh 7 lapis maximum kulit atom. Lalu gravitasi 
berubah, menjadikan gerak siklus 7 th, 70 th, 700 th, ..., 70 Milyar tahun. Ku 
sebut SALAM Calendar.

Jelas, penambahan CO2 di bumi, terlalu sedikit massa yang berubah dari minyak 
ataupun apa saja, di bandng jumalah perubahan massa universe oleh fusi-fisi 
tadi. Jadi penambahan CO2 adalah kaitan lain, dan tak berpotensi signifikan 
terhadap pemanasan Bumi. Siklus masa tadi, menjadi perubahan gerak gravitasi. 
Sampaipun magnetik bumi berubah sesuai dengan perubaha gerak gravitasi tadi. 
Paleomagnetik bumi membesar-mengecil sesui siklus 7 tadi (Maryanto's SALAM 
Theory), dengan berkorelasi 90% untuk semua pereode, dan 99% untuk siklus 7000, 
700, 70, 7 th. 


KT Boundary Alvarez, sekitar 65 Ma "Million Annum" di katakan sebagai 
pemusnahan masal. Itu, yang lalu saya perbaiki menjadi 67.394.522 BC, ternyata 
kepunahan massal tak hanya di situ. Kepunahan ada di bats-batas Zaman Cambrium, 
OrdovisianSilur, Devon, Carbonafers, PermianrTriassik, Jurasik, Cretaceous, 
Zenozoic. KT di sebut Kretaceous-Tersier, ya nama awal 65 Ma itu. Yang juga 
batas Cretaceus-Cenozoic. Nama zaman, adalah dari nama fosil. Kalau nama fosil 
berubah, maka nama zaman di rubah. Nah ada perubahan nama zaman itu, jadi di 
setiap perubahan itu ya ada Kepunahan masal. Pun lalu kulihat itu sebagai 
siklus 70 Ma. Dan semula, yang KT di sinyalir atas kejatuhan meteor, tapi tak 
di semua kepunahan masal, tak ada, atau belum di temukan adanya kejatuhan 
meteor. Kejatuhan meteor yang di ketemukan, tak selalu pada perubahan nama 
zaman tadi.

Jadi ? Kepunahan masal, tak selalu disebababkan oleh kejatuhan meteor. 
Kejatuhan meteor di bumi, tak selalu menghasilkan kepunahan masal. Siklus SALAM 
lebih sesuai dengan kepuahan masal. Yang terlihat adalah kepunahan masal, 
berada pada setiap siklus 7 tadi, dengan derajad kepunahan akan membesar bila 
pereodenya sepakin panjang.

Paleomagnetik siklus 7000 th, korelasi dengan pediksi siklsu 7 itu sebesar 99%, 
menunjukkan tahun sekitar 00 BC, adalah paling besar. Ini berkorelasi 
dengan Bumi paling panas sepanjang siklus itu. Sejak itu, bumi mendingin, dan 
akan sebesar itu panasnya, pada tahun 7000 BC. Paleomagnetik besar, berkaitan 
dengan muka laut yang paling tinggi. Sesuai dengan kota-kota pantai di buat 
mulai tahun-tahun setelah 0 BC, maka hingga kini muka laut menurun, menjauh 
dari darat. Misal: Sriwijaya Abad 7, Mojokerto abad 14, Demak abad 15, Paris 6, 
London abad 13, Beijing abad 5 dst, juga banten, Jakarta, Semarang,. Menang 
siklusnya, di 200 th terakhir ini, muka laut naik, bumi semakin panas, dst, itu 
pada siklus 70 th, atau 7 tahun saja sinusoidal. Paling hanya th 2022, lalu 
temperatur akan menurun. Paling naik 2.2 mm/th kenaikan pantainya.

Bagaimana?

Selamat Tahun Baru.

Wass,
maryanto.
http://salamology.wordpress.com/


________________________________
From: Ma'rufin Sudibyo <maruf...@yahoo.com>
To: indoene...@yahoogroups.com
Cc: Fisika <fisika_indonesia@yahoogroups.com>; Forum Pembaca Kompas 
<forum-pembaca-kom...@yahoogroups.com>; Himpunan Astronom Amatir Jakarta 
<haa...@yahoogroups.com>; Astronomi Indonesia 
<astronomi_indone...@yahoogroups.com>; Jogja Astroclub 
<jogja_astroc...@yahoogroups.com>; Iffah <a.if...@gmail.com>; Sulistyowati 
<al_i...@yahoo.co.id>; Ihda <brother_i...@yahoo.co.id>; Ayah Abdillah H 
<abdill...@gmail.com>
Sent: Monday, January 5, 2009 10:45:36 PM
Subject: [FISIKA] Re: [IndoEnergy] Re: Global Warming


Ya, tentu saja tak ada yang salah dengan CO2 di atmosfer Bumi. Itu bukan "gas 
setan." Namun menjadi bermasalah ketika konsentrasinya menjadi terlalu banyak.

Mari kita lihat kasus pemusnahan massal 65 juta tahun silam, yang menyebabkan 
sedikitnya 75 % populasi makhluk hidup penghuni Bumi punah. Alvarez et.al 
(1980) menyebutkan pemusnahan massal ini sangat terkait dengan eksistensi 
lapisan lempung hitam tipis nan kaya Iridium yang ditemukan terjepit di sedimen 
zaman Karbon dan Paleosen, yang kemudian diketahui memiliki hubungan dengan 
terbentuknya Megastruktur Chicxulub di Semenanjung Yucatan, kawah raksasa 
produk tumbukan benda langit. Memang timing terbentuknya Megastruktur Chicxulub 
dengan pemusnahan massal itu ada selisih waktu 0,3 juta tahun. Namun dari 
jejak-jeka di lapisan tipis lempung hitam itu diketahui bahwa pemusnahan massal 
terjadi akibat adanya perubahan lingkungan dramatis yang diawali dengan musim 
dingin nuklir selama 8 - 20 tahun (ingat hipotesis TTAPS alias Turco, Toon, 
Pollack, Ackerman dan Sagan), dimana suhu udara turun hingga titik yang 
membekukan akibat terhalangnya radiasi sinar
 Matahari oleh sebaran debu-debu di atmosfer, yang kemudian disusul dengan 
pemanasan global selama ribuan tahun kemudian dimana suhu rata-rata Bumi 
meningkat hingga 10 derajat Celcius dari nilainya semula. Aherns & O' Keefe 
(1990) dari NASA menunjukkan bahwa konsentrasi CO2 di atmosfer pada saat 
peristiwa itu mencapai 1,5 % alias 15.000 ppm atau 44 kali lipat di atas nilai 
sekarang (340 ppm, rata-rata). 

Dalam hal pemanasan global untuk konteks kekinian di Bumi, kita bisa juga 
berkaca pada apa yang terjadi di planet kembaran kita : Venus. Ada cukup banyak 
CO2 di atmosfer planet ini, yang mencapai konsentrasi > 80 %. Akibatnya ya bisa 
kita lihat, planet ini mempunyai suhu permukaan rata-rata yang luar biasa 
besarnya, hingga mencapai ratusan derajat Celcius. 

Salam,


Ma'rufin

 lebih besar dari itu. Mereka berkata :
"Perlihatkanlah Allah kepada kami dengan nyata". Maka mereka disambar
petir karena kezalimannya, dan mereka menyembah anak sapi , sesudah
datang kepada mereka bukti-bukti yang nyata, lalu Kami ma'afkan dari
yang demikian. Dan telah Kami berikan kepada Musa keterangan yang
nyata.
> QS: An Nisaa (4) ayat 153
>
> Maaf pak Wisnu, jika Indoenergi ini menjadi polemik beda keyakinan.
>
> Wassalam soedardjo
>
>
 || 
Recent Activity
        *  4
New MembersVisit Your Group 
Yahoo! Finance
It's Now Personal
Guides, news,
advice & more.
Yahoo! Groups
Stay healthy
and discover other
people who can help.
Yahoo! Groups
Cat Zone
Connect w/ others
who love cats.
.