fisika_indonesia  

Re: [FISIKA] Butuh info tentang kegiatan SCADA dan DCS di Indonesia

Haryo Sumowidagdo
Wed, 14 Jan 2009 16:17:13 -0800

On 2009-01-14, 14:55 (+0700), hosano...@gmail.com wrote:

> Keren juga neh penerapan SCADA yg baru...coool....
> new challenge, bosen yg biasa2 aja :D
> udah ada projectnya belum pak??
> kalau misalkan saya ingin mendalaminya gimana caranya??
> bagus kan kalau mendalami yg sedikit competitornya.

Pada umumnya, implementasi sistem instrumentasi & kontrol untuk sebuah
detektor partikel dilakukan oleh 2 pihak yang saling bekerja sama:

1. Grup riset di universitas yang bertanggung jawab pada konstruksi
detektor partikel tsb.  Detektor partikel dirancang untuk mengoptimalkan
kinerja detektor terhadap suatu tipe fenomena fisika (contoh: detektor
untuk Higgs dan neutrino itu berbeda desainnya).  Jadi fisikawan
punya andil dalam desain dan konstruksi detektor.

2. Wakil dari divisi/department IT/Computing di lab (CERN, Fermilab) 
yang khusus menfokuskan diri dalam bidang instrumentasi & kontrol.  
Biasanya mereka lebih berkonsentrasi pada infrastruktur umum (common 
infrastructure), dan terkadang memberikan bantuan teknis jika diperlukan 
(menulis device driver misalnya).

Pihak 1 memberikan kontribusi dari sudut pandang fisika partikel-nya.  
Saya sebagai fisikawan termasuk pihak 1.

Pihak 2 memberikan kontribusi dari sudut pandang
keteknikan/engineering-nya.

Jika perorangan tertarik pada bidang ini (seperti anda) dan ingin
mendalami-nya, saya kira satu-satunya jalan adalah mencoba masuk dan
bekerja di lab-lab fisika partikel dalam bidang instrumentasi/kontrol.  
Setiap lab fisika partikel memiliki divisi IT/Computing dan di divisi
itu ada sub-bagian yang khusus dalam instrumentasi/kontrol.  Misalnya
coba lihat iklan pekerjaan dibawah ini:

https://ert.cern.ch/browse_www/wd_pds?p_web_site_id=1&p_web_page_id=6637&p_no_apply=&p_show=N

Lulusan dari Indonesia mungkin sulit untuk bisa langsung masuk ke lab
semacam CERN.  Tapi jika anda skrg tengah studi S2/S3 di Eropa (atau
luar negeri umumnya), bisa mencoba mencari-cari lowongan semacam itu di
lab-lab fisika partikel.

Ini hanya contoh untuk pekerjaan spt itu di CERN.  Ada banyak lab-lab
fisika partikel di dunia.  Pekerjaan serupa terkadang juga tersedia di
observatorium astronomi untuk kendali teleskop-teleskop.  

Secara umum sebenarnya mereka semua tipenya sama: pengembangan
instrumentasi & kontrol untuk alat-alat ilmiah.  Alat-alat ilmiah bisa
berupa detektor partikel, teleskop, reaktor nuklir, alat analisis
material seperti XRD, AAS, TEM.

Untuk kasus institusi pendidikan tinggi (seperti ITB atau UI) kalau
ingin masuk, saya kira kasusnya tidak mudah.  Masalahnya, dalam
kerjasama dengan industri, saya kira biasanya industri memberikan
kompensasi dana/uang untuk jasa profesional yang diberikan.  Jadi ada 
reward/insentif yang langsung bisa dilihat.

Namun dalam bidang fisika partikel, kompensasi yang diberikan adalah
*akses kepada data yang dikumpulkan* dan *masuknya nama institusi dalam
kolaborasi*.  Jadi bukan dana/uang !  Kalau sebuah perguruan tinggi di
Indonesia (PT) ingin berkontribusi kepada sistem SCADA untuk CMS
(detektor partikel saya), balasannya adalah nama PT masuk dalam daftar
anggota kolaborasi dan paper-paper yang dikeluarkan CMS, dan orang
PT (yang terkait proyeknya tentunya)  bisa mengakses dan
menganalisis data CMS.

Kemudian, bicara masalah analisis data, tidak banyak artinya kalau tidak
ada orang di PT yang bekerja dalam bidang fisika partikel elementer
eksperimen.  Alias akhirnya tidak ada paper/analisis data yang keluar
dari PT meski sudah diberi akses ke data.  Jadi tentunya diperlukan grup
riset fisika partikel eksperimen di PT.

Opini saya: kita masih sangat jauh dari membangun grup fisika partikel
eksperimen di Indonesia.  Saya akui bahwa pertanyaan awal saya dipicu
keinginan untuk menjajaki situasi di Indonesia, apakah ada peluang untuk
memberikan kontribusi riil dalam eksperimen fisika partikel.  Ada bbrp
lagi bidang dimana saya kira Indonesia punya peluang memberikan
kontribusi, namun saya memulai dengan SCADA/DCS karena itu dekat dengan
pekerjaan saya.

> Apalagi kalau saya liat penerapan ke depannya ini sangat global n
> bagus sekali, terutama d sektor energi.
> seneng neh pak bisa tuker-tuker informasi...

Ehem, fisika partikel eksperimen tidak selalu terkait langsung dengan
energi loh (Meski sering juga disebut high-energy physics). Itu saja 
komen saya.


---
Haryo Sumowidagdo
Department of Physics and Astronomy
University of Califonia, Riverside

E-mail : ha...@fnal.gov                 CMS Experiment at CERN LHC
Web    : http://home.fnal.gov/~haryo    LHC Physics Center
Phone  : +1 +630 840 8567               Fermilab MS 121
Fax    : +1 +630 840 6736               Batavia, IL 60510, USA

# ``Jer basuki mawa beya'' -- (Javanese proverb) --

------------------------------------

===============================================================
**  Arsip          : http://members.tripod.com/~fisika/ 
**  Ingin Berhenti : silahkan mengirim email kosong ke : 
                     <fisika_indonesia-unsubscr...@yahoogroups.com> 
===============================================================
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/fisika_indonesia/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/fisika_indonesia/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:fisika_indonesia-dig...@yahoogroups.com 
    mailto:fisika_indonesia-fullfeatu...@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    fisika_indonesia-unsubscr...@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/