Cahyadi Alamsyah
Wed, 14 Jan 2009 19:20:22 -0800
Pak Haryo, Mohon maaf apabila ada pernyataan saya yang kurang berkenan. Saya hanyalah praktisi yang kebetulan berkerja di sektor oil and gas. Saya sependapat dengan dengan pak Rudy. SCADA dan DCS sudah familiar sekali di sektor oil and Gas. Sepengetahuan saya, DCS dan SCADA sudah diterapkan diIndonesia pada awal tahun 90an umumnya di oil, gas, fertilizer, power plant & petrokimia. Ditahun 91an, saya berkerja di Pupuk Kujang pernah melihat sudah ada DCS & PLC. Padahal mereka dibangun mid 80an. Banyak vendor yang sudah pernah masuk ke Indonesia seperti Alan Bradley, Yokogawa, Yamatake, Honey well, Siemens, Texas Instrument (alamatnya bisa di dapat di yellow page indonesia) dsb. Kami sekarang sedang memasang suatu PLC untuk proyek Fire and Gas di sebuah Offshore Production Platform di Natuna. Dimana PLC akan conect ke DCS dan akan memonitoring dan mengkomunikasikan segala kondisi fire atau gas leak yang terjadi diatas platform dan akan diterima di Central plant di sebuah FPSO yang jaraknya 2 jam (kira-kira 60km) perjalanan laut. Menurut Jadi apabila bapak ingin mengetahui secara detail penerapan SCADA dan DCS di Indonesia bisa menghubungi vendor tersebut diatas atau beberapa operator/ PSC company di Indonesia (bisa ditanya ke BP Migas). Pengalaman saya tidaklah sulit mencari engineer yang cukup berpengalaman di Indonesia untuk masalah DCS/ SCADA. Malahan saya pernah bertemu dengan seorang instrument engineer yang mendesain DCS system di Australia (tahun 96) untuk sebuah proyek refenery plant di Indonesia. Kalau anda perlu informasi tambahan silahkan hub. saya via japri. Salam Cahyadi Alamsyah Praktisi sektor Energi. ----- Original Message ----- From: rudy irianto To: fisika_indonesia@yahoogroups.com Sent: Friday, January 09, 2009 5:18 PM Subject: Bls: [FISIKA] Butuh info tentang kegiatan SCADA dan DCS di Indonesia SCADA atau DCS gabungan dari Elektro, Mesin, Instrumentasi, dan Teknologi Informasi (IT), untuk sistem kendali proses biasanya diikutkan orang kimia/teknik kimia. - Untuk bagian Elektro meliputi perangkat Akusisi data,ADC(Analog to Digital converter), PLC, (Programable Logic Controller),RTU(Remote Terminal Unit), M2M, Jaringan Telekomunikasi (Radio,GSM,CDMA, GPRS, SMS), DAQ (Data Acquisition) module - Mesin meliputi aktuator, selinder, motor, pompa, kompresor, peralatan mekanis yang digerakkan secara elektrik atau hidrolik - Intrumentasi meliputi sensor, transmiter, signal conditioner - Teknologi Informasi meliputi, perangkat komputer/server, database, jaringan komunikasi data, protokol komunikasi data, software aplikasi dan utility SCADA, OPC (Object and Linking Embedded for Process Control) server software, DDE (Dynamic Data Exchange) software, software database, OS(operating sytems), user interface. Literatur SCADA/DCS kebanyakan berada di situs catatan aplikasi (Application Note) produk. Seperti: -PLC: Siemens, Ge Fanuc,Schneider,SCADAPACK,beckoff - RTU: SCADAPACK, OTT,IQUEST - protokol komunikasi data: MODBUS(www.modbus.org), FIELDBUS,SDI-12(www.sdi-12.org),HART protocol - software SCADA: Wonderware, Citect, Indusoft,Iconics - OPC server software: Matrikon, Ingear Bentuk proses alur sinyal SCADA/DCS untuk pengukuran kira-kira begini: sensor-->sinyal analog --> Signal conditioner -->ADC/DAQ module -->sinyal digital ---> jaringan komunikasi data --> port komputer (serial data(RS232/RS485/RS422/FiberOptic)) -->OPC server/DDE server/Driver utk PLC/RTU/D---> SCADA software (tampilan grafis untuk user interface)-->Database---> repesentasi bentuk printing atau grafik Bentuk proses alur sinyal SCADA/DCS untuk kendali/kontrol kira-kira begini: Pada sistem kendali untuk bagian depannya mirip pada sistim pengukuran, hanya bedanya ada sinyal feedback yang digunakan untuk memperaoleh sinyal hasil perbandingan dari sinyal referensi/set point(SP) dengan sinyal keluaran/aksi/proses value PV, siyal tersebut disebut sinyal kesalahan/error signal. PLC/RTU biasanya mempunyai masukan diskrit atau analog (DI/AI) dan keluaran diskrit atau analog (AI/AO) kalau digambarkan: sensor-->sinyal analog-->signal conditioner pada PLC/RTU atau module ADC dari PLC/RTU -->PLC/RTU proses rutin program kendali (misal PID (Propotional,Integrator & Differentiator) --> DAC(Digital to Analog Converter)/Relay--> actuator/motor --> OPC server ---> SCADA software --> database ---> report printing/graphics Sensor juga bisa berupa sinyal diskrit (ON/OFF) seperti sensor thermofuse,flowswitch, limit switch pada operasi buka tutup valve otomatis dsb SCADA/DCS bukan hanya untuk pengukuran atau pengendalian atau otomatisasi, tetapi juga untuk sistem keamanan/keselamatan (safety systems) melalui alaram, yang ditujukan untuk menjaga sistem dari kerusakan berikut keselamatan dari operatornya sendiri. Jadi bisa dikatakan sistem cerdas yang dapat menopang dirinya sendiri. Pada SCADA software bisa dibuat program atau script untuk perhitungan, limit value, alaram, aksi, animasi proses dsb. SCADA juga digunakan untuk telemetri (Pengukuran jarak jauh) Dulu aku pernah riset telemetri di UI bersama Pak Cuk dan Pak Adhi, tampilan SCADA menggunakan program Visual Basic. Mungkin mas Haryo bisa menghubungi mereka. Pada saat ini saya bekerja di bidang telemteri,kontrol dan instrumentasi. Kegiatan telemeteri: Monitoring dan kendali DAM, monitoring banjir DKI (bisa dilihat di web www.dpudki.net atau wap : www.dpudki.net/wap dengan operamini pada handphone), sistem kendali untuk pilot systems Hydrocarbon, telemtri dan kontrol sumur produksi dan injeksi minyak dsb. ------------------------------------------------------------------------------ Dari: Hary o Sumowidagdo <ha...@fnal.gov> Kepada: Fisika Indonesia <fisika_indonesia@yahoogroups.com> Terkirim: Jumat, 9 Januari, 2009 02:09:14 Topik: [FISIKA] Butuh info tentang kegiatan SCADA dan DCS di Indonesia Saya membutuhkan informasi dan gambaran tentang kegiatan penelitian terapan dalam bidang SCADA dan DCS di Indonesia. Setahu saya biasanya ini dikerjakan di departemen semacam Fisika Teknik, Teknik Elektro, dan Fisika Instrumentasi. Hasil googling tidak memberikan informasi yang cukup detail, terutama sekali saya membutuhkan - fasilitas/infrastru ktur yang tersedia untuk pengembangan SCADA/DCS. baik perangkat keras maupun lunak. - bidang terapan/industri apa saja yang menjadi fokus penelitian SCADA/DCS di Indonesia (migas ? kimia ? transportasi ?). kalau ada kasus konkret kerjas sama lebih bagus. - departemen2 dan institusi2 (PT atau lab) yang aktif dalam bidang ini. Bahkan kalau ada yang bisa memberikan informasi tentang kegiatan di tempatnya sendiri, itu sudah membantu. Saya tertarik dengan bidang ini karena selama ini pekerjaan saya disini banyak terkait dengan kontrol dan instrumentasi: spesifiknya adalah penulisan software untuk sistem kendali alat-alat eksperimen fisika partikel. thanks, --- Haryo Sumowidagdo Department of Physics and Astronomy University of Califonia, Riverside E-mail : ha...@fnal.gov CMS Experiment at CERN LHC Web : http://home. fnal.gov/ ~haryo LHC Physics Center Phone : +1 +630 840 8567 Fermilab MS 121 Fax : +1 +630 840 6736 Batavia, IL 60510, USA # ``Jer basuki mawa beya'' -- (Javanese proverb) -- ------------------------------------------------------------------------------ Wajib militer di Indonesia? Temukan jawabannya di Yahoo! Answers!