Jumadi . Asnawi
Sun, 07 Aug 2005 18:17:52 -0700
Kapten Laut (KH) Drs. Eko Iman
Selama ini, yang namanya kecerdasan senantiasa dikonotasikan dengan
Kecerdasan Intelektual atau yang lazim dikenal sebagai IQ (Intelligence
Quotient).
Namun pada saat ini, anggapan bahwa kecerdasan manusia hanya tertumpu pada
dimensi intelektual saja sudah tidak berlaku lagi. Selain IQ, manusia juga
masih memiliki dimensi kecerdasan lainnya, yaitu : Kecerdasan Emosional atau EQ
(Emotional Quotient) dan Kecerdasan Spiritual atau SQ (Spiritual Quotient).
Memasuki abad 21, legenda IQ (Intelligence Quotient) sebagai satu-satunya tolok
ukur kecerdasan yang juga sering dijadikan parameter keberhasilan manusia,
digugurkan oleh munculnya konsep Kecerdasan Emosional atau EQ (Emotional
Quotient) dan Kecerdasan Spiritual atau SQ (Spiritual Quotient). Kecerdasan
manusia ternyata lebih luas dari anggapan yang dianut selama ini. Kecerdasan
manusia bukanlah merupakan suatu hal yang bersifat dimensi tunggal semata, yang
hanya bisa diukur dari satu sisi dimensi saja (dimensi IQ). Kesuksesan manusia
dan juga kebahagiaannya, ternyata lebih terkait dengan beberapa jenis
kecerdasan selain IQ. Menurut hasil penelitian, setidaknya 75% kesuksesan
manusia lebih ditentukan oleh kecerdasan emosionalnya (EQ) dan hanya 4% yang
ditentukan oleh kecerdasan intelektualnya (IQ). Gay Hendrick, PhD dan Kate
Ludeman, PhD, keduanya konsultan manajemen senior, mengadakan sebuah penelitian
pada 800-an manajer perusahaan yang mereka tangani selama 25 tahun. Dari !
hasil penelitian disimpulkan, bahwa para pemimpin yang sukses ternyata lebih
mengamalkan nilai-nilai rohaniah atau nilai-nilai sufistik ketimbang
pengedepankan sisi intelektual semata.
Pengertian EQ
Istilah kecerdasan emosi (EQ) baru dikenal secara luas pada pertengahan tahun
1990 dengan diterbitkannya buku Darnel Goleman : Emotional Intelligence.
Goleman menjelaskan bahwa kecerdasan emosi (Emotional Intellegence) adalah
kemampuan untuk mengenali perasaan kita sendiri dan kemampuan mengelola emosi
dengan baik pada diri sendiri dan dalam hubungan dengan orang lain. Menggunakan
ungkapan Howard Gardner, kecerdasan emosi terdiri dari kecakapan, diantaranya :
intrapersonal intelligence dan interpersonal intellegence. Intrapersonal
intelligence merupakan kecakapan mengenali perasaan kita sendiri yang terdiri
dari:
- Pertama; kesadaran diri meliputi : keadaan emosi diri, penilaian
pribadi dan percaya diri.
- Kedua; pengaturan diri meliputi : pengendalian diri, dapat dipercaya,
waspada adaptif dan inovatif.
- Ketiga; motivasi meliputi : dorongan berprestasi, komitmen, inisiatif
dan optimis.
Sedangkan interpersonal intelligence merupakan kecakapan berhubungan dengan
orang lain yang terdiri dari :
- Pertama; empati meliputi : memahami orang lain, pelayanan,
mengembangkan orang lain, mengatasi keragaman dan kesadaran politis
- Kedua; ketrampilan sosial meliputi : pengaruh, komunikasi,
kepemimpinan, katalisator perubahan, manajemen konflik, pengikat jaringan,
kolaborasi dan koperasi serta kerja team.
Tiga langkah kembangkan EQ (Emotional Quotient)
Langkah 1. Membuka hati: ini adalah langkah pertama karena hati adalah simbol
pusat emosi. Hati kitalah yang merasa damai saat kita berbahagia, hati kita
merasa tidak nyaman ketika sakit, sedih, marah atau patah hati. Kita mulai
dengan membebaskan pusat perasaan kita dari impuls dan pengaruh yang membatasi
kita untuk menunjukkan cinta satu sama lain.
Langkah 2. Menjelajahi dataran emosi: sekali kita telah membuka hati, kita
dapat melihat kenyataan dan menemukan peran emosi dalam kehidupan. Kita dapat
berlatuh cara mengetahui apa yang kita rasakan. Kita mengetahui emosi yang
dialami orang lain. Singkatnya, kita menjadi lebih baik dan bijak menanggapi
perasaan kita dan perasaan orang di sekitar kita.
Langkah 3. Mengambil tanggung jawab: untuk memperbaiki dan mengubah kerusakan
hubungan, kita harus mengambil tanggung jawab. Kita dapat membuka hati kita dan
memahami peta dataran emosional orang di sekitar kita.
Pengertian SQ (Spiritual Quotient)
Menurut Danah Zohar, kecerdasan spiritual (SQ) adalah kecerdasan yang
bertumpu pada bagian dalam diri kita yang berhubungan dengan kearifan diluar
ego atau jiwa sadar. Pandangan lain juga dikemukakan oleh Muhammad Zuhri, bahwa
SQ adalah kecerdasan manusia yang digunakan untuk berhubungan dengan Tuhan.
Asumsinya adalah jika seseorang hubungan dengan Tuhannya baik maka bisa
dipastikan hubungan dengan sesama manusiapun akan baik pula.
<img src=
_______________________________________________
formiskat mailing list
formiskat@groups.plnkalbar.co.id
http://groups.plnkalbar.co.id/mailman/listinfo/formiskat