rudyanto_nebeng
Thu, 24 May 2007 11:30:20 -0700
Mas Anton, Teknologi ini cuma bisa PC to PC? Bagaimana kalau sepuluh PC sekaligus ingin berkomunikasi sekaligus (rapat) ? Apa kelebihannya dibanding Yahoo Messenger (VOIP juga)? Best Regards, Rudyanto --- In Forum-Pembaca-Kompas@yahoogroups.com, "Agus Hamonangan" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Mas Anton, > > Tolong jelaskan, bagaimana cara agar kita dapat menggunakan Voip Rakyat. > > Salam, > AH > > > Oleh Amir Sodikin > http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/0705/24/Sosok/3462071.htm > ========================= > > Masih ingat masa-masa tahun 2000-an ketika kita sedang eforia > internet? Salah satu fasilitas internet yang wajib dijajal selain chat > adalah telepon gratis via internet dengan pengguna internet lainnya, > fasilitas ini dikenal sebagai VoIP. > > Waktu itu nama kerennya VoIP Merdeka. "Wabah" VoIP (Voice over > Internet Protocol) ini dimasyarakatkan oleh salah satu pakar teknologi > informasi Indonesia, Onno W Purbo. > > >< > > Hanya bermodalkan headphone yang ada fasilitas mikrofon seharga Rp > 30.000, kita sudah bisa telepon gratis sepuasnya. Ajaib! Waktu itu > VoIP sudah digunakan untuk menggelar diskusi panel antarprovinsi > dipadu dengan chat. > > Di dunia internasional, VoIP menjadi isu panas dan menawarkan > terobosan telekomunikasi murah. Eforia berlanjut, sampai ada > perusahaan di Indonesia yang memberi layanan telepon murah ke > perangkat telepon konvensional via VoIP. Tetapi, sebab belum ada > regulasi, pemiliknya ditangkapi. > > Sudah 10 tahun kita mengenal VoIP, tetapi sampai kini harga > telekomunikasi masih mahal. Pemerintah gagal memanfaatkan teknologi > komunikasi dan memilih berbisnis. > > VoIP di Indonesia, melalui VoIP Merdeka, terus berkembang dan memilih > tidak bentrok dengan regulasi. Caranya, hanya memperbolehkan telepon > dari komputer ke komputer yang terkoneksi internet. > > Kini VoIP Merdeka sudah tak didukung lagi, tetapi sebagai gantinya > telah lahir VoIP Rakyat yang lebih praktis dan mudah dikonfigurasi. > Oleh karena itu, masih ada harapan untuk memperjuangkan komunikasi > murah secara konstitusional. > > Era VoIP Rakyat > > Persoalan rumitnya instalasi VoIP Merdeka kini teratasi setelah ada > VoIP Rakyat (www. voiprakyat.or.id). "Perbedaan utama terletak pada > protokol yang digunakan," kata pendiri VoIP Rakyat, Anton Raharja. > > VoIP Merdeka menggunakan protokol H.323, sedangkan VoIP Rakyat > menggunakan Session Initiation Protocol atau SIP. H.323 lahir dari > institusi berbasis telekomunikasi, sedangkan SIP dari institusi yang > mengurusi internet. > > "H.323 cocok langsung terhubung dengan perangkat komunikasi, sedangkan > SIP cocok terhubung ke perangkat berbasis IP Address (alamat nomor > komputer)," kata Anton Raharja (28). Protokol SIP ini bisa mendukung > protokol lainnya. > > Bersama rekan-rekannya dalam Information and Communication Technology > (ICT) Center DKI Jakarta, Anton mengembangkan VoIP Rakyat untuk > mewujudkan cita-cita telepon murah. > > Anton yang bekerja untuk kepentingan nonprofit itu memilih tak > menyelesaikan kuliah pada Jurusan Elektro STT Telkom demi proyek > idealismenya itu. > > Ditemui di Wisma ICT Center, Jalan Pangkalan Jati II No B1, > Kalimalang, Jakarta Timur, Anton menyatakan, instalasi VoIP Rakyat > lebih mudah dibandingkan dengan VoIP Merdeka. Teknologinya berkembang > dan bisa menelepon ke mana pun. > > "Saat ini memang baru diperbolehkan menelepon antarkomputer," kata > Anton. Meski secara teknis bisa digunakan menelepon ke telepon rumah > dan telepon seluler, tetapi fungsi ini dimatikan karena regulasi > pemerintah tak memungkinkan. > > Sejarah VoIP Rakyat > > VoIP Rakyat lahir tahun 2003. "Setelah berdiskusi dengan rekan- rekan, > di antaranya Sindu Irawan dan Bona Simanjuntak, lahir ide membangun > server VoIP yang kami pasang di ICT Center. Kami namakan VoIP Rakyat. > Waktu itu web site- nya www.voiprakyat.net," ujar Anton, Manajer Riset > dan Pengembangan Perangkat Lunak ICT Center DKI Jakarta. > > Akhir 2003, tim kehabisan energi karena kualitas infrastruktur > internet buruk. Memasuki tahun 2004, infrastruktur ICT Center mulai > bagus, tetapi pada akhir 2004 mereka kehabisan dana. "Bahkan, hanya > untuk renewal domain voiprakyat.net saja lupa," tuturnya. > > Domain VoIP Rakyat berganti menjadi voiprakyat.or.id yang didapat > gratis. Saat kekurangan dana, Oktober 2005 ada tawaran server gratis > dari Acer. > > Banyak kalangan merespons positif VoIP Rakyat, termasuk Onno W Purbo. > IDC Indonesia juga menyanggupi memberikan penitipan rak server gratis. > > Server pun di-install perangkat lunak (software) baru. "Dulu server > kami pakai SIP Express Router (SER), kemudian diganti Asterisk karena > SER sulit dipelajari orang awam," tutur Anton. Asterisk dikenal mudah > untuk dipahami awam. > > "Pada awal berdirinya VoIP Rakyat hanya ada 100 anggota, tetapi awal > 2006 jumlahnya meningkat tajam, apalagi setelah Pak Onno ikut > mengampanyekan VoIP Rakyat," kata Anton. Kini anggota terdaftar 23.000 > orang. Dari jumlah tersebut, yang aktif 6.000 orang. > > "Saat ini waktu panggilan tercatat 160.000 menit, berarti telah > mengirit biaya minimal Rp 20 juta jika dikonversi dalam percakapan > konvensional lokal," ucapnya. > > Kemampuan VoIP Rakyat saat ini hanya dibatasi pada telepon komputer ke > komputer atau PC to PC. "Bisa menelepon ke telepon rumah atau ke > handphone, tetapi hanya dalam rangka riset," katanya. > > Telepon PC to PC saat ini adalah satu-satunya model yang tidak > melanggar regulasi. Namun, tetap akan menjadi persoalan jika PC to PC > digunakan untuk komersial (dijual). > > "Diharapkan, VoIP bisa dimanfaatkan optimal di kalangan kampus dan > perkantoran. Perusahaan besar yang memiliki banyak cabang akan lebih > murah jika menggunakan VoIP," papar Anton yang saat ini bekerja jarak > jauh untuk perusahaan SMS Gateway di Swedia. > > Anton adalah seorang programmer yang juga pembuat software gratis open > source, di antaranya PlaySMS (aplikasi SMS gateway), PlayBilling > (aplikasi billing warnet), Banjar (aplikasi manajemen bandwidth), juga > PlayVoIP (aplikasi VoIP Server). > > Anton juga sedang menjalankan server Enum, proyek idealis memetakan > nomor telepon ke VoIP. Server Enum dan SIP yang berjalan di atas > platform telepon generasi keempat (4G) milik Anton merupakan server > Enum pertama yang sudah berhasil aktif di Indonesia. > > Melihat semangat orang- orang yang bekerja pada ICT Center, jelas > terlihat ketergantungan dan ketakberdayaan rakyat menghadapi harga > telekomunikasi yang mahal ternyata hanya persoalan regulasi. Bukan > persoalan penguasaan teknologi. > > Atau, mengutip deklarasi VoIP Merdeka, "Bahwa sesungguhnya Rakyat > Indonesia memiliki semangat dan kemampuan yang besar untuk mewujudkan > alternatif sarana berkomunikasi, bebas dari segala belenggu birokrasi > dan kekuasaan." > > Jika terus dibelenggu, pasti deretan "pemberontak" semakin panjang. > Memang, komunitas underground itu terus merebak di internet untuk > mengupayakan telepon murah. * >