forum-pembaca-kompas  

Re: [Forum-Pembaca-KOMPAS] JJ Rizal Dipukuli Polisi!!

ingan apul sitepu
Tue, 08 Dec 2009 17:23:28 -0800

Masih berapa banyak lagikah korban kebejatan polisi ?
Untuk apa ada polisi dan anggarannya jika hanya untuk menyiksa masyarakat ?

Pada 6 Desember 2009 08:32, Indra J Piliang <pi_li...@yahoo.com> menulis:

>
>
> Inikah wajah polisi kita? JJ Rizal yg bertubuh kecil itu bertampang
> kriminal? JJ Rizal inilah yg telah mengarang lagu: "Tujuh Kali, Tujuh Kali,
> Tujuh Kali Sampai Mati!" Dlm aksi2 Keluarga Besar Mhs UI thn 98. Dialah yg
> memimpin "korps musik" dlm aksi2 itu dan menjadi orator.
>
> IJP
> Pengamat Sejarah UI Digebuki Polisi
>
> Minggu, 6 Desember 2009 | 08.11 WIB
>
> 
>
>
> DEPOK, KOMPAS.com - Kasus penganiayaan yang dilakukan polisi kembali
> terjadi. Kali ini korbannya pengamat sejarah dari Universitas Indonesia JJ
> Rizal. Peristiwa pemukulan tersebut terjadi Sabtu (5/12) malam di bawah
> jembatan penyeberangan Depok Town Square (Detos) sekitar pukul 11.45.
>
> "Semalam saya naik KRL terakhir dari Tebet lalu turun di Pondok China.
> Begitu saya turun, biasanya saya naik ojek tapi saat itu tidak ada. Karena
> jalanan sudah gelap sekali dan katanya di daerah situ rawan pembegalan, saya
> memutar ke depan lewat depan mal. Itulah kira-kira waktunya," kata Rizal
> saat dihubungi Kompas.com, Minggu pagi.
>
> Rizal menceritakan, saat menyusuri jalanan tiba-tiba di bawah jembatan
> penyeberangan Detos ia disergap empat orang. Ia pun spontan melawan dan
> berteriak mencari perhatian karena terbayang menjadi korban kawanan
> kriminal. Semakin ia berontak, keempat orang tersebut semakin kuat
> meringkus.
>
> "Bahkan dua orang menodongkan pistol, satu masih dengan sarungnya, satunya
> lagi sudah telanjang. Saya kemudian diseret dan mulai dipukuli makin keras,"
> ujar Rizal. Peristiwa pemukulan tersebut, kata Rizal, diperkirakan
> berlangsung sekitar lima belas menit.
>
> Ia baru tahu bahwa yang memukulinya adalah aparat polisi setelah satu orang
> di antaranya mengeluarkan kartu anggota setelah pemukulan mulai mereda.
> Rizal melanjutkan, ia pun akhirnya dibawa ke Polsek Beji, Depok untuk
> diperiksa.
>
> Namun, hasil pemeriksaan memastikan kalau Rizal korban salah tangkap.
> Selama diperiksa, kata Rizal, ada empat orang lainnya yang juga diperiksa.
> Ia tidak tahu apakah mereka benar bagian komplotan penjahat kriminal yang
> sedang diburu polisi atau sama-sama korban salah tangkap seperti dirinya.
>
> Setelah bisa keluar, ia langsung memeriksakan diri ke RS Mitra Keluarga
> untuk meminta visum. Rizal mengaku akibat pemukulan tersebut mukanya lebam,
> bibir pecah, mata perih, bagian jidat terasa nyeri, dan kuping mendengung.
>
> WAH
>
>  
>


[Non-text portions of this message have been removed]