Farizal Al Boncelli
Fri, 02 Jun 2006 01:50:08 -0700
| Online social science degree | Social science course | Social science degree |
| Social science education | Bachelor of social science | Social science major |
--- Begin Message ---Cukup unik dan beragam cara orang mengimplementasikan rasa peduli mereka atas musibah gempa yang baru saja mengguncang Yogyakarta dan Jawa tengah. Dari yang biasa seperti terjun langsung menjadi relawan di lokasi bencana, hingga yang terbilang unik seperti yang dilakukan seseorang yang tidak mau menyebutkan nama dan asalnya, yakni dengan cara mengirimkan pulsa.Eko Yudho, Komandan Tim Rescue ACT sekaligus Koordinator Lapangan ACT Aksi Cepat Tanggap untuk musibah gempa Yogyakarta Jateng, sempat terkaget campur gembira. Bagaimana tidak, tiba-tiba saja telepon selulernya terisi pulsa 100 ribu disaat tim kesulitan mencari pulsa. Mungkin dia pendengar Delta FM yang pagi ini on air langsung dengan ACT ya, ujarnya. ACT dan Delta FM dengan JDFI (Jaringan Delta Female Indonesia)nya bekerja sama menggalang dana dan bantuan untuk korban gempa.Tak hanya Eko, Bayu Gawtama, public relation ACT yang juga berada di lokasi tengah kebingungan karena tak terasa pulsanya habis. Namun tiba-tiba mendapat sebuah pesan singkat bahwa pulsa telah terisi. Ya, pulsa telepon memang menjadi penting bagi para relawan di lokasi bencana. Baik untuk melaporkan informasi terbaru dan kondisi terkini, untuk koordinasi mencari bantuan, juga untuk sekadar say hello dengan keluarga di rumah.Kepedulian menjadi tema sentral setiap kali bencana terjadi, apa pun bencananya, di mana pun kejadiannya. Di Yogyakarta pun fenomena kepedulian itu sangat terasa, bahkan seolah telah menjadi aksi bersama masyarakat Kota Pelajar ini. Di hampir seluruh ruas jalan raya di Yogyakarta, akan mudah dijumpai pelajar dan mahasiswa yang menggalang dana dan menjaring kepeduliandari para pengguna jalan. Setiap perlintasan dan traffic light selalu diwarnai dengan sederet anak muda memakai jaket almameter kampusnya sambil mengusung kardus menuliskan Peduli Gempa Yogya. Walau pun tak sedikit juga yang terkesan ikut-ikutan mengusung dus peduli tanpa jelas akuntabilitasnya.Bentuk lain dari kepedulian ditunjukkan oleh Ibu Marni dari Desa Srihardono, Kecamatan Pundong, Kabupaten Bantul. Tak seperti pengungsi lainnya yang nampak sedih meratapi bangunan rumahnya hancur serta keluarganya yang menjadi korban, Ibu Marni justru bergabung dengan relawan di dapur umum. Dari pada sedih melulu, rumah juga ndak bakal berdiri toh, mending bantu-bantu di sini, serunya. Rupanya, memasak memang keahliannya, dan terbukti tangan terampilnya mampu meringankan beban para relawan yang harus menyediakan makan untuk pengungsi.Kepedulian memang tidak ditarik-tarik, tak perlu diminta, apa lagi dipaksa. Lihat langsung mereka yang tertimpa musibah, bersama rasakan penderitaan mereka, dan tuailah kepedulian itu. Nikmat rasanya, jika empati dan peduli itu telah tertunaikan, dan penting untuk menjadi bagian dari orang-orang peduli. (Bayu Gawtama, ACT)Rekening Bencana ACT a. n Aksi Cepat TanggapBCA no. 676 030 2021BSM no. 101 000 1114Mandiri no. 128 000 459 3338BMI no. 304 002 3015BNI Syari'ah no. 009 611 0239Relawan ACT Aksi Cepat Tanggap di YogyakartaEko Yudho (Komandan Tim) 0816 1693044Bayu Gawtama (Public Relation) 0852 190 68581 dan 0888 190 2214Imam Akbari (donasi) 0812 848 1466Jemput Dana 021-7061 4482Kebutuhan :DanaTendaTikarMakanan dan minuman siap sajiLampu DaruratMakanan balitaObat-obatanSelimutPakaian
Yahoo! Messenger with Voice. PC-to-Phone calls for ridiculously low rates.
--- End Message ---