hindu-dharma  

[hindu] Desa Tenganan yang Tak Mengenal Nyepi

Karma, I Nengah [Kar]
Mon, 08 Mar 2010 19:17:26 -0800

Om Swastyastu,

Dari milist sebelah

Om Shanti 3Om

 

Desa Tenganan yang Tak Mengenal Nyepi 

 
» Perayaan Nyepi 


Ita Lismawati F. Malau | Kamis, 26 Maret 2009, 00:21 WIB 

VIVAnews - Nyepi sebagai momentum waktu datangnya Tahun Baru Saka 1931 tidak 
tampak dirayakan di di sebuah desa tradisional di Kabupaten Karangasem Bali. 

Memasuki Desa Tenganan Pagringsingan, Rabu 25 Maret 2009, nuansa Bali sangat 
kental terasa. Maklum, desa ini adalah salah satu desa kuno Bali dengan 
penduduk asli Bali. Sebagai desa Bali kuno, warga desa Tenganan tidak mengenal 
perayaan Nyepi seperti warga Bali lainnya. 

Aktivitas tujuh ratus kepala keluarga di desa ini berjalan seperti biasa, 
terutama menenun kain dan menulis di atas kertas lontar. Dua pekerjaan ini 
memang sudah menjadi ciri khas penduduk setempat. 

Menurut Bendesa Adat Tenganan, Nengah Timur, warga di kampungnya adalah 
penganut sekte Dewa Indra. Berbeda dengan warga Bali lainnya yang merupakan 
keturunan Majapahit, jelas Nengah, warga Tenganan adalah Bali asli. "Sehingga 
kami tidak mengenal Nyepi," kata dia. 

Bahkan, warga desa pun tidak mengenal Pura Kahyangan Tiga, yaitu Tiga Pura yang 
harus dimiliki kampung di Bali sebagai warisan Mpu Kuturan dari Majapahit. 

Meski tidak melaksanakan Catur Brata Penyepian, umumnya warga Tenganan yang 
merantau akan pulang saat perayaan Nyepi. Keempat Catur Brata itu adalah empat 
aturan, yakni tidak bekerja, tidak menyalakan api, tidak bepergian, dan tidak 
bersenang-senang. 

Warga Desa Tenganan memanfaatkan Nyepi sebagai momen untuk berkumpul dengan 
keluarga sebagai bagian dari tradisi nenek moyang. "Juga untuk menghormati 
perayaan Nyepi warga Bali lainnya," kata dia. 



_______________________________________________
Hindu Dharma Mailling List [HDNet]
http://mx1.itb.ac.id/mailman/listinfo/hindu-dharma
http://www.mail-archive.com/hindu-dharma@itb.ac.id/
"Isi tulisan adalah tanggung jawab pengirim"