Sanisca
Mon, 08 Mar 2010 23:29:45 -0800
Om Svastyastu Biar Bli De tidak ngambul..tiang bantu jawab aja :D..walaupun "asjab" :D, asal jangan di kasi "jab" :D "desa yg memang sengaja diisolir dari dunia luar (begitulah kasarnya) oleh warganya, sehingga warga dan wilayah desa tersebut tidak expansi ke daerah lain" Rasanya ini salah kaprah tarzan..eh Bli De maksud tiang :).. Warga disana bisa bekerja di perantauan, tetapi tetap membanjar di Tenganan. Banyak sekali contohnya, kebetulan ibu tiang berasal dari sana, dan banyak sanak saudara tiang yg merantau ke Denpasar. Mungkin yg dimaksud di isolir adalah bagaimana mereka tetap berpegang teguh pada budaya asli. Bila kata : isolir ini tiang beri tanda kutip menjadi "isolir", maka "isolir" yang tiang beri contoh adalah bagaimana mereka menjaga agar trah Bali Age mereka tetap murni dengan melarang perkawinan dari luar desa. Jadi mereka hanya boleh menikah dengan orang 1 desa. Jadi bisa diartikan mereka mengisolirkan diri dalam perkawinan :) Untuk pertanyaan ke 2, tiang lempar handuk putih saja, sebelum Bli De memberikan jab-jab susulan. Mode double cover saja ah :D Om Shanti Sanisca -bayangkan bila semua relasi-relasi dalam 1 desa sudah pernah terjadi perkawinan, jadinya kawin dengan sodara sendiri dunk :D Date: Tue, 09 Mar 2010 11:51:47 +0800 > From: bro JAY <jaypunya...@gmail.com> > To: hindu-dharma@itb.ac.id > Subject: Re: [hindu] Desa Tenganan yang Tak Mengenal Nyepi > Message-ID: <20100309113839.9567.33514...@gmail.com> > Content-Type: text/plain; charset="ISO-8859-1" > > Oh ya, > ambo baru teringat pertanyaan yg sering bergelayut ( Tarzan kaleeee.. > bergelayut) > di kepala ambo.... yg rasanya belom mendapatkan jawabannya.. yaitu : > Kita ketahui Desa Tenganan bisa dikatakan desa yg memang sengaja diisolir > dari dunia luar (begitulah kasarnya) oleh warganya, sehingga warga dan > wilayah desa tersebut tidak expansi ke daerah lain....atau ke kabupaten > lain... > Yg menjadi pertanyaan adalah : > 1. Warga apa yg menempati kabupaten dan daerah lain di luar > dari Desa Tenganan ini? misalnya Kabupaten Badung, Tabanan, > Gianyar,..Buleleng , Jembrana dbs, ... (sebelum datangnya para keturunan > Majapahit ke Bali) > 2. Apakah sebelum datangnya keturunan Majapahit ke Bali, > kabupaten seperti Badung, Gianyar itu sepi tak ada orangnya..? > kewkwkwkwkwk... > Kemudian jika memang ada penduduknya,..dari mana asalnya? asli Bali > jugakah..? > > Pertanyaan ini muncul ketika tau sedikit sejarah warga asli Bali , > Tenganan yg memang tidak mengexpansi diri ke luar , tidak menjajah daerah > lain, dan cenderung tertutup dengan masuknya budaya dari luar... > > Tumben ambo doyan pelajaran sejarah,..biasanya suka bikin mata ngantuk kalo > di kelas... > wuuuaaahheemm.... oops sorry. > > dE > > > On Tue, 9 Mar 2010 11:17:07 +0800 "Karma, I Nengah [Kar]" < > ineng...@chevron.com> wrote: > ||Om Swastyastu, > || > ||Dari milist sebelah > || > ||Om Shanti 3Om > || > || > || > ||Desa Tenganan yang Tak Mengenal Nyepi > || > ||? > ||? Perayaan Nyepi > || > || > ||Ita Lismawati F. Malau | Kamis, 26 Maret 2009, 00:21 WIB > || > ||VIVAnews - Nyepi sebagai momentum waktu datangnya Tahun Baru Saka 1931 > tidak tampak dirayakan di di sebuah desa tradisional di Kabupaten Karangasem > Bali. > || > ||Memasuki Desa Tenganan Pagringsingan, Rabu 25 Maret 2009, nuansa Bali > sangat kental terasa. Maklum, desa ini adalah salah satu desa kuno Bali > dengan penduduk asli Bali. Sebagai desa Bali kuno, warga desa Tenganan tidak > mengenal perayaan Nyepi seperti warga Bali lainnya. > || > ||Aktivitas tujuh ratus kepala keluarga di desa ini berjalan seperti biasa, > terutama menenun kain dan menulis di atas kertas lontar. Dua pekerjaan ini > memang sudah menjadi ciri khas penduduk setempat. > || > ||Menurut Bendesa Adat Tenganan, Nengah Timur, warga di kampungnya adalah > penganut sekte Dewa Indra. Berbeda dengan warga Bali lainnya yang merupakan > keturunan Majapahit, jelas Nengah, warga Tenganan adalah Bali asli. > "Sehingga kami tidak mengenal Nyepi," kata dia. > || > ||Bahkan, warga desa pun tidak mengenal Pura Kahyangan Tiga, yaitu Tiga > Pura yang harus dimiliki kampung di Bali sebagai warisan Mpu Kuturan dari > Majapahit. > || > ||Meski tidak melaksanakan Catur Brata Penyepian, umumnya warga Tenganan > yang merantau akan pulang saat perayaan Nyepi. Keempat Catur Brata itu > adalah empat aturan, yakni tidak bekerja, tidak menyalakan api, tidak > bepergian, dan tidak bersenang-senang. > || > ||Warga Desa Tenganan memanfaatkan Nyepi sebagai momen untuk berkumpul > dengan keluarga sebagai bagian dari tradisi nenek moyang. "Juga untuk > menghormati perayaan Nyepi warga Bali lainnya," kata dia. > > > > ------------------------------ > > Message: 6 > Date: Mon, 8 Mar 2010 20:21:11 -0800 (PST) > From: Manikmas Ketut <kmanik...@yahoo.com> > To: hindu-dharma@itb.ac.id > Subject: [hindu] tirthayatra: kesan indah dibalik jubah dan kubah - > sebuah resume > Message-ID: <477417.4204...@web113719.mail.gq1.yahoo.com> > Content-Type: text/plain; charset=us-ascii > > om swastyasru, > kesan indah dibalik jubah dan kubah dalam tirthayatra itu dapat diresumekan > sbb: > > 1. keindahan dibalik jubah: > tiada kata haram, musrik, kafir, murtad ...atau kata-kata provokatif > pelecehan lainnya. semua kata-kata itu luluh dalam tirthayatra itu. sehingga > yang hadir pada saat itu hanya rasa damai dalam keheningan kita beda, tapi > tidak beda. > > 2. keindahan dibalik kubah: > pura-pura yang berlokasi disudut-sudut kesunyian dikelilingi kubah-kubah > tetap memancarkan aura sucinya tanpa terhalangi aura suci kubah-kubah. aura > itu seolah-olah menyatu diatmosfir saat itu dalam satu gelombang damai dan > hening. suksma. > om shanti,shanti,shanti,om > kmas > > > > > ------------------------------ > > _______________________________________________ > Hindu-Dharma mailing list > Hindu-Dharma@itb.ac.id > http://mx1.itb.ac.id/mailman/listinfo/hindu-dharma > "Isi tulisan adalah tanggung-jawab pengirim" > > End of Hindu-Dharma Digest, Vol 56, Issue 41 > ******************************************** > _______________________________________________ Hindu Dharma Mailling List [HDNet] http://mx1.itb.ac.id/mailman/listinfo/hindu-dharma http://www.mail-archive.com/hindu-dharma@itb.ac.id/ "Isi tulisan adalah tanggung jawab pengirim"