hindu-dharma  

Re: [hindu] Bunga-persembahan

kubon intaran
Tue, 09 Mar 2010 08:09:41 -0800

Makna persembahan dalam tradisi Buddha...

Persembahan Utama yang pertama adalah cahaya (lilin) yang secara universal
dikenal sebagai lambang kebijaksanaan, sedangkan halnya kegelapan yang
dihalaunya adalah lambang universal dari ketidak tahuan. Sementara
meletakkan lilin diatas meja-sembahyang, kita membacakan paritta sambil
mengungkapkan cita-cita atau niat kita untuk mengembangkan pengertian dan
kejernihan batin. 
Persembahan Utama yang berikut adalah bunga, yang dapat berartikan beberapa
hal. Dalam agama Buddha, bunga melambangkan kepemilikan dan kesenangan
duniawi sebab seperti kedua hal itu, walau indah bagaimanapun bunga akan
segera layu dan mati. Kita membayangkan hal itu sambil meletakkan bunga
diatas meja-sembahyang, dengan harapan membantu kita mengembangkan sikap
ketakterikatan pada kepemilikan dan kesenangan duniawi. 
Persembahan Utama yang terakhir adalah dupa. Pada zaman India kuno,
kebajikan selalu dilambangkan wangi-wangian, karena sama halnya dengan
wangi-wangian, kebajikan selalu harum dan dapat menyebar kemana-mana walau
jauh sekalipun. Di dalam Dhammapada, sebagai contoh, Sang Buddha bersabda:

    Bukanlah keharuman kayu cendana, tagara atau melati
    Yang menyebar menentang angin
    Tapi keharuman dari kebajikanlah
    Menyebarkan bau yang harum ke segala penjuru.

Dupa, karenanya, melambangkan kebajikan akan mengingatkan kita betapa
pentingnya kebajikan; mengingatkan kita untuk menambah kebajikan setiap kali
kita mempersembahkan dupa. Persembahan bunga, lilin dan dupa hendaknya
dilaksanakan sekurang-kurangnya seminggu sekali.

Sadhu,

Eka Mardika

-----Original Message-----
From: hindu-dharma-boun...@itb.ac.id [mailto:hindu-dharma-boun...@itb.ac.id]
On Behalf Of Jero Mangku Sudiada
Sent: 08 Maret 2010 22:02
To: hindu-dharma@itb.ac.id
Cc: suaraut...@yahoogroups.com; babadb...@yahoogroups.com
Subject: [hindu] Bunga-persembahan

Om swastyastu.
 
Para Darmika, Yovana anggota mailing list yang titiang hormati.
Bersama ini titiang sampaikan beberapa tutur tutur yang titiang dapatkan
sesuai dengan purana-lontar lontar yang ada.
 
1. Berkaitan dengan Agastya Purana.
2. Berkaitan dengan Brahma Purana.
3. Berkaitan dgn Lontar tutur gong Besi
4. Beberapa sumber lainnya inggih rarisang disimak.
 
Puniki dari Agastya-Purana.
AGASTYA PURANA.
 
KALINANYA : NIHAN IKANG KEMBANG TAN YOGYA PUJAKENA RING BATHARA : KEMBANG
HULERAN, RURU TAN INUDUH, KEMBANG SEMUTAN, KEMBANG LAYWAN-LAYWAN NARANYA
ALAWAS MEKAR, KEMBANG MUNGGAH RING SEMA, NAHAN TA LWIR MIN KEMBANG TAN YOGYA
PUJAKENE IRA,  MARAN SAPALA RUPA NIRA, APAN MAGAWE YE JANMA LAWAN IKAN WWAN
TUHAGANAMUJA NARANYA.
 
Inilah bunga yang tak patut dipersembahkan kepada bhatara, bunga yg berulat,
bunga yang gugur tanpa di guncang, bunga yang berisi semut, bunga yang layu,
yaitu bunga yang lewat masa mekarnya,  bunga yang tumbuh di kuburan, itulah
jenis jenis bunga yang tak patut dipersembahkan oleh orang yang baik budi.
bunga yang utama hendaknya dipersembahkan, supaya wajahnya sesuai dengan yg
diharapkan, sebab orang yg selalu memuja akan membentuk kelahiran dan
wajahnya.
 
Mudah mudahan ada gunanya.

Tidak ada virus ditemukan dalam pesan keluar.
Diperiksa oleh AVG - www.avg.com 
Versi: 9.0.733 / Basis Data Virus: 271.1.1/2730 - Tanggal Rilis: 03/07/10
23:34:00

_______________________________________________
Hindu Dharma Mailling List [HDNet]
http://mx1.itb.ac.id/mailman/listinfo/hindu-dharma
http://www.mail-archive.com/hindu-dharma@itb.ac.id/
"Isi tulisan adalah tanggung jawab pengirim"