hindu-dharma  

[hindu] Tumpek Landep Tirtha Pasupati & Usaha Menajamkan Pikiran

sudarma
Tue, 09 Mar 2010 18:36:43 -0800





 
Tumpek Landep
Tirtha Pasupati & Usaha
Menajamkan Pikiran
I Wayan Sudarma (Shri Danu D.P)-Bekasi
Oṁ Swastyastu
“srayan dravyamayad yajnaj
jnanayajnah paramtapa
sarvam karma 'khilam partha
jnane perimsamapyate” (BhagavadgītāIV.33)
Persembahan
berupa ilmu pengetahuan, Parantapalebih bermutu daripada persembahan materidalam
keseluruhannya semua kerja iniberpusat pada ilmu-pengetahuan, Oh Parta
Salah
satu hari suci agama Hindu yang cukup istimewa adalah Tumpek Landep yang jatuh
setiap 210 hari sekali tepatnya pada setiap hari Saniscara Kliwon wuku Landep.
Secara umum untuk merayakannya, masyarakat Hindu menggelar kegiatan ritual yang
khusus dipersembahkan untuk benda-benda dan teknologi, yang berkat jasanya
telah mampu memberikan kemudahan bagi umat dalam mencapai tujuan hidup. Utamanya
adalah benda-benda pusaka, semisal keris, tombak, sampai kepada kendaraan
bermotor, komputer, dan sebagainya.
Disamping
hal tersebut, sesungguhnya hari suci Tumpek Landep merupakan hari Rerahinan
gumi dimana umat Hindu bersyukur kepada Ida Sang Hyang Widhi  yang telah 
memberikan kecerdasan, pikiran
tajam serta kemampuan yang tinggi kepada umat manusia (Viveka dan Vinaya),
sehingga mampu menciptakan berbagai benda yang dapat memudahkan hidup termasuk
teknologi. Mesti disadari, dalam konteks itu umat bukanlah memuja benda-benda
tersebut, tetapi memuja kebesaran Tuhan. 
Sarana Upacara
Dalam
setiap upacara; maka keberadaan upakara tentu tidak dapat dikesampingkan,
demikian pula halnya ketika umat Hindu melaksanakan upacara Tumpek Landep ini. 
Adapun
sarana/upakara yang dibutuhkan dalam Tumpek Landep, yang paling sederhana
adalah canang sari, dupa, dan tirtha pasupati. Yang lebih besar dapat
menggunakan upakara Peras, Daksina atau Pejati. Dan yang lebih besar biasanya
dapat dilengkapi dengan jenis upakara yang tergolong sesayut, yaitu Sesayut
Pasupati.
Dari
berbagai jenis upakara tersebut yang terpenting barangkali adalah Tirtha
Pasupati; karena umat Hindu masih meyakini betapa pentingnya keberadaan tirtha
ini. Tirtha Pasupati biasanya didapat melalui Pandita atau Pinandita melalui
tatacara pemujaan tertentu. Tapi bagaimana halnya dengan individu-individu mat
Hindu, apa yang mesti dilakukan jika ingin mendapatkan Tirtha Pasupati? Bisakah
memohonnya seorang diri tanpa perantara Pinandita dan atau Pandita? Jawabannya 
tentu
saja boleh...!
Cukup
menyiapkan sarana seperti di atas (seuaikan dengan desa-kala-patra). Misalnya 
dengan
sarana canang sari, dupa dan air (toya anyar), setelah melakukan pembersihan
badan (mandi dsb). Letakkan sarana/ upakara tersebut di pelinggih/ altar/
pelangkiran. Kemudian melaksanakan asuci laksana (asana, pranayama,
karasudhana) dan matur piuning (permakluman) sedapatnya baik kepada leluhur,
para dewa dan Hyang Widhi, ucapkan mantra berikut ini dengan sikap Deva
Pratista atau Amusti Karana sambil memegang dupa dan bunga.
Mantra Pasupati:
Om Sanghyang Pasupati
Ang-Ung Mang ya namah svaha
Om Brahma astra
pasupati, Visnu astra pasupati, Siva astra pasupati, Om ya namah svaha
Om Sanghyang Surya
Chandra tumurun maring Sanghyang Aji Sarasvati-tumurun maring Sanghyang Gana,
angawe pasupati maha sakti, angawe pasupati maha siddhi, angawe pasupati maha
suci, angawe pangurip maha sakti, angawe pangurip maha siddhi, angawe pangurip
maha suci, angurip sahananing raja karya teka urip, teka urip, teka urip.
Om Sanghyang Akasa
Pertivi pasupati, angurip........
Om eka vastu avighnam
svaha
Om
Sang-Bang-Tang-Ang-Ing-Nang-Mang-Sing-Wang-Yang-Ang-Ung-Mang
Om Brahma pasupati
Om Visnu Pasupati
Om Siva sampurna ya
namah svaha 
Kemudian
masukkan bunga ke dalam air yang telah disiapkan
Dengan
demikian maka air tadi sudah menjadi Tirtha Pasupati, dan siap digunakan untuk
mempasupati diri sendiri dan benda-benda  lainnya.
 
Catatan: 
·           Titik-titik
pada mantra di atas adalah sesuatu yang mau dipasupati)-dalam hal ini adalah
air untuk tirtha pasupati. Dalam hal tertentu dapat dipakai mempasupati  yang 
lainnya..tergantung kebutuhan (tapi
tetap saya sarankan hanya untuk Dharma, karena jika akan dipakai untuk hal-hal
negatif maka mantra tersebut tidak akan berguna bahkan akan mencederai yang
mengucapkannya)!! 
·           Mantra
di atas bersumber dari lontar Sulayang Gni Pura Luhur Lempuyang, koleksi
pribadi.
 
Hakikat Tumpek
Landep
“api ched asi papebhyah
sarvebhyah papakrittamah
sarvam jnanaplavenai 'va
vrijinam samtarishyasi” (BhagavadgītāIV.36)
Walau seandainya engkau
paling berdosadiantara manusia yang memikul dosa
dengan perahu ilmu-pengetahuan inilautan dosa engkau akan seberangi
Setiap
hari suci agama umat Hindu sesungguhnya tak hanya sekadar rerahinan rutin yang
mesti dirayakan. Namun, didalamnya ada nilai filosofis yang penting dimaknai
dalam kehidupan sehari-hari. Tumpek Landep, misalnya, memiliki nilai filosofi
agar umat selalu menajamkan pikiran. Setiap enam bulan sekali umat diingatkan 
untuk
melakukan evaluasi apakah pikiran sudah selalu dijernihkan (disucikan) atau
diasah agar tajam? Sebab, dengan pikiran yang jernih dan  tajam, umat menjadi 
lebih cerdas, lebih jernih
ketika harus melakukan analisis, lebih tepat menentukan keputusan dan
sebagainya.
Lewat
perayaan Tumpek Landep itu umat diingatkan agar selalu menggunakan pikiran yang
tajam sebagai tali kendali kehidupan. Misalnya, ketika umat memerlukan sarana
untuk memudahkan hidup, seperti mobil, sepeda motor dan sebagainya, pikiran
yang tajam itu mesti dijadikan kendali. Keinginan mesti mampu dikendalikan oleh
pikiran. Dengan demikian keinginan memiliki benda-benda itu tidak berdasarkan
atas nafsu serakah, gengsi, apalagi sampai menggunakan cara-cara yang tidak
benar. Semua benda tersebut mestinya hanya difungsikan untuk menguatkan hidup,
bukan sebaliknya, justru memberatkan hidup. Dulu, keris dan tombak serta
senjata tajam lainnyalah yang digunakan sebagai sarana atau senjata untuk
menegakkan kebenaran, kini sarana untuk memudahkan hidup dan menemukan
kebenaran  itu sudah beragam, seperti
kendaraan, mesin dan sebagainya.
Sehingga
pada saat Tumpek Landep diupacarai dengan berbagai upakara seperti: sesayut
jayeng perang dan sesayut pasupati, dengan maksud untuk memuja Tuhan, dan lebih
mendekatkan konsep atau nilai filosofi yang terkandung dalam Tumpek Landep.
Landep = Lancip/
Tajam
Kata
Landep dalam Tumpek Landep memiliki makna lancip atau tajam. Sehingga secara
harfiah diartikan senjata tajam seperti tombak dan keris. Benda-benda tersebut
dulunya difungsikan sebagai senjata hidup untuk menegakkan kebenaran. Dalam
Tumpek Landep benda-benda tersebut diupacarai. Kini, pengertian landep sudah
mengalami pelebaran makna. Tak hanya keris dan tombak, juga benda-benda yang
terbuat dari besi atau baja yang dapat mempermudah hidup manusia, di antaranya
sepeda motor, mobil, mesin, komputer, radio dan sebagainya.
Sementara
secara konotatif, landep itu memiliki pengertian ketajaman pikiran. Pikiran
manusia mesti selalu diasah agar mengalami ketajaman. Ilmu pengetahuanlah alat
untuk menajamkan pikiran, sehingga umat mengalami kecerdasan dan mampu 
menciptakan
teknologi. Dengan ilmu pengetahuan pulalah umat menjadi manusia yang lebih
bijaksana dan mampu memanfaatkan teknologi itu secara benar atau tepat guna,
demi kesejahteraan umat manusia. Bukan digunakan untuk mencederai nilai-nilai
kemanusiaan.
“tad viddhi pranipatena
paripprasnena
sevaya
upadekshyanti te
jnanam
jnaninas
tattvadarsina” (BhagavadgītāIV.34)
Belajarlah
dengan wujud displin,dengan bertanya dan dengan kerja berbakti,
guru budiman yang melihat kebenaranakan mengajarkan padamu ilmu budi-pekerti
 
Oṁ Śāntiḥ Śāntiḥ Śāntiḥ Oṁ 
Materi:
Naskah Penyuluhan Hari Suci Tumpek Landep, Sabtu Kliwon 13 Maret 2010
Also posted in: http://isudarma.cyberdharma.net

"Om Namame smaranam Om Padame sharanam"
=======


________________________________
 Yahoo! Mail Kini Lebih Cepat dan Lebih Bersih. Rasakan bedanya sekarang!


      Akses email lebih cepat. Yahoo! menyarankan Anda meng-upgrade browser ke 
Internet Explorer 8 baru yang dioptimalkan untuk Yahoo! Dapatkan di sini! 
http://downloads.yahoo.com/id/internetexplorer
_______________________________________________
Hindu Dharma Mailling List [HDNet]
http://mx1.itb.ac.id/mailman/listinfo/hindu-dharma
http://www.mail-archive.com/hindu-dharma@itb.ac.id/
"Isi tulisan adalah tanggung jawab pengirim"
  • [hindu] Tumpek Landep Tirtha Pasupati & Usaha Menajamkan Pikiran sudarma