hindu-dharma  

[hindu] pengendali ego: sebuah nilai dlm tembang "eda ngaden awak bisa" 1

Manikmas Ketut
Fri, 12 Mar 2010 01:08:21 -0800

om swastyastu, 
matur rasa damai meajeng ring semoten sami sane dahat ketresnayang (salam damai 
kepada semua kerabat yang terkasih). 

pertama hanya bisa menyampaikan rasa hormat yang sangat mendalam kepada pengawi 
karya sastra itu yang memiliki makna yang sangat dalam membangun moral umat 
manusia utamanya dalam pengendali/pengontrol ego. tak terbayangkan, mungkinkah 
karya sastra sebesar itu bisa tercipta pada era hiruk pikuk ini dimana ego 
sedang menguasai pikiran? 

karya sastra sebesar itu hanya akan tercipta pada suasana tenang, damai dan 
hening pada diri seorang pengawi. suasana itu dapat diilustrasikan "dalam 
tempayan yang berisi air yang tenang-hening-jernih ...bayangan bulan akan 
tampak". hanya pada diri manusia (tempayan) yang alam pikirannya (air) tenang 
hening jernih, bayangangKU akan tampak. demikian juga karya-karya sastra besar 
semacam "eda ngaden ..." hanya akan tercipta pada seorang pengawi seperti air 
dalam tempayan itu, bukan saat-saat dimana ego sedang bercengkrama dengan 
pikiran.

Manakala ego sedang bercengkrama mesra dengan pikiran, pikiran menjadi lelap 
tertidur dipelukannya (ego) tembang itu dimakanai sebagai pembelenggu. dari 
sudut pandang itu, tembang "eda ngaden ..." sering disalahmaknakan dengan 
mengangap nilai luhur yang tersimpan dibaliknya cendrung membuat orang menjadi 
rendah diri. akhirnya nilai itu divonis membuat pewaris budaya menjadi kurang 
percaya diri, demikian ego menguasai pikiran. pada hal ...bersambung, jika 
hyang widhi memberkahi ...suksma.
catatan: hurup "a" diakhir kata bahasa bali berbunyi "e"
om shanti, shanti, shanti om
kmas.


      
_______________________________________________
Hindu Dharma Mailling List [HDNet]
http://mx1.itb.ac.id/mailman/listinfo/hindu-dharma
http://www.mail-archive.com/hindu-dharma@itb.ac.id/
"Isi tulisan adalah tanggung jawab pengirim"
  • [hindu] pengendali ego: sebuah nilai dlm tembang "eda ngaden awak bisa" 1 Manikmas Ketut