hindu-dharma  

Re: [hindu] [suarautara] Kisah Desa Tenganan I.

Ketut Wijaksana
Fri, 12 Mar 2010 05:54:57 -0800

Om Svastiastu,
Konon, kain geringsing bisa dipergunakan untuk menenangkan orang gila yang 
sedang mengamuk.
Suksma,

Ketut Wijaksana - Toko Dharma Laksana, Kedonganan, Bali - mobile: +62 87 861 
313 165 - website: www.pustakahindu.com

-----Original Message-----
From: Jero Mangku Sudiada <jeromangku_sudi...@yahoo.com>
Date: Fri, 12 Mar 2010 03:31:03 
To: <hindu-dharma@itb.ac.id>
Cc: <babadb...@yahoogroups.com>; <suaraut...@yahoogroups.com>
Subject: [suarautara] Kisah Desa Tenganan I.

TEMBOK SAKRAL YANG MEMBENTENGI DESA TENGANAN.
oleh : jeromangku_sudi...@yahoo.com.
Maaf niki wantah satua yg turun temurun di desa kami, kalau ternyata menyimpang 
dari keadaan yang sebenarnya ampurayang titiang
 
            Mari kita toleh sedikit kebelakang tentang sejarah, mudah mudahan 
dengan demikian kita bisa berjalan lebih lurus kedepan dengan berpegangan 
sejarah yang kita miliki karena bangsa yang besar mereka sangat menghargai 
sejarahnya, serta berani mengambil key point dari sejarah untuk dijadikan 
improvisasi, jangan sekali kali meninggalkan sejarah (Ja s me rah).
            Dari jaman dahulukala sampai dengan sekarang ini, Bali sngat kental 
dengan Sekterian, sampradaya, soroh, traag, terkadang masing masing sampradaya 
tersebut, hidup sejalan dami berdampingan saling mebutuhkan, tetapi tak jarang 
pula yang satu dengan yang lainnya bersaing dengan sehat, bahkan bersaing tidak 
sehat yang akhirnya berujung pada saling tikam, celah inilah yang merupakan 
jalan yang mulus bagi para penjajah untuk menaklukan Bali, bahkan permadani 
yang empuk bagi golongan misionaris untuk memancangkan pondasi betonnya di bali 
shg munculah suatu anekdot kini  ”BALI DALAM GENGGAMAN”...he.... banyak sekali 
yang sudah menyadari hal ini, dari dulu sudah banyak sekali menggunjingkan hal 
ini, Tapi hanya sebatas wacana kenyataannya nothing to 
do......he....he...sepertinya kita terhipnotis akan hal ini
Sebenarnya sudah beberapa dekade yang lewat, dibali sudah terjadi suatu 
peristiwa yang sangat pahit untuk dikenang, Bali saat tempo doeloe yg terdriri 
dari bebrapa sampradaya diantaranya Ciwaisme, Brahmaisme, Waisnawa, Ganapati, 
Budha, Indra, Prajapati, Bairawa, Saora. Konon  satu dengan yang lainnya 
kondisinya sudah dalam tarap persaingan yang tidak sehat shg kecerdasan 
emosionalnya lebih menonjol dari spiritual, satu dengan yang lainya saling 
tikam.
Dalam kondisi itulah munculah Mpu Kuturan, seorang bagawanta yang juga ahkli 
dalam tata negara dalam naungan Raja Masula Mesuli, berhasil menengahi dan 
memergerkan beberapa Sampradaya ini sehingga menjadilah 3 sampradaya yaitu Ciwa 
sidanta, Waisnawa, dan Buda, dengan ajaran yang terkenal dengan Desa Pekraman 
serta dengan konsept Kahyangan Tiganya ( Siapa sesungguhnya Empu Kuturan ) 
silahkanh ikuti sejarah Bali dan juga Babad Pasek, yang banyak menceritrakan 
kiprah dari Dang Hyang / Empu Kuturan ( nunas lugra titiang dumogi titiang tan 
keni cakrabawa)
            Sekarang apa hubungannya bdengan tembok sakral Desa 
Tenganan.............???
kemungkinan salah satu sekterian ( Indra) yang tetap teguh dengan pendiriannya 
akhirnya mengasingkan diri mengisolasi wargynya yang taat dengan sektenya itu 
menutup diri dengan dunia luar ( penguasaan bali ) yang saat itu mencapai 
puncak keemasannya (enteg bali).
Kisah terjadinya tembok sakral desa Tenganan......?
Disebuah kerajaan yang begitu masyur karena pada jaman ini telah banyak 
didirikan Parahyangan, mulai dari kahyangan tiga, Sad kahyangan sampai dengan 
Asta dewata, saat enteg Bali inilah telah dibangun sehingga konon saat 
itu diibaratkan Bali adalah Cetak birunya kahyangan (swarga katon )
Sang raja sangat gemar berkuda dengan kuda kesayanganya yang bernama Tangenan, 
konon katanya bila berkuda dengan kuda kesayanganya sang raja tersebut, menjadi 
ngelangenin, sehingga ogah untuk menyudahi berkuda.
Suatu hari kuda kesayangan sang raja  itu lepas dan hilang, sehingga berhari 
hari petugas istana mencari kemana gerangan kuda itu, akhirnya dikeluarkanlah 
sebuah bisama barang siapa yg menemukan kuda kesayangan sang raja tersebut akan 
diberi hadiah yg sangat menarik dari sang raja. Tiba tiba ada berita dari 
pedesaan yang menyatakan bahwa kepala desa tersebut telah menemui kuda sang 
raja, hanya saja penemunya berharap agar kiranya sang raja berkenan datang ke 
dusun tsb untuk melihat keadaan kudanya.
saking sayangnya sang raja dengan kudanya akhirnya bagindapun langsung minta 
diantar untuk datang kedusun tsb.
Sesampai di dusun tersebut, betapa kecewanya sang raja karena telah mendapatkan 
kudanya sudah mati dan mulai mebusuk, Namun sang raja sangat setya wecana 
setelah baginda yakin bahwa itu adalah benar kuda kesayangannya, maka beliaupun 
tetap memberikan hadiah kepada sang kepala dusun, kepala dusun memilih hadiah 
dari baginda raja yaitu sebuah pekarangan untuk tempat tinggal wargy yang 
diayominya, dan mohon kehidupannya dilepas dari Upetti penguasa Bali saat itu.
Pikir sang raja adalah sangat pantas kalau hanya sebidang tanah, apalagi untuk 
menampung wargynya sebegitu banyak,  pekarangan tersebut ditentukan sebatas 
terciumnya bangkai kuda yg sudah membusuk, maka sang rajapun merestuinya.
Akhirnya ditugaskanlah ponggawanya untuk menentukan batas pekarangan yang 
diminta oleh kepala dusun tersebut, ritatkala menentukan batas pekarangan yang 
dibatasi terciumnya bangkai kuda tersebut, kepala dusun tersebut sangat cerdik, 
sehingga digrondot ( maksudnya dikantongilah sedikit serpihan bangkai kuda tsb) 
s/d daerah yang dinginkan, sehingga wilayah dusun tersebut lumayan cukup luas, 
setelah terpenuhi area yang diinginkan, dibuanglah serpihan bangkai kuda 
tersebut sehingga tak tercium lagi.
Nah Batas area inilah kemudian yang disengker / ditembok sehingga menjadilah 
Desa Tenganan yang sakral dan terisolir dari pengaruh kerajaan Bali saat itu.
sehingga wajar pengaruh enteg Bali maupun nuansa Majapahit nyaris tak tersentuh 
oleh cultur dari luar, sehingga merekapun tidk merayakan Isaka warsa / Nyepi. 
Wajar ada beberapa ritual Hindu yang ada di Bali tidak masuk ke Dusun Tenganan 
ini.
            Selanjutnya ikuti Kain Khas ( Gringsing ) desa tenganan yang 
Harganya ratusan juta......
Apasih istimewanya /  misteri dibalik kain Gringsing 
Tenganan....................................?
 Ikuti kisah kain Gringsing dari Tenganan.


      New Email addresses available on Yahoo!
Get the Email name you&#39;ve always wanted on the new @ymail and @rocketmail. 
Hurry before someone else does!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/aa/
_______________________________________________
Hindu Dharma Mailling List [HDNet]
http://mx1.itb.ac.id/mailman/listinfo/hindu-dharma
http://www.mail-archive.com/hindu-dharma@itb.ac.id/
"Isi tulisan adalah tanggung jawab pengirim"