Manikmas Ketut
Fri, 12 Mar 2010 18:09:30 -0800
om swastyastu,
inilah belenggu sejatinya sepanjang sejarah kehidupan manusia dimana ego
terlampau diberikan keleluasaan menguasai sang diri sejati, sehingga ego itu
dituhankan. ego itu bagian dari sang diri sejati, dia tidak perlu dibabat habis
(paling dijinakan). salah kalau membabat habis ego, namun lebih salah lagi
(fatal) jika ego dituhankan atau dipercaya bahwa ego adalah tuhan? berlawanan
dengan prinsip mahatma gandhi kalau tidak salah sang pemegang obor perdamaian
pernah menyampaikan bahwa kebenaran itu adalah tuhan.
sepanjang ego dituhankan sepanjang masa itu juga tidak akan pernah ada
kedamaian. dalam situasi itu akan ada tindakan-tindakan yang sangat berlebihan
(over-acting, over-reacting), karena ego itu ibarat sebuah tempayan berisi air
mendidih. tindakan2 yang berlebihan itu bisa berupa pembelaan tuhan, yang tidak
perlu dibela, kata Gus Dur (alm). muncul keyakinan2 tuhan membantu berbuat yang
a-tuhan (bertentangan dengan sifat luhur-NYA). dari kandungan ego itu pula
terlahir paham eksklusif (exclusivisme) dalam bentuk kata provokatif bebrbau
pelecehan spt kafir, musrik, ...dstnya sehingga rasa damai tersingkirkan.
pola pikir semacam itu sebaiknya diubah dengan menyiramkan bibit kedamaian.
kata2 provokatif pelecehan lebih baik dilebur di dalam diri dengan cara
menghapus kepercayaan ego itu adalah tuhan? menjadi kebenaran itu adalah tuhan.
dari sisi-sisi indah inilah rasa damai itu bersambut gayung, ....indah memang
rasa damai tumbuh dari kesadaran dalam diri sendiri .....suksma.
om shanti, shant,shanti om
kmas.
________________________________
From: Ketut <ke...@infracell.net>wrote:
OSA,
petikan yang menarik, pendapat yang indah penuh rasa damai:
..."Tuhan yang ada di pikiran manusia rasional haruslah Tuhan yang netral, yang
terlepas dari "kebencian" pada satu kelompok atau sebaliknya memberikan
"kecintaan" pada kelompok lain. Apakah logis jika tuhan memiliki musuh ? ...
Tuhan seperti ini, menurut saya, hanyalah lahir dari angan2 manusia yang
dipenuhi ego. Memuja tuhan ini sama dengan memuja ego."
Jadi, dimana dan kapankah sebenarnya "era jahiliyah" itu ?
Santih,
----- Original Message ----- From: "Parwati Agung"
<agungparw...@yahoo.com>wrote:
> om swastiastu,
>
> benarkah berita itu atau sekedar nyari simpatisan?
> suksma//
>
> --- On Thu, 11/3/10, Karma, I Nengah [Kar] <ineng...@chevron.com> wrote:
>
> From: Karma, I Nengah [Kar] <ineng...@chevron.com>
>
> Om Swastyastu,
>
> Ada gunanya juga ngintip postingan dimilis sebelah.
>
> Masa senjata roket terkalahkan oleh mahluk 2 gaib serta doa 2
>
> Hari gini masih perang menggunakan doa 2
>
> Om Shanti 3 Om
>
>
_______________________________________________
Hindu Dharma Mailling List [HDNet]
http://mx1.itb.ac.id/mailman/listinfo/hindu-dharma
http://www.mail-archive.com/hindu-dharma@itb.ac.id/
"Isi tulisan adalah tanggung jawab pengirim"