sk mulia
Sat, 13 Mar 2010 20:13:24 -0800
Om Swastyastu
Luar biasa, suksma dahat Bu Agung.
Selamat merayakan Gudi Padwa kepada umat se-Dharma disana.
Dan selamat menunaikan Brata Penyepian buat umat se-Dharma di Nusantara maupun
semeton di negeri lain yang merayakannya jg.
Diiringi gemericik air taman, putri cening ayu versi wayan balawan dan semilir
angin di taman, membaca ulasan Gudi Padwa ini membuat saya benar2 bahagia di
minggu pagi yg cerah ini.
Jiahhhhh.... puitis bener.
Sambil menunggu tar sore mo mekiis, besok Ngrupuk dst, sy masih bingung nih
nyiapin anak2, kebayang deh gemana caranya merayu dan ngalemin mereka yg lg
lasak banget biar mau nyepi dulu seharian, terutama biar mau jauh2 dari PS Ben
10. Pokoknya listrik harus dicabut seharian.
Selamat berjuang, sy tunggu sharing Bapak2 muda yg lain setelah Nyepi nanti
hehehe
Rahayoe.
SK Mulia, Cibubur.
________________________________
From: Parwati Agung <agungparw...@yahoo.com>
To: hindu-dharma@itb.ac.id
Sent: Sat, March 13, 2010 3:00:58 PM
Subject: [hindu] Hari Raya Nyepi, Gudi Padwa, Saka Hindi
Om Swastiastu,
Bersamaan dengan hari raya Nyepi di Bali dan Indonesia pada bulan maret ini, di
India juga di rayakan hari raya Gudi Padwa, yaitu hari tahun Baru komunitas
Maharastra. Juga pada hari yang sama, 16 Maret, adalah Hindi Saka Warsa juga,
cuma beda tahunnya (Hindi Saka Warsa 1931).
dibawah ini saya coba menuliskan makna dari perayaan Gudi Padwa ini, di India,
khusunya di Maharastra.
GUDI PADWA
Perayaan Gudi Padwa
tahun ini jatuh pada tanggal 16 Maret 2010. Bertepatan dengan jatuhnya hari
raya Nyepi untuk umat Hindu di Bali dan Indonesia dan juga bertepatan dengan
tahun baru Saka sesuai dengan penanggalan kalender Hindi, India.
Gudi Padwa dikenal juga
dengan nama Ugadi. Tahun baru bagi komunitas Maharastra dimanapun mereka
berada. Ini merupakan hari yang sangat istimewa bagi mereka.
Gudi Padwa adalah tanda
hari pertama bulan Chaitra (blank e satu/pertama) pada penanggalan kalender
Hindu India. Perayaan ini juga melambangkan musim semi, bulan Vasant (Vaisakha).
Bunga bunga milai berkembang dan pohon buah buahan juga mulai berbuah dan musim
mangga pun tiba.
Hari raya ini juga
dirayakan oleh beberapa komunitas lainnya tetapi dengan nama yang berbeda.
Di Karnataka dan Andhra
Pradesh perayaan yang sama disebut Yugadi yang artinya awal dari satu era,
sedangkan pada komunitas Sindhi perayaan ini disebut Cheti Chand.
Tidak sedikit mitoogi
dan sejarah yang signifikan yang berkaitan dengan perayaan Gudi Padwa ini.
Sesuai dengan Brahma
Purana, yang merupakan yang tertua dan pertama kali di sebut Mahapurana, dunia
mulai pada hari ini. Brahma sesungguhnya menciptakan dunia pada hari Gudi Padwa
ini dan kehidupan pun mulai.
Hari raya Gudi Padwa sangat
spesial karena pada hari ini, dan pada setiap saat dianggap hari yang
menguntungkan.
”Gudi Padwa bagian dari
Sade Teen Muhurat sesuai dengan lunar kalender India.
Selama ini, matahari
dan bulan memancarkan sinar yang paling terang. Usaha apapun yang dimulai pada
hari ini akan membuahkan hasil yang baik.
Untuk alasan inilah perayaan Gudi padwa dipercayai sebagai hari untuk
membeli emas, perhiasan, perumahan, dll. Masyarakat percaya bahwa apapun yang
di beli pada hari Gudi Padwa ini akan memberikan keuntungan. Nilai barang yang
dibeli tidak akan menurun. Juga di percaya bahwa barang barang yang di beli
pada hari Gudi Padwa ini membawa keberuntungan.
Setiap tahun, kenaikan
harga emas, perak atau perhiasan mengalami peningkatan yang sangat
signifikan. Kebanyakan pembeli melakukan
transaksi pembelian untuk alasan tradisi.
Pada hari yang istimewa
ini, rumah rumah dibersihkan sebersih bersihnya untuk memulai tahun baru.
Secara tradisional,
mandi minyak dilakukan pertama kali di pagi hari. Minyak yang di pergunakan
dipercaya untuk meningkatkan sifat sattwa (sifat kebaikan) dan menurunkan sifat
rajas dan tamas (inertia). Mandi minyak bisa terjadi lebih dari satu jam,
termasuk pijat dan setelah itu minyak dibiarkan beberapa saat (paling sedikit
30 menit) untuk memberikan cukup waktu untuk pori pori kulit mengisap minyak
tersebut
dan mengedarkannya ke seluruh tubuh melalu peredaran darah. Setelah itu mandi
dengan air hangat.
Setelah mandi minyak
selesai, setiap tangga di pintu masuk rumah dihiasi dengan sedahan daun mangga
muda yang bagus, bunga bungaan yang berwarna merah. Warna merah di pergunakan
sebagai
tanda hari yang menguntungkan.
Pada hari ini, puja
dilakukan seperti biasa, di rumah rumah yang merayakan Gudi Padwa ini. Setelah
itu ‘Mahashanti’ dilakukan pada tahun
baru ini. Dimulai dengan pemujaan Dewa Brahma selaku Dewa yang bertanggung
jawab atas terciptanya bumi ini pada hari Gudi padwa ini.
Persembahan yagn
dipersembahkan kepada Dewa Brahma pada hari ini adalah berupa:
·
Davna (semacam pohon yang berbau semerbak).
·
Hom (api).
·
Havan (upacara pembersihan yang mempergunakan
api sebagai inti ritual).
·
Sesajen
Dikatakan bahwa dengan melakukan
upacara ‘shanti’ bisa membersihkan semua dosa dosa yang telah kita perbuat,
umur bertambah dan dipercaya juga, bisa hidup menjadi lebih makmur.
Dengan melakukan
pemujaan Sanvastar, semua dosa akan terbersihkan, umur lebih panjang, kehidupan
berkeluarga seorang perempuan juga bertambah panjang.
Gudi Padwa dipusatkan
disekitar “Gudi” (Brahmandhvaj: bendera Dewa Brahma), yang di puja pada hari
ini. Ada juga yang percaya bahwa bendera ini adalah bendera Dewa Indra
(Indradhvaj).
‘Gudi’ yang terbuat
dari selembar kain sutera warna terang (hijau atau kuning) diikatkan pada ujung
sebilah bamboo. Pada bamboo ini di ikatkan berbagai dekorasi termasuk permen
gula yang dibuat secara tradisional (untuk perayaan Gudi Padwa), daun intaran
(neem),
sedahan daun mangga yang muda dan bagus, kalungan bunga, pot yang terbuat dari
tembaga
diletakkan terbalik (menghadap ke bawah) pada ujung atas bambu menutupi kain
sutera. Inilah yang disebut Gudi. Gudi ini diletakkan ditempat yang menyolok
pada pintu masuk setiap rumah dan selalu diletakkan pada posisi tegak lurus,
simbul dari kemenangan Rama dan kegembiraan saat kembali ke Ayodhya setelah
mengalahkan Rahvana (kemenangan Dharma atas
Adharma).
Sehari setelah perayaan
dan seterusnya, pot copper itu dipakai untuk tempat air minum. Ini dipercaya
bisa memberikan gelombang prajapati yang didapat pada tembaga itu.
Rangoli yang berwarna
warni nan cantik pun di buat di lantai setiap rumah, pada perayaan Gudi Padwa
ini (bukan hanya pada perayaan Diwali saja). Warna warna tersebut terbuat dari
tepung beras dicampur dengan serbuk pewarna makanan.
Legenda mengatakan
bahwa:
Dikatakanlah, seorang
anak laki laki dari seorang Pendeta Brahmana yang mumpuni meninggal. Dewa
Brahma menyuruh Pendeta itu untuk membuat rangoli yang berbentuk serupa dengan
anak lelakinya yang telah meninggal. Kemudian Dewa Brahma memberikan kehidupan
pada rangoli yang paling pertama yang dibuat oleh Pendeta itu. Karena Gudi
Padwa adalah pemujaan Dewa Brahma, rangoli juga merupakan cirri khasnya.
Rangoli yang berwarna
cemerlang dan dalam posisi menari, juga berarti menyambut kedatangan Dewi
Lakshmi ke rumah dimana rangoli ini dibuat.
Rangoli biasanya dibuat
oleh para nyonya rumah, lama kelamaan para lelaki juga terlibat dalam proses
pembuatan rangoli. Motif telapak kaki
Dewi Lakshmi di gambar di depan pintu masuk rumah, ada juga motif Swastika,
Gajah, pohon asoka, dll. Kebanyakan rangoli
dibuat berbentuk simentrik, karena bentuk ini dipercaya sebagai simbul
keseimbangan dalam hidup. Dipastikan agar bentuk luar dari rangli harus
tertutup rapat. Tidak boleh ada celah untuk energ negative bisa masuk ke rumah
dan penghuni rumah.
suksma//
The INTERNET now has a personality. YOURS! See your Yahoo! Homepage.
http://in.yahoo.com/
_______________________________________________
Hindu Dharma Mailling List [HDNet]
http://mx1.itb.ac.id/mailman/listinfo/hindu-dharma
http://www.mail-archive.com/hindu-dharma@itb.ac.id/
"Isi tulisan adalah tanggung jawab pengirim"
_______________________________________________
Hindu Dharma Mailling List [HDNet]
http://mx1.itb.ac.id/mailman/listinfo/hindu-dharma
http://www.mail-archive.com/hindu-dharma@itb.ac.id/
"Isi tulisan adalah tanggung jawab pengirim"