Rovicky Dwi Putrohari
Tue, 20 Jun 2006 02:32:09 -0700
My note : Kalau membaca di Minergynews.com, terlihat ada sedikit keteledoran yg dilakukan di Banjarpanji-1. quote -- Dalam keterangan tertulis yang disampaikan Wakil Presiden Bidang General Affairs Yuniwati Teryana disebutkan, sesuai dengan program pengeboran yang telah disetujui, pipa 9 5/8 inci akan dipasang 15-20 kaki (4,5-6 meter) di dalam formasi Kujung. Formasi Kujung tersebut diperkirakan berada pada kedalaman 8.500 kaki (2.591 meter). -- end quote. Kalau melihat pengalaman sumur Porong-1, BD-1 dan 2 di offshore Madura (lihat publikasi di IPA) semestinya pemasangan pipa 95/8 inci ini dipasang "sebelum" (diatas) Formasi Kujung. Start Quote ---Desain ini dibuat berdasarkan pengalaman pengeboran sumur terdekat, yakni sumur Porong-1, di mana casing dipasang 50 kaki (15,24 meter) di atas formasi Kujung, telah menimbulkan masalah loss dan kick yang sangat sulit diatasi. Permasalahannya, sumur ini adalah sumur eksplorasi, di mana kedalaman formasi (lapisan batuan) tidak bisa diprediksi secara tepat, maka penentuan kedalaman pipa sangat ditentukan oleh tekanan aktual formasi dan kondisi lubang pada saat itu. -- End Quote Disinilah kontradiksinya. Kalau sesuai dengan pengalaman sumur Porong-1 semestinya pemasangan casing (selubung) dipasang "sebelum/diatas" formasi Kujung bukan didalam (dibawah batas atas) Formasi Kujung. Walaupun memang betul dalam pengeboran sumur eksplorasi kadangkala kedalamannya tidak mudah diprediksi, sehingga sering muncul keraguan menentukan batas atas ini. Namun sesuai dengan design sumur yg disebutkan diatas yang akan memasang selubung didalam (dibawah top) Formasi Kujung adalah kurang tepat. Kalau memang yg dilakukan saat operasi sesuai dengan design maka designnya-lah yang kurang tepat. Implikasinya tentunya dengan pemberi persetujuan design yg diterima EMP-Lapindo. Pengalaman sumur-sumur sebelumnya bisa dipakai sebagai bahan pembelajaran, dalam hal ini ada 5 sumur (Porong-1, KE11-e, KE-11, BD1 dan BD-2). Untuk menghindari komplikasi loss-kick yg disebutkan diatas, sumur BD-1 dan 2 bahkan melakukan dua kali (dua section), untuk mengatasi kick dan untuk mengatasi loss. Lihat artikel di IPA tahun 1990. Ada juga pernyatan Crist Newton di Press release EMP yg justru memberatkan EMP: Quote dr beberapa website ttg oil and gas EP --> "Mr. Chris Newton, President Director of ENRG said that "the Banjarpanji-1 well was drilling at a depth of 9,297 feet and while implementing standard well control procedures, the company observed steam, water and a minor amount of gas bubbling to the surface some 200 meters from the drilling location. The associated H2S smell from the surface emission necessitated an evacuation of people in the immediate vicinity." .... cut ..... "ENRG does not expect to lose the hole and while we are currently focusing on the current situation, we expect to complete the well in due course" Pernyataan press release itu akhirnya memberatkan EMP karena sudah jelas terjadi BO bahkan keluar steam buble 200 m dari wellhead gitu kok masih saja ingin mempertahankan sumur, ini jelas keliru mnurutku, dan sangat memberatkan karena dianggap serakah. Karena tidak mau mengalah meninggalkan Banjar Panji-1. Ya barangkali ini merupakan risiko sebagai CEO yg membawahi peusahaan yg sudah go public. rdp --------------------------------------------------------------------- ----- PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru----- Call For Papers until 26 May 2006 ----- Submit to: [EMAIL PROTECTED] ---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI Website: http://iagi.or.id Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta No. Rek: 123 0085005314 Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara Mulia No. Rekening: 255-1088580 A/n: Shinta Damayanti IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi ---------------------------------------------------------------------