Awang Harun Satyana
Tue, 08 Aug 2006 20:51:19 -0700
Pak Bambang, Umur karbonat Mudi 18-15 Ma (Tuban carbonate, bukan Kujung I/Prupuh), tetapi Kembang Baru dan Dermawu masing2 23 dan 21 Ma (Kujung I). Sistem2 karbonat di onshore utara ini umumnya punya seal Tuban shale (umur lebih muda dari 15 Ma) yang sangat baik, dan tak pernah tercampur atau minimal sekali mengandung material volkaniklastik seperti karbonat2 sezaman di onshore selatan (Porong, BP). Makin ke selatan, makin banyak impurities seal oleh material volkano-klastik. Diapiric fluids dari sedimen2 di bawah karbonat (sedimen Oligosen dan Eosen) kelihatannya tak mungkin sebab mereka diendapkan dalam kondisi normal, bukan rapid sedimentation seperti sekuen Pliosen dan Plistosen di wilayah ini. Kendeng Deep, tempat utama deposit sedimen turbidit ini, belum jadi deep-water area sebelum Miosen awal/Tengah (seperti halnya juga Bogor dan North Serayu Deeps di Jawa Barat dan Jawa Tengah). Salam, Awang -----Original Message----- From: Bambang Murti [EMAIL PROTECTED] Sent: Monday, August 07, 2006 4:28 PM To: iagi-net@iagi.or.id Subject: RE: [iagi-net-l] Pendapat IAGI u/ Lumpur Porong Pak Awang, Setuju dengan resume stratigrafi tersebut. Memang dulunya saat mau ngebor Porong-1, Huffco mempergunakan referensi dari hail paleontology yang di publish oleh Mobil pasca BD-1 yang mengatakan bahwa tidak ada time gap post carbonat-nya (ada dalam publikasi mereka di IPA, tahun 89/90?), cuma seingat saya itu kemudian direvisi dengan menyebutkan keberadaan hiatus besar tersebut. Cuma, sumur Porong-1 sudah keburu ditajak. Hasil ini yang kemudian mendorong Huffco saat mengebor sumur Porong-1 melakukan hot-shot paleontology analysis dan juga seismic while drilling (ini karena memprediksikan adanya abnormal zone disekitar 1500 msec). Hasil hot-shot analysis memang mengejutkan, karena prospek Porong menjadi sangat riskan terhadap seal failure dan trap integrity-nya sangat rentan. Dulu, Huffco berpendapat bahwa pada saat migrasi terjadi, si Porong build-up sudah ter-expose (seingat saya, litologi-nya sudah menjadi dolomit). Hasil seismic while drilling dipergunakan untuk prediksi top build-up, dan, ndak jelek-jelek amat hasilnya. Paleontology di Porong juga menunjukkan Pliosen didaerah tersebut sudah "wassalam"...atau tidak pernah diendapkan, atau totally gone. Mengapa hiatus sebesar itu bisa terjadi? Hmm, flattening ke arah barat menunjukkan sedikitnya 4000 feet sedimen telah hilang. Jadi, daerah subzone Solo disini pernah terangkat, lalu turun cepat skali pada saat Plistosen Bawah (untuk "banci"-nya, yah, dibilang "latest Pliocene") dan diisi oleh endapan-endapan laut dalam, diendapkan dalam waktu yang relatif singkat. Juga kalau dirunut kearah Barat lagi, kelihatannya sedimen-sedimen tersebut (Pucangan - Kabuh - Notopuro) merupakan suatu sistim "time transgressive". Barangkali pak Awang bisa share dengan model-model Kembang Baru, Grigis Barat, Mudi, etc? Umurnya kapan, sealnya juga kapan? Model subsurface yang disebut diatas yang menjadikan Huffco berpikir lead BP sharing seal risk dan trap integrity yang sama dengan Porong-1. Kalau diapiric fluid, mungkin kah asalnya justru dari sedimen-sedimen dibawah build-up tersebut? Barangkali dari Oligocene atau justru dari Eocenenya? Bambang --------------------------------------------------------------------- ----- PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru ----- Call For Papers until 26 May 2006 ----- Submit to: [EMAIL PROTECTED] --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI Website: http://iagi.or.id Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta No. Rek: 123 0085005314 Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara Mulia No. Rekening: 255-1088580 A/n: Shinta Damayanti IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi ---------------------------------------------------------------------