Yudi S Purnama
Wed, 18 Jul 2007 03:58:42 -0700
Pak Mino,
Saya merasa punya kapasitas yang minim untuk menjawab beberapa pertanyaan bapak
(setelah dijumlah jamleh ada empat). Tapi, saya merasa bisa menemukan jawaban
setelah diberi contohnya. Jadi saya sharing jawaban berdasarkan contoh saja
ya..
Nampaknya yang jadi inti masalah tersurat dalam statement contoh yaitu
".menjadi RANCU karena geologi sendiri tidak berada dalam fakultas yang sama..+
. Karena dengan sistem yg ada di ITB saat ini secara isi akan dapat MEMBATASI
perkembangan geologi menuju aplikasi .. " Nuansa pemikiran saya mengenai
pembagian dalam institusi akademik sangat minim, tapi menurut saya "apakah
merupakan suatu keharusan jika bidang geologi dan pengguna bidang terapannya
(dalam kasus ini adalah teknik pertambangan dan perminyakan) harus berada dalam
satu tubuh (fakultas) yang sama?"
Saya pakai analogi nih, ambil kasus yang sudah jelas berbeda fakultas dengan
prodi geologi, yaitu teknik sipil. Subject-matter bidang tersebut sudah pasti
ada irisannya dengan geological subject-matter dan bidang teknik sipil pastilah
membutuhkan 'jembatan komunikasinya' dengan bidang geologi, yaitu bidang
geologi teknik yang berada dalam prodi teknik geologi. Tetapi kalau calon
mahasiswa yang ingin jadi ahli geologi teknik tetap daftar ke prodi geologi, ya
kan?
Andaikan saja dulu prodi teknik sipil dan prodi teknik geologi berada dalam
satu fakultas yang sama dan dari prodi teknik geologi sudah menghasilkan
lulusan dengan minat khusus geologi teknik (biasanya tercermin dalam tugas
akhirnya dengan topik bernuansa geologi teknik). Lalu, beberapa periode
kemudian kedua prodi tersebut berpisah sehingga berada dalam fakultas yang
berbeda. Pada saat pemisahan tersebut terjadi, prodi teknik geologi juga tetap
menghasilkan lulusan dengan minat geologi teknik. Pertanyaannya apakah terbukti
bahwa kedua lulusan geologi dari kedua jaman tersebut semakin menurun
kualitasnya? Saya duga tidak..
Jadi Pak Mino, berdasarkan analogi tadi, saya pikir pemisahan fakultas itu
tidak berdampak negatif terhadap perkembangan bidang aplikasi geologi.
Syaratnya sepanjang tidak ada aturan administratif yang terlalu membatasi
interaksi para ahli dari kedua fakultas untuk mengembangkan riset bersama dan
dalam proses perkuliahan. Tapi kalau memang Pak Mino menemukan bahwa ada
indikasi konsekuensi dari pemisahan fakultas tersebut (tersirat / tersurat pada
keputusan rektor/dekan/lainnya..) yang akan berdampak negatif pada segala hal
dalam proses perkuliahan (contoh pengurangan mata kuliah yang justru perlu
diberikan) dan pengembangan riset bersama, wah gawat euy! (apakah ada
indikasinya?....) Sekian dulu jawaban saya.
Kahatur nuhun
Yudi S Purnama
----- Original Message -----
From: sanggam hutabarat
To: iagi-net@iagi.or.id
Sent: Wednesday, July 18, 2007 5:30 AM
Subject: Re: [iagi-net-l] Geologi ITB maju atau mundur
dulu saya dapat cerita kalo Teknik Explorasi yang di bagian Teknik Tambang
itu enggak ada yang ekivalennya di dunia lain dan harusnya itu bagian dari
Teknik Geologi...setali tiga uang dengan Fisika Bumi-GM-Teknik Geofisika..juga
mahasiswa Geologi kudu ambil kuliah di Biologi (taksonomi dll)..hehe makanya
beberapa dosen (guru besar) katanya punya pacar/istri? dari Biologi. Dulu
Teknik Geologi bagian Fakultas Industri...sekarang...malah saya enggak tahu
masuk Fakultas mana. Dulu tahun 81 Geokimia diganti oleh dosennya yang
progressif menjadi mata kuliah Medical Geology (...keren ya dan lagi
tren..berhubungan dengan Lingkungan Hidup). Dulu ada kritalografi yang puyeng
dengan 3-Dnya, sekarang katanya enggak wajib.. dll
Harus berubah memang...tapi bu/pa dosen tolong donk kalo bisa yang sederhana
bisa tepat guna dan tepat sasaran..ya jangan diubah dan dirumit2 kan dan
dibagi2 ...apa sih dasarnya dan tujuannya??? Please berikan kami info (atau Pak
Mino yang terburu-buru 'bocorin' ke IAGI?)
salam
shb
yang beruntung belajar di Geologi ITB
---
Rovicky Dwi Putrohari <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Just my 2 cents
On 7/17/07, Benyamin Sapiie wrote:
>
> Kembali pada pertanyaan saya pada rekan2 IAGI sebagai assosiasi profesi
> geologi: apakah perubahan yang terjadi di ITB itu perlu? positif atau
> negatif? Kenapa/apa dasarnya?: Apakah akan berdampak pada pendidikan umum
> geologi dalam jangka pendek dan jangka panjang? Apakah ini unik buat ITB
> saja?
Apakah perlu ?
Saya menjawab PERLU. perubahan itu keniscayaan, hanya saja perubahan
ke arah mana yang perlu kita coba arahkan. Seseorang yang kegemukan
perlu excerscise (gerak badan). Move yang dilakukan di ITB ini
tentunya menjadi sangat perlu ketika ITB ingin "bergerak".
Positip atau negatip ?
Wah .... Saya menjawab tidak tahu.
Akang Ben Sapiie jangan terburu-buru menilai positip atau negatip.
Wong dijalankan juga belum kok. Dampak atau impact dalam setiap
perubahan aturan pendidikan ini tidak pernah instant, ada jeda waktu
yg diperlukan.
Kenapa/apa dasarnya ?
Karena inisiasi proses baru dijalankan jadi saya belum bisa menjawab
pakah positip atau negatip. Tombol "enter" sudah dijalankan, proses
sedang berjalan. Kita bagian dari proses itu, sehingga kita mesti
berusaha untuk menjadikan positip.
Adakah dampak pendidikan umum ?
Saya jawab YA, pasti ada dampaknya. Perubahan itu "menggoyangkan"
untuk "membangunkan yang tidur, tetapi goyangan terlalu kuat akan
"shocking" (mengagetkan). Jadi dampak itu saya yakin akan ada,
sekarang karena sudah dilakukan (sudah terjadi) pinter-pinteran kita
untuk mengarahkan ke arah positip. Chance untuk berubah ke positip
atau negatip anggap saja 50:50, tergantung kita sendiri saja bagaimana
menghadapi dan menyikapinya.
Jangka pendek/jangka panjang
- Jangka pendek yang saya lihat "shocking" (mengagetkan) paling tidak
yang tercermin di mailist IAGI-net, tapi ini proses wajar dalam setiap
perubahan. Ada yang kaget, ada yang cuek, ada yang apatis dsb. Kitalah
yang memilih untuk bersikap. Saya menyarankan bersikap positip dalam
setiap perubahan.
- Jangka panjang yang saya harapkan akan muncul "learning process"
(proses pembelajaran).
Apakah unik untuk ITB saja
Waw ... tidak Kang Sapiie ... Sumpiih percaya deh di geologi UGM juga
sama. Saya tahun lalu ke UGM memberikan pandangan masa depan industri
migas ketika UGM akan membuat (memodifikasi) kurikulum. Setelah ada
perubahan ya sama saja. Ada yang kaget, ada yang ragu, ada yang
apatis, semua itu selalu saja ada Kang Ben.
Saya ngerti hal ini terjadi dimana karena saya juga mengikuti mailist
UPN, ITS dan UI, juga tentusaja UGM .... hanya saja saya didepak (di
ban) dari milisnya IA-ITB. Sorry sepertinya dalam hal ini IA-ITB lebih
tertutup ketimbang ikatan alumni institusi pendidikan lainnya, wuspt
malah ngritik nih .... sorry.
> Sebagai contoh simple, apabila seseorang yang berminat mendaftar untuk
> geologi aplikasi dalam MIGAS atau Pertambangan di ITB; akan menjadi rancu
> karena geologi sendiri tidak berada dalam fakultas yang sama dengan
> pertambangan, perminyakan dan geofisik. Hal ini sudah terjadi saat ini dan
> kekuatiran saya adalah untuk 10 tahun mendatang bukan saat ini. Karena
> dengan sistem yg ada di ITB saat ini secara isi akan dapat membatasi
> perkembangan geologi menuju aplikasi MIGAS dan pertambangan.
Kekhawatiran anda sangat beralasan. Apalagi anda merasakannya dari
dalam, aku yakin konsen anda valid. Hanya saja coba lihat sejarah
Jurusan Geologi ITB. Setiap berapa tahun melakukan perubahan seperti
ini ? Setiap berapa tahun memodifikasi kurikulum ? Periode-periode ini
mungkin bisa dijadikan titik-titik simpul momentum melakukan perubahan
selanjutnya. Nah apakah konsen anda 10 tahun mendatang tidak bisa
diubah ? atau malah berubah 5 tahun lagi sesuai dengan pengalaman
sejarah sepak terjang geologi selama ini ?
Saran saya, kita memang harus pinter-pinteran berdansa dansi dengan
perubahan irama lagu. Kita ini hanya pedansa, kita bukan disc-jockey.
Tapi kalau ngga bisa dansa jangan salahkan lantainya, kan ?
Salam
RDP
"kalau anda perhatikan barangkali saya sudah terlihat menjadi 'orang
praktis' yang melihat ke'kini'an, ketimbang menghawatirkan nantinya"
--
http://rovicky.wordpress.com/
----------------------------------------------------------------------------
Hot News!!!
CALL FOR PAPERS: send your abstract by 30 March 2007 to [EMAIL PROTECTED]
Joint Convention Bali 2007 - The 32nd HAGI, the 36th IAGI, and the
29th IATMI Annual Convention and Exhibition,
Bali Convention Center, 13-16 November 2007
----------------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------
Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com