R.P.Koesoemadinata
Tue, 09 Dec 2008 03:40:36 -0800
Jadi adanya gempa 500 tahun yang lalu tidak ada bukti sejarah. RPK----- Original Message ----- From: "Rovicky Dwi Putrohari" <[EMAIL PROTECTED]> To: <iagi-net@iagi.or.id>; "Forum Himpunan Ahli Geofisika Indonesia" <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Tuesday, December 09, 2008 2:35 PM Subject: [iagi-net-l] Gempa 6,9 Skala Richter Mengancam Bandung
Pak Awang, juga kawan lain mungkin Pak Koesoemadinata atau rekan-rekan P3G Bandung. Kalau benar 500 tahun yang lalu terjadi gempa besar di bandung. Adalah peninggalan sejarah (tulisan) mengenai gempa sesar lembang ini ? Sangat mungkin tulisan-tulisan kerajaan Pajajaran waktu itu ada yang mencatatnya. RDP ====== Selasa , 09 Desember 2008 , Peneliti Informasikan Siklus 500 Tahunan Gempa 6,9 Skala Richter Mengancam Bandung Ferri Amiril Mukminin LEMBANG, TRIBUN - Gempa berkekuatan 6,9 skala richter yang mengguncang sesar Lembang masih menghantui kawasan Bandung. Warga diminta untuk selalu waspada karena sesar lembang masih dalam status aktif hingga saat ini. Peringatan itu disampaikan peneliti geoteknologi LIPI, Dr Ir Eko Yulianto. Menurut hasil penelitian yang dilakukan dengan melihat kawasan endapan tanah yang terbentuk setelah gempa, sesar Lembang diperkirakan bergerak terakhir kali sekitar 500 tahun yang lalu, sementara siklus gempanya 500 tahunan. "Jika kita lihat dari hasil penghitungan umur tanah yang terbentuk, tanah ini terakhir bergerak sekitar tahun 1500, mungkin itu masih zaman kerajaan Demak dan Pajajaran," ucap Eko saat meninjau lokasi timbunan sesar Lembang di Desa Cihideung, Kecamatan Parongpong, Sabtu (7/12). Menurut Eko, dengan gempa berkekuatan 6,9 skala richter, kawasan Bandungbisa porak-poranda. Sebab, kata Eko, Bandung Raya dulu kala merupakan danauyang sangat luas yang mengalami perubahan menjadi kawasan dataran karena letusan lava yang mengalir dari Gunung Sunda Purba. Karena itu, tanahnyamengandung banyak lempung, dan apabila terjadi gerakan patahan guncangannyaakan terasa. "Jika kita ibaratkan tanah kawasan Bandung ini seperti bubur, apabila mangkuknya digoyang maka seluruh permukaan akan bergoyang," jelasnya.Saat ditanya kapan persisnya gempa yang bisa memorak-porandakan Bandung itu akan terjadi, hingga saat ini para peneliti selalu dihujani pertanyaan yangdinilai menggoda untuk diutarakan pihak mana pun. "Itulah pertanyaan yang selalu menggoda wartawan untuk diungkapkan. Hingga saat ini kita belum bisa memastikan kapan itu terjadi. Namun satu hal yangpasti, sesar ini aktif dan pernah bergerak 500 tahun yang lalu," ungkapnya.Menurut Eko, perlu digarisbawahi bahwa penimbunan proses tanah di bekas patahan Lembang sudah berlangsung setengahnya. Dengan kata lain, jika diasumsikan tanah tersebut bergerak sekitar 500 tahun yang lalu, berarti umur tanah yang mengalami proses sedimentasi sudah 250 tahun. Eko mengatakan, gempa bisa terjadi kapan saja karena tidak ada faktor pemicu dan belum ditemukan cara untuk melihat tanda-tanda akan datangnya gempa. Saat ini tepat di sesar Lembang tersebut dibangun sebuah perumahan dan rumah makan. "Kawasan ini memang sangat indah dan menggoda untuk dijadikan kawasan pemukiman. Namun di balik semua itu tersimpan ancaman yang kapan saja bisa terjadi. Saya menyebut kawasan ini sebagai mawar berduri," tutur pria yang sempat tinggal lama untuk studinya di negara Jepang ini. Eko menjelaskan, sesar Lembang adalah satu bentuk landmark geologis yang paling menarik di dataran tinggi Bandung dan ekspresi geomorfologi yang jelas dari aktivitas neotektonik di cekungan Bandung. Sesar Lembang secara morfologi diekspresikan berupa tebing (gawir) besar dengan dinding tebing menghadap ke arah utara. Bagian sesar Lembang yang dapat dilihat baik dari peta topografi dan terutama dari foto udara maupun citra satelit mempunyai panjang sampai dengan 22 kilometer. Dari timur ke barat, tinggi tebing sesar yangmencerminkan besarnya pergeseran sesar (baik loncatan vertikal/throw maupundislokasi) berubah dari sekitar 450-an meter di ujung timur (Maribaya, Gunung Palasari) hingga 40-an meter di sebelah barat (Cisarua) dan bahkan menghilang di ujung barat di sekitar utara Padalarang. Hampir seluruh dataran sisa danau Bandung Purba yang membentang dari timur ke barat teramati dengan jelas dengan latar belakang kompleks Gunung Guntur, Gunung Papandayan, Gunung Malabar, Gunung Patuha, ke arah utara terlihat dengan jelas jajaran Gunung Burangrang, Gunung Tangkuban Perahu, Gunung Bukit Tunggul. Gunung Burangrang, yang dipercayai merupakan sisa-sisa Gunung Sunda Purba,tampak mempunyai ekspresi topografi tersayat tajam, satu tahapan geomorfik tua.Pesan para peneliti LIPI kepada warga Bandung dan sekitarnya adalah waspadadan perhatikan langkah jika terjadi gempa. Contoh kecil pengalamannya diJepang adalah dengan bersembunyi di bawah meja yang kuat jika terjadi gempa."Jangan keluar dari rumah karena bahaya yang mengancam akan lebih besar. Bersembunyi di bawah meja merupakan hal yang pernah saya lakukan bersama istri saya ketika mengalami gempa di apartemen saya di Jepang," ujar Eko. Masyarakat, kata Eko, bisa menuntut pemerintah jika sosialisasi tentang ancaman gempa ini kurang diketahui. (fam) http://www.tribunjabar.co.id/artikel_view.php?id=26322&kategori=22 -------------------------------------------------------------------------------- serah-terima pp-iagi: senin sore, 13 oktober 2008 ketua umum: LAMBOK HUTASOIT sekjen: MOHAMMAD SYAIFUL pasukan sedang disusun, hanya satu IAGI... -------------------------------------------------------------------------------- ayo, segera pula siapkan utk PIT IAGI ke-38 dg tuan-rumah adalah PENGDA JATENG * mungkin di semarang * mungkin pula di solo * mungkin juga join dg HAGI dll. ----------------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI Website: http://iagi.or.id Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta No. Rek: 123 0085005314 Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara Mulia No. Rekening: 255-1088580 A/n: Shinta Damayanti IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi ---------------------------------------------------------------------DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall IAGI and its members be liable for any, including but not limited to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the use of any information posted on IAGI mailing list.--------------------------------------------------------------------- __________ NOD32 3244 (20080705) Information __________ This message was checked by NOD32 antivirus system. http://www.eset.com
-------------------------------------------------------------------------------- serah-terima pp-iagi: senin sore, 13 oktober 2008 ketua umum: LAMBOK HUTASOIT sekjen: MOHAMMAD SYAIFUL pasukan sedang disusun, hanya satu IAGI... -------------------------------------------------------------------------------- ayo, segera pula siapkan utk PIT IAGI ke-38 dg tuan-rumah adalah PENGDA JATENG * mungkin di semarang * mungkin pula di solo * mungkin juga join dg HAGI dll. ----------------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI Website: http://iagi.or.id Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta No. Rek: 123 0085005314 Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara Mulia No. Rekening: 255-1088580 A/n: Shinta Damayanti IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi --------------------------------------------------------------------- DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall IAGI and its members be liable for any, including but not limited to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the use of any information posted on IAGI mailing list. ---------------------------------------------------------------------