iagi-net  

[iagi-net-l] Gempa Teluk Tomini (6.0 Mw; 12 Desember 2008; 05.40 WITA)

Awang Satyana
Thu, 11 Dec 2008 17:01:03 -0800

Pak Elan, rekan saya di BPMIGAS, yang sedang berada di Luwuk, Banggai (Lengan 
Timur Sulawesi) bersama 14 rekan2 Divisi Eksplorasi BPMIGAS termasuk beberapa 
ahli geologi/dosen dari PSG (Pusat Survey Geologi) dan UPN, mengirimkan sms 
subuh tadi pukul 05.00 WIB bahwa mereka baru saja digoyang gempa.  
 
Rekan-rekan kami berada di sana sejak awal minggu ini dalam rangka melakukan 
"Ekspedisi Banggai" -suatu kegiatan lapangan yang dirancang untuk mempelajari 
deformasi hasil benturan antara micro-terrane dan implikasinya kepada sistem 
hidrokarbon. Di wilayah itu, sejak Miosen Atas, mikro-kontinen Banggai telah 
membentur Lengan Sulawesi Timur yang disusun oleh ofiolit. Benturan ini telah 
membuat deformasi imbrikasi-duplex yang sangat ketat. Tetapi, benturan ini 
telah membentuk foreland basin Banggai yang produktif dan telah mulai 
menghasilkan minyak sejak tiga tahun yang lalu (Lapangan Tiaka - JOB 
Pertamina-Medco Tomori). Lapangan gas telah ditemukan beberapa (Donggi, Senoro, 
Matindok, sedang dikembangkan untuk diproduksikan), temuan-temuan eksplorasi 
lainnya cukup menggembirakan.
 
Luwuk-Banggai adalah tempat terbaik dan paling mudah dicapai untuk mempelajari 
tektonik benturan (collision tectonics) dan implikasinya kepada hidrokarbon. 
Untuk itulah tim Ekspedisi Banggai BPMIGAS pergi ke sana.
 
Tentang gempa pagi tadi, memang wilayah ini sudah langganan digoyang gempa, 
baik akibat reaktivasi sesar Sula-Sorong yang berdivergensi menjadi beberapa 
cabang sesar saat memasuki Sulawesi Timur, maupun oleh sesar dextral Gorontalo 
yang mendekati Sulawesi Timur dari arah baratlaut. Gempa tadi pagi berhubungan 
dengan Sesar Gorontalo.
 
Di bawah ada detail data gempa berdasarkan release terbaru USGS. Momen tensor 
solution-nya menunjukkan bahwa gempa ini berhubungan dengan sesar mendatar 
dengan komponen sesar naik berjurus 85 BT dan kemiringan 79.
 
Plotting episentrum gempa pada peta tektonik menunjukkan bahwa gempa ini duduk 
di atas perpanjangan offshore Sesar Gorontalo, sebuah sesar mendatar dextral 
yang untuk pertama kalinya diajukan keberadaannya oleh Katili (1969). 
Keberadaan gempa ini tentu mengkonfirmasi pemikiran Pak Katili alm. tersebut. 
Walaupun gempa berlokasi di laut, fokus gempa dalam, magnitudenya tak terlalu 
besar, dan pematahannya bukan murni dip-slip, sehingga kemungkinan tidak 
disertai tsunami.
 
Beberapa tahun ke depan, diperkirakan wilayah ini akan diramaikan oleh kegiatan 
eksplorasi hidrokarbon, beberapa blok telah dirancang Ditjen Migas di perairan 
Teluk Tomini ini. Masalah gempa nantinya harus menjadi pertimbangan juga dalam 
setiap kegiatan eksplorasi-produkai hidrokarbon sebab wilayah ini termasuk 
wilayah aktif gempa.
 
salam,
awang
 
LAMPIRAN
 
Earthquake Details




Magnitude
6.0

Date-Time


Thursday, December 11, 2008 at 21:40:54 UTC 
Friday, December 12, 2008 at 05:40:54 AM at epicenter 
Time of Earthquake in other Time Zones

Location
0.112°N, 123.435°E

Depth
143.8 km (89.4 miles)

Region
MINAHASA, SULAWESI, INDONESIA

Distances
60 km (40 miles) SE of Gorontalo, Sulawesi, Indonesia
220 km (135 miles) SW of Manado, Sulawesi, Indonesia
1620 km (1010 miles) S of MANILA, Philippines
1980 km (1230 miles) ENE of JAKARTA, Java, Indonesia


Location Uncertainty
horizontal +/- 6.3 km (3.9 miles); depth +/- 3.8 km (2.4 miles)

Parameters
NST=261, Nph=366, Dmin=699.1 km, Rmss=0.99 sec, Gp= 22°,
M-type=regional moment magnitude (Mw), Version=6

Source


USGS NEIC (WDCS-D)


Event ID

us2008alb2


      
  • [iagi-net-l] Gempa Teluk Tomini (6.0 Mw; 12 Desember 2008; 05.40 WITA) Awang Satyana