Awang Satyana
Mon, 22 Dec 2008 23:04:08 -0800
Kita pasti sering mendengar istilah "Laurasia", tetapi belum tentu "Laurussia".
Istilah yang kedua kembali teringatkan ketika saya membaca sebuah artikel
tentang rekonstruksi paleotektonik Paleozoikum di edisi terbaru GSA Today
(Desember 2008), berjudul "The Rheic Ocean : Origin, Evolution, and
Significance" (Nance dan Linnemann, 2008).
Laurasia, kita pasti tahu, yaitu pasangan Gondwana dalam menyusun superkontinen
Pangaea, suatu superkontinen yang pernah hadir di Bumi pada Perem-Yura.
"Laurussia" bukanlah "saudara kembar" Laurasia, atau nama lainnya, tetapi ia
bisa disebut sebagai "ayah" Laurasia sebab ia ada sebelum Laurasia ada, di satu
wilayah.
Memang kita jarang mendengar atau menemukan istilah Laurussia. Tidak
mengherankan sebab semakin tua umur geologi semakin sedikit didiskusikan orang
baik dalam perbincangan maupun dalam literatur. Mengapa sedikit didiskusikan ?
Sebab sulit, datanya tidak mudah diperoleh, dan umumnya telah tertutup oleh
peristiwa geologi berikutnya. Tetapi, jelas, bahwa zaman yang lebih muda ada
karena adanya zaman yang lebih tua. Maka, "hormatilah yang lebih tua, jangan
hanya mengenal anaknya, kenali juga ayah ibunya atau yang lebih dahulu ada
daripada itu "(begitu kira-kira kalau di dunia pergaulan manusia).
Laurussia adalah sebuah superkontinen pendahulu Laurasia yang terbentuk pada
Paleozoikum Tengah (tepatnya : Devon) oleh benturan antara dua kontinen berumur
Kambrium, yaitu Larentia (saat ini kebanyakan bekas areanya menjadi
benua Amerika Utara) dan Baltika (saat ini kebanyakan bekas areanya menjadi
wilayah Eropa bagian barat). Bila ditarik lebih jauh lagi, Laurentia dan
Baltika masing-masing adalah pecahan-pecahan superkontinen pra-Kambrium yang
lebih tua lagi (Pannotia, Rodinia) yang hanyut ke arah equator.
Laurussia adalah sebuah superkontinen yang berlokasi di Equator. Endapan
terkenal yang berkembang di superbenua ini pada Karbon Bawah (Mississippian)
adalah "red sandstone" yang saat ini bisa ditemukan dengan mudah di Amerika
Utara dan Inggris. Laurussia pada Karbon Atas (Pensylvanian) wilayahnya antara
30 S - 30 U. Maka, kalau sekarang ditemukan endapan2 batubara berumur Karbon di
Amerika Utara dan Eropa Barat, yang mengindikasi wilayah tropis, kita tak perlu
heran sebab wilayah-wilayah itu pada Zaman Karbon pernah berada di wilayah
tropika.
Umur Laurussia sebentar saja, pada ujung Karbon superkontinen ini berbenturan
dengan Siberia dan jadilah Laurasia (Laurussia + Asia = Laurasia). Laurasia
kemudian pada Perem berbenturan dengan superkontinen di wilayah selatan Bumi,
Gondwana, membentuk superkontinen lain : Pangaea.
Pada Yura, Pangaea retak di bagian tengah, kembali memisahkan Laurasia dan
Gondwana. Pada Kapur Laurasia lenyap sebab ia terpisah menjadi Amerika Utara
dan Eurasia. Tetapi perpecahan terakhir ini (terakhir relatif atas zaman
manusia) sebenarnya perulangan Masa Paleozoikum sebab Amerika Utara tetap
memegang inti benua (craton) Laurentia, dan Eurasia tetap memegang inti benua
Baltika.
Kelak sejarah yang sama akan berulang seperti sebuah siklus, memang siklus
adalah mekanisme peristiwa-peristiwa Bumi.
salam,
awang