yanto R.Sumantri
Wed, 25 Nov 2009 06:07:40 -0800
> Udo Benar itu theorinya. Apa kita sudah begitu , silahkan nonton sendiri , bagaimana UU - 1945 di-ubek2 sampai tidak jelas lagi , apa itu sesuai dengan pancasila atau tidak. Selamat merenung. Si Abah Abah, > > Soal kepentingan negara dan rakyat, apapun sistim di suatu negeri , mau > liberal , sosialis atau apapun namanya ( Malaysia, negara2 Timur Tengah, > dll),ada yang namanya industri yang sifatnya strategis yang harus > dimiliki/ > dikuasai oleh Negara/ pemerintah,paling tidak dibawah pengawasan > negara,seperti misalnya industri senjata,kereta api, pos, sumber energi > di > tempat2 atau pulau2 , di tempat2 yang "remote", apalagi negeri kita > terdiri > dari pulau2yang satu dengan lainnya harus dihubungi oleh infra struktur... > kalau Negara/ pemerintah hanya mengandalkan sektor swasta yang pada > dasarnya melakukan kegiatan ekonomi dan pengembangannya dengan dasar > penghitungan ekonomik semata.... kapan itu tempat2 yang jauh dari ibukota > republik ini akan maju berkembang ..? > > Coba kita lihat bagaimana beberapa Negara di utara belahan bumi kita ini, > mulai dari Norwegia, Swedia ataupun Finlandia, mereka sangat berhasil > memanfatkan energi yang mereka miliki terbatas dll. > Karena antara lain pemerintahnya berhasil mengontrol penggunaan sumber2 > energi, minyak dan gas bumi, serta energi alternatve lainnya .... sebagai > energi strategis (mereka juga bukan Negara komunis....). Memang pada > dasarnya, proyek2 pembangunan bisa di laksanakan kalau proyek itu > feasible, > tetapi pengertian ekonomik bagi sector swasta/ investor di satu fihak dan > bagi pemerintah/ Negara di satu fihak lainnya sangatlah berbeda... > > YuYu > > ---Original Message----- > From: yanto R.Sumantri [mailto:yrs...@rad.net.id] > Sent: Tuesday, November 24, 2009 2:59 PM > To: iagi-net > Subject: RE: [iagi-net-l] Geothermal vs. Nuclear > > > > Akh Uda Uda > > Kayak ndak tahu ini > memang jaman sekarang ini jaman UUD 1945 yang ekonominya mementingkan > kepentingan negara dan rakyat ??? > Kan kita sudah sepakat untuk > menjadi negara liberal , kalau perlu lebih liberal dari pada amerika > serikat dan lebih demokratis dari pada Perancis . > Kan , kan kan jadi > jangan mimpi ada yang mau melakukan usahe binis kalau tidak menguntungkan > , Sebab kalau sampai tidak menguntungkan (walaupun itu diusahakn oleh > BUMN) , maka akan diprotes oleh rakyat sendiri ,Tokh TokhTokh > Yang penting kita harus dipuji sebagai negara yang paling demokratis lah > (katanya Dia tuuuh, hehehe). > > Si Abah (bukan komunis). > >>, Dear Basuki, >> >> Saya ikut nimbrung ya, > mengenai sumber energi geothermal ini... >> Anda betul Bas, , sudah > berapa lama kita2 ini di Pertamina khususnya >> menangani masalah > geothermal, dari mulai survey, drilling dst. tapi kok >> sampai > sekarang kayaknya kemajuan dalam penggunaan dan pemanfaatannya >> > sangat >> lambat... lambat sekali.... Masalahnya ada di tangan end > user nya yaitu >> PLN, karena penggunaan geothermal adalah untuk > membuat power plant / >> listrik...PLN itu kan juga punya > pemerintah, Pertamina begutu juga , jadi >> pembangunan power plat > di suatu tempat , pulau atau region di tanah air >> kita >> > ini, tidak selamanya harus feasible.... ada case2 tertentu dimana >> pemerintah >> harus membangun proyek yang keekonomiannya > mungkin saja kurang feasible, >> tetapi akan menghasilkan dampak > berantai di masyarakat setempat yang >> sangat >> > menguntungkan, seperti tenaga kerja, berkembangnya industri, roda >> pembangunan di daerah , juga yang jelas ada substitusi peggunaan > oil$gas >> oleh energi geothermal ini, yang arinya penggunaan > minyak kita bisa lebih >> hemat. Kalau saja proyek2 seperti > geothermal dan energi2 alternative >> lainnya >> bisa kita > lakukan, bisa kita perkirakan bahwa kita mungkin masih bisa >> > menghemat lebih banyak lagi oil& gas yang selam ini kita pakai > intuk >> pengadaan listrik , mungkin juga kita bisa kembali > mengekspornya ke luar >> negeri untuk mendapatkan devisa u/ > Negara..... >> >> Nah, duduk perkaranya dimana...? kita > tanya saja pada departemen yang >> berkepentingan yaitu > ESDM....(atau BUMN...?) , kan ada mentrinya ...? >> >> >> Salam >> YuYu >> >> >> puspoputro > [mailto:basuki...@yahoo.com] >> Sent: Tuesday, November 24, 2009 > 11:01 AM >> To: iagi-net@iagi.or.id >> Subject: Re: > [iagi-net-l] Geothermal vs. Nuclear >> >> >> > Ben dan rekan2 lain, >> >> Permasalahan penggunaan > energy geothermal, bukan pada teknologi atau >> jumlah >> > cadangan tetapi masalah keekonomian dan kebijakan, itu berjalan sejak > anak >> saya masih bayi sampai kini dimana anaknya anak saya sudah > sekolah di SD. >> Pengusahaan geothermal ujungnya adalah, terutama, > untuk pembangkit tenaga >> listrik. Nah listrik ini kerajaannya > PLN, artinya kalau anda menghasilkan >> listrik maka yang dapat > anda lakukan adalah menjual listrik kepada PLN >> atau >> > anda menjual ke pihak lain melalaui PLN (tolong yang ke dua ini > diluruskan >> oleh rekan yang lebih faham). Kalau PLN maunya beli > dengan harga tertentu >> (baca rendah) per satuan, dan kalau > ongkos produksi anda per satuan lebih >> tinggi dari harga yang > dimaui PLN, ya jual beli tidak dapat terjadi. >> Dengan >> > kata lain pengusahaan geothermal jadi seret berputar. Lebih berat lagi, >> lokasi sumber daya geothermal biasanya terpencil, jauh dari > industri yang >> membutuhkan listrik. Hal ini akan memperberat > keekonomian proyek >> bersangkutan. >> Kita dapat simak > lapangan geothermal yang sudah jadi, berproduksi uap >> untuk >> pembangkit listrik misalnya Kamojang dan Karaha Bodas. Kok > kelihatannya >> berkembangnya ya cukup lambat (semoga saya salah > lihat). >> Kalau dalam forum diskusi sih seperti biasa pasti > terdengar suara merdu >> seperti "siap bekerja sama", > menyambut baik, dapat dinegosiasikan dan >> sebagainya. >> > Jangan salah, saya berusaha turut mendorong pengusahaan / pemanfaatan >> panas >> bumi ini, tenaga saya yang makin tua dan ringkih > kelihatannya tidak tahan >> menghadapi panasnya uap bumi itu. Yang > lebih muda silahkan, hancurkan >> barikade yang ada, bangun > jembatan penghubung yang lebih membela >> kepentingan >> > bangsa secara keseluruhan bukan sektoral, dsb dsb. >> Silahkan > yang mengetahui duduk perkaranya yang mutakhir untuk di > "shared". >> >> Salam, >> > Yangkung >> >> --- On Tue, 24/11/09, Benyamin Sapiie > <bsap...@bdg.centrin.net.id> wrote: >> >> >> > From: Benyamin Sapiie <bsap...@bdg.centrin.net.id> >> Subject: [iagi-net-l] Geothermal vs. Nuclear >> To: > iagi-net@iagi.or.id >> Date: Tuesday, 24 November, 2009, 1:31 AM >> >> >> Rekan-2 IAGI, >> >> Seperti > kita sadari bahwa kebanyakan dari kita berkonsentrasi karir maupun >> penelitian untuk fossil fuel (non-renewable energy). Hanya sedikit > dari >> rekan2 atau diskusi kita dalam masalah energy lain yang > renewable misal >> dua sytem yaitu: nuclear and geothermal yang > lebih greener konon katanya. >> >> Indonesia sekarang > sedang giat menrencanakan akan membangun 4 reaktor >> nuclear > paling tidak akan beroperasi pada akhir tahun 2025. Anehnya kita >> > sebagai geologist mengetahui bahwa wilayah kita adalah bagian utama > dari >> ring of fire, dimana gunung api hampir ada disemua pulau > besar di >> Indonesia kecuali Kalimantan. Sehingga seyogyanya > kita harusnya sangat >> aktif dalam mengembang teknologi energi > geothermal. Bahkan saat ini >> teknologi geothermal berkembang > untuk memanfaatkan sumber panas hasil >> radioaktif decay dari > granit di kedalaman 3-4 km yang dikenal sebagai EGS: >> Enchacend > Geothermal System sebagai future geothermal energy (MIT study). >> > Hal ini dimungkinan dengan perkembangan teknologi pemboran saat ini. > Jadi >> negara lain (seperti America, Perancis dan Swiss) sibuk > mencari alternatif >> geothermal energy, kita yang kaya akan sumber > alam geothermal kelihatannya >> tidur saja. Saat ini kita hanya > punya 4-5 lapangan geothermal, dimana >> seharusnya kita sudah > punya banayak sekali yang mana dapat membantu >> meringankan beban > PLN. PLN mungkin sebenarnya menangis kalau ada customer >> baru > karena makin banyak minyak minyak yang harus dibakar.. >> >> Kenapa teknologi, eksplorasi maupun minat pemerintah tidak > berkonsentrasi >> di geothermal. Bagaiaman dengan potensi > geothermal kita? Apakah sedemikian >> buruk sehingga tidak ada > minat investasi. Apakah ini lebih bersifat >> politik? atau memang > ada hal lain yang lebih menguntungkan. Kenapa >> Nuclear? > perdebatan dan diskusi antara nuclear dan geothermal sudah sangat >> banyak di internet .. silahkan googling.. >> >> Saya > pikir, IAGI juga harus sudah mengaktifkan berdiskusi mengenai >> > alternatif energi dimana geologist bisa berperan. Terutama rekan2 yang >> bergerak digeothermal bisa sharing pengetahuan maupun pengalamannya > di >> bidang ini. >> >> Mana yang lebih baik buat > energi masa depan kita.. nuclear atau >> geohtermal. mungkin juga > ada yang lainnyas eperti blue energy misalnya >> ..hmm >> > >> Salam, >> >> Ben Sapiie >> >> >> >> >> >> > ---------------------------------------------------------------------------- >> ---- >> PP-IAGI 2008-2011: >> ketua umum: LAMBOK > HUTASOIT, lam...@gc.itb.ac.id >> sekjen: MOHAMMAD SYAIFUL, > mohammadsyai...@gmail.com >> * 2 sekretariat (Jkt & Bdg), 5 > departemen, banyak biro... >> > ---------------------------------------------------------------------------- >> ---- >> Ayo siapkan makalah....!!!!! >> Untuk > dipresentasikan di PIT ke-39 IAGI, Senggigi, Lombok NTB, 4-6 Oktober >> 2010 >> Deadline penyerahan makalah - 15 Februari 2010 >> > ---------------------------------------------------------------------------- >> - >> To unsubscribe, send email to: > iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id >> To subscribe, send email to: > iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id >> Visit IAGI Website: > http://iagi.or.id >> Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: >> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta >> No. Rek: 123 > 0085005314 >> Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) >> Bank BCA KCP. Manara Mulia >> No. Rekening: 255-1088580 >> A/n: Shinta Damayanti >> IAGI-net Archive 1: > http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ >> IAGI-net > Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi >> > --------------------------------------------------------------------- >> DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to > information >> posted >> on its mailing lists, whether > posted by IAGI or others. In no event shall >> IAGI or its members > be liable for any, including but not limited to direct >> or > indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from >> loss >> of use, data or profits, arising out of or in > connection with the use of >> any >> information posted on > IAGI mailing list. >> > --------------------------------------------------------------------- >> >> >> >> >> New Email > addresses available on Yahoo! >> Get the Email name you've > always wanted on the new @ymail and >> @rocketmail. >> Hurry > before someone else does! >> > http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/aa/ >> >> >> > ---------------------------------------------------------------------------- > ---- >> PP-IAGI 2008-2011: >> ketua umum: LAMBOK HUTASOIT, > lam...@gc.itb.ac.id >> sekjen: MOHAMMAD SYAIFUL, > mohammadsyai...@gmail.com >> * 2 sekretariat (Jkt & Bdg), 5 > departemen, banyak biro... >> > ---------------------------------------------------------------------------- > ---- >> Ayo siapkan makalah....!!!!! >> Untuk dipresentasikan di PIT > ke-39 IAGI, Senggigi, Lombok NTB, 4-6 Oktober >> 2010 >> > Deadline penyerahan makalah - 15 Februari 2010 >> > ---------------------------------------------------------------------------- > - >> To unsubscribe, send email to: > iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id >> To subscribe, send email to: > iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id >> Visit IAGI Website: > http://iagi.or.id >> Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: >> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta >> No. Rek: 123 > 0085005314 >> Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) >> Bank BCA KCP. Manara Mulia >> No. Rekening: 255-1088580 >> A/n: Shinta Damayanti >> IAGI-net Archive 1: > http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ >> IAGI-net > Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi >> > --------------------------------------------------------------------- >> DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to > information >> posted on its mailing lists, whether posted by IAGI > or others. In no event >> shall IAGI or its members be liable for > any, including but not limited to >> direct or indirect damages, or > damages of any kind whatsoever, resulting >> from loss of use, data > or profits, arising out of or in connection with >> the use of any > information posted on IAGI mailing list. >> > --------------------------------------------------------------------- >> >> > > > -- > _______________________________________________ > Nganyerikeun hate > batur hirupna mo bisa campur, ngangeunahkeun hate jalma hirupna pada > ngupama , Elmu tungtut dunya siar Ibadah kudu lakonan. > > > -------------------------------------------------------------------------------- > PP-IAGI 2008-2011: > ketua umum: LAMBOK HUTASOIT, lam...@gc.itb.ac.id > sekjen: MOHAMMAD SYAIFUL, mohammadsyai...@gmail.com > * 2 sekretariat (Jkt & Bdg), 5 departemen, banyak biro... > -------------------------------------------------------------------------------- > Ayo siapkan makalah....!!!!! > Untuk dipresentasikan di PIT ke-39 IAGI, Senggigi, Lombok NTB, 4-6 Oktober > 2010 > Deadline penyerahan makalah - 15 Februari 2010 > ----------------------------------------------------------------------------- > To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id > To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id > Visit IAGI Website: http://iagi.or.id > Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: > Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta > No. Rek: 123 0085005314 > Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) > Bank BCA KCP. Manara Mulia > No. Rekening: 255-1088580 > A/n: Shinta Damayanti > IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ > IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi > --------------------------------------------------------------------- > DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information > posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event > shall IAGI or its members be liable for any, including but not limited to > direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting > from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with > the use of any information posted on IAGI mailing list. > --------------------------------------------------------------------- > > -- _______________________________________________ Nganyerikeun hate batur hirupna mo bisa campur, ngangeunahkeun hate jalma hirupna pada ngupama , Elmu tungtut dunya siar Ibadah kudu lakonan.