Nana Djumhana
Wed, 10 Mar 2010 17:16:23 -0800
Prinsipnya isi tulisan tersebut sbb :1. Tidak ada pertentangan antara ayat Tuhan yang tertulis dalam Kitab Suci (ayat Qauliyah) dan yang tersirat di bumi dan alam semesta ini (ayat Kauniyah). Dasarnya QS Adz Dzaariyaat 20-21.
2. Kehidupan di bumi ini mengalami evolusi yang prosesnya dengan campur-tangan Tuhan (bukan teori evolusinya Darwin dan pengikutnya yang berdasar seleksi alam dan tanpa campur-tangan Tuhan), dari yang paling sederhana (virus) sampai yang paling sempurna (manusia Adam). Proses evolusi ini disinggung dalam QS Al Ankabuut 20, Al A'laa 1-3, Al Nabiyaa' 30, An Nur 45 dan Thahaa 53.
3. Asal-usul manusia yang diceritakan dalam Kitab Suci lebih ditekankan kepada manusia Adam dan keturunannya, karena Kitab Suci itu diperuntukkan bagi manusia keturunan Adam. Meskipun begitu, beberapa firman Tuhan seperti pada QS Al Baqarah 30 dan Al An 'am 133 menyiratkan adanya masyarakat manusia dari golongan/jenis lain sebelum kejadian Adam, sebagaimana dalam ilmu pengetahuan adanya kemunculan dan kepunahan jenis manusia mulai dari Australophitecus, Homo habilis, Homo erectus sampai Homo sapiens seperti manusia Neanderthal dan manusia Cro-Magnon.
4. Dalam hadits shahih Muslim, Nabi Muhammad SAW pernah menyampaikan tentang kejadian bumi dan seisinya : " ........dan (Allah) menjadikan Adam a.s. sesudah (waktu) ashar pada hari Jum'at (era terakhir penciptaan) setelah selesai tercipta seluruh makhluk, pada saat terakhir di hari Jum'at antara ashar dan malam". Kalender Yahudi menyatakan bahwa manusia (Adam) muncul di bumi 5754 tahun dihitung dari 1993 (5771 dari sekarang), sepertinya kurang sesuai dengan realitas. Banjir bandang pada jaman Nabi Nuh a.s. merupakan kunci kapan manusia Adam ada di bumi. Kejadian tersebut setelah Nabi Nuh berdakwah selama 950 tahun (QS Al Ankabuut 14), dan Nabi Nuh sendiri merupakan generasi ke-10 dari Nabi Adam (sejarah para Nabi), sehingga beda waktu antara banjir bandang dengan keberadaan Nabi Adam diperkirakan sekitar 2000 tahun. Dari sisi ilmu pengetahuan, (dalam artikel tsb didasarkan pada) hasil penelitian Delmas (1980), Neffel (1982) dan Berger (1984) bahwa pencairan es terakhir secara besar-besaran yang mungkin sebagai penyebab banjir bandang itu, terjadi pada sekitar tahun 8000 SM. Dengan demikian keberadaan Nabi Adam di bumi sekitar tahun 10,000 SM atau 12,000 tahun dari sekarang. Wallahu 'alam.
Salam, Nana----- Original Message ----- From: <yanto...@yahoo.co.id>
To: <iagi-net@iagi.or.id> Sent: Wednesday, March 10, 2010 6:39 PM Subject: Re: [iagi-net-l] Plato Gamping Ayamaru, Papua dan Hunian Prasejarah
Nana, Peminatnya banyak ada baiknya di posting saja disini (discan). Pertanyaan pertanyaan ini akan menarik kalau dibahas dengan santai.Misalnya Apakah benar asal muasal manusia dari hanya Adam dan Hawa? Atau orang Yahudi pada saat dan jaman itu menyederhanakan konsep karena pada saat itu pengetahuan manusia terbatas.Kalau melihat menyebarnya manusia purba di berbagai belahan dunia apa betul hanya ada satu pasang Adam dan Hawa? Dan hanya ada di tempat orang Yahudi bermukim?Kenapa kebudayaan Mesir dan Asia timur yang lebih tua tidak mengatakan Adam dan Hawa sebagai asal muasal manusia ciptaan Tuhan yang pertama?.Kalau mentok diskusinya yah sudah, harus kita terima secara dogmatis, sebab kemampuan manusia sangat terbatas.Terima kasih Nana Salam Yanto Salim Powered by Telkomsel BlackBerry® -----Original Message----- From: ukat.suka...@eniindonesia.co.id Date: Wed, 10 Mar 2010 08:58:50 To: <iagi-net@iagi.or.id> Cc: <iagi-net@iagi.or.id>Subject: Re: [iagi-net-l] Plato Gamping Ayamaru, Papua dan Hunian PrasejarahPak Nana, Kalau boleh, saya minta copy nya Pak. Terimakasih sebelumnya atas kebaikan Pak Nana. Salam, us "Nana Djumhana" <n.djumh...@petrochina.co.id> 03/10/2010 08:25 AM Please respond to iagi-net To: <iagi-net@iagi.or.id> cc:Subject: Re: [iagi-net-l] Plato Gamping Ayamaru, Papua dan Hunian PrasejarahPak Ukat, Saya pernah menulis hal ini dan dimuat dalam majalah Panji Masyarakat No. 760 halaman 38-41, yang terbit pada awal Juli 1993. Judul tulisan tersebut : "Benarkah Adam manusia Pertama (Kajian Asal Manusia berdasar Al-Quran dan Ilmu Pengetahuan)". Sayang tidak punya digitalnya, tapi kalau hard copy-nya masih ada. Wasalam, Nana----- Original Message ----- From: <ukat.suka...@eniindonesia.co.id>To: <iagi-net@iagi.or.id> Cc: <iagi-net@iagi.or.id> Sent: Wednesday, March 10, 2010 7:57 AM Subject: Re: [iagi-net-l] Plato Gamping Ayamaru, Papua dan Hunian PrasejarahSebetulnya Mas dari dulu saya cari2 jawabannya, dari Buku2 Islam dan Injil, tapi belum dapat, Kapan Nabi Adam mulai hidup? Sesudah Nabi Adam, lalu kapan Nabi Nuh hidup? Waktu Nabi Nuh ini, AirLautnaik sangat tinggi dan menggenangi Kontinen yang sudah lama terjemur. Sea Level dari Haq, pada umur Kapur, naik paling tinggi, para ahlimendugaini pada waktu umur Nabi Nuh. Tapi rasanya manusia muncul lebih mudadariumur Kapur. Lalu ada lagi Manusia purba? Kalau dia purba, apakah dia lebih tua dari Nabi Adam? atau apakah Nabi Adam pun termasuk....punten... purba juga? Salam, us anoms...@gmail.com 03/10/2010 07:08 AM Please respond to iagi-net To: iagi-net@iagi.or.id cc: Subject: Re: [iagi-net-l] Plato Gamping Ayamaru, Papua danHunian Prasejarah Harusnya ada jawabannya pak, dengan menyelaraskan agama dan sains. Iniygharus hati2 Sent from Warnet deket rumah -----Original Message----- From: ukat.suka...@eniindonesia.co.id Date: Wed, 10 Mar 2010 06:59:22 To: <iagi-net@iagi.or.id> Cc: <iagi-net@iagi.or.id> Subject: Re: [iagi-net-l] Plato Gamping Ayamaru, Papua dan Hunian Prasejarah Mana yah yang lebih tua, manusia purba atau Nabi Adam? Salam, us Awang Satyana <awangsaty...@yahoo.com> 03/10/2010 04:05 AM Please respond to iagi-net To: iagi-net@iagi.or.id cc: Subject: Re: [iagi-net-l] Plato Gamping Ayamaru, Papua dan Hunian Prasejarah Pak Oki, Terima kasih infonya; yang di Ayamaru jelas ada dan telah menjadi daerah penelitian paleoantropologist Juliette Pasveer yang publikasinya saya kutip (jurnal Modern Quaternary Research in SE Asia No. 17). Yang diOninseperti yang Pak Oki sebutkan adalah sesuai dugaan saya sebabbatugampingKais sama-sama terangkat di wilayah itu sehingga wajar sekali menjadiguakars yang pernah dihuni manusia purba, apalagi lokasinya di pantai yang sering menjadi area pertama migrasi manusia. Dua wilayah lain yang mesti dicurigai adalah gamping Kais di Misool (yang membentuk "geantiklin" Misool-Onin) dan Lengguru Belt. Info dari Pak Oki akan saya teruskan ke teman-teman saya para paleoantropologist. salam, Awang --- Pada Sel, 9/3/10, oki musakti <geo_musa...@yahoo.com> menulis: Dari: oki musakti <geo_musa...@yahoo.com> Judul: Re: [iagi-net-l] Plato Gamping Ayamaru, Papua dan HunianPrasejarahKepada: iagi-net@iagi.or.id Tanggal: Selasa, 9 Maret, 2010, 11:01 PM Pak Awang, Waktu saya ikut naik rig di sumur Ubadari 2 (Jaman merumput di Arcodulu),pernah diceletuki oleh John Salo yang jadi ops geo (atau oleh co-manya?)diajak untuk jalan-jalan ke pantai. Katanya dekat-dekat situ ada gua prehistoric cave yang ada jejak-jejak manusia purba. Kemungkinan lokasi yang yang beliau maksud adal di dataran karst Onin, disebelah selatan sumur dan bukannya di Ayamaru. Sayang, sampai ahir waktu saya di rig, tidak dapat kesempatan untukkaburke gua tersebut. Salam Oki --- On Tue, 9/3/10, Awang Satyana <awangsaty...@yahoo.com> wrote: From: Awang Satyana <awangsaty...@yahoo.com> Subject: [iagi-net-l] Plato Gamping Ayamaru, Papua dan Hunian Prasejarah To: "Eksplorasi BPMIGAS" <eksplorasi_bpmi...@yahoogroups.com>, "GeoUnpad"<geo_un...@yahoogroups.com>, "IAGI" <iagi-net@iagi.or.id>, "Forum HAGI" <fo...@hagi.or.id> Received: Tuesday, 9 March, 2010, 3:41 PM Bekas-bekas hunian manusia prasejarah (purba) yang punya industriperkakasbatu ditemukan di banyak tempat di Jawa, terutama di Pegunungan Sewu, Pacitan. Begitu banyaknya artefak berupa perkakas batu pernah ditemukandisini, sehingga menghasilkan istilah-istilah tertentu seperti kebudayaan Pacitanian atau industri Kali Baksoko. Kali Baksoko adalah sebuah kalidiwilayah ini tempat ditemukannya banyak artefak. Itu di Jawa, tempat paling banyak ditemukannya artefak perkakas batu. Kelihatannya saat bermigrasi dulu, para penghuni pertama negeri kita memilih Jawa sebagai pangkalan terakhirnya. Pemikiran ini disebabkan begitu banyaknya artefak ditemukan di Jawa, juga penemuan fosil-fosil tulang hominid atau manusia purba. Meskipun demikian, terdapat buktibahwabeberapa generasi manusia purba ini kemudian dari Jawa bermigrasi ketimurke Nusa Tenggara bahkan sampai Australia. Bagaimana dengan penemuan-penemuan arkeologi di pulau paling timur Indonesia : Papua, jarang sekali terdengar berita-berita tentang itu. Padahal, bila situs-situs hunian manusia purba banyak terdapat di topografi kars berupa gua-gua batugamping, seperti di Gua Pawon, Padalarang dan banyak sekali situs-situs arkeologi di gua-gua di Pegunungan Sewu, Pacitan; maka Papua dari segi tutupan batuan batugampingnya adalah kawasan yang paling luas di Indonesia (lihat publikasi Sukamto, 2000 tentang geologi regional Indonesia). Mengapa jarang terdengar penemuan arkeologi di Papua ? Ada duakemungkinan: (1) manusia purba memang sedikit sekali bermigrasi ke Papua dan (2) penelitian arkeologi jarang sekali dilakukan di Papua. Saya yakin alasan nomor dualah yang paling mungkin sebagai penyebabnya. Mengapa ? Di Papua Nugini (Papua New Guinea, PNG)) dilaporkan penemuan beberapa situshunianmanusia purba, terutama di kawasan pantai utaranya. Ini artinya bahwa Papua (Indonesia) mestinya pernah dilewati manusia purba ini dalam migrasinya dan bisa saja sebagian dari mereka pernah menetap di gua-gua Papua yang banyak terdapat. Penelitian-peneltian arkeologi untuk Papua, baik dilakukan olehahli-ahlinasional maupun dari mancanegara terbilang sangat sedikit bila dibandingkan penelitian-penelitian sejenis di area Indonesia Barat dan terutama Jawa. Misalnya, buku bagus, terbaru dan komprehensif tentang prasejarah Indonesia yang ditulis oleh ahli arkeologi terkenal Peter Bellwood (2000) ?diterjemahkan oleh PT Gramedia, hanya sedikit membahas prasejarah Papua; memang Belwood mengkhsuskan dirinya meneliti arkeologi Asia Tenggara dan terutama wilayah Indo-Malaya. Sebenarnya, aspek prasejarah Papua bisa sangat menarik sebab beberapa situs arkeologi telah ditemukan sampai ketinggian 4000 meter, yaitu di gua-gua gamping yang terdapat di Pegunungan Tengah Papua (Central Ranges of Papua) seperti dilaporkan oleh Hope dan Hope (1976 ? Man on Mt. Jaya, AA Balkema-Rotterdam). Tahun 1971-1973, Ekspedisi Australia-Indonesia untuk Gletsyer Carstenz di ketinggian 4000 meter pada tempat bernama Mapala Rockshelter menemukan tulang-tulang, artefak batu, abu dan cangkang-cangkang kerang. Saat ditera, artefak tersebut menghasilkanumur5440 tahun yang lalu (tyl). Hope dan Hope (1976) berdasarkan analisis palinologi di Ijomba Bog, masih di kawasan Pegunungan Tengah, juga menyimpulkan bahwa pada 10.500 tyl, ada manusia purba di kawasan iniyangmembuka hutan dengan membakarnya. Pembukaan hutan yang lebih tua dengan cara membakarnya juga ditemukan di Lembah Baliem yang sisa-sisanya menunjukkan umur 32.000 tyl (Haberle et al., 1991 ? Biomass burning in Indonesia and PNG ?fossil record, jurnal Palaeogeography, Palaeoclimatology, Palaeoecology 171). Situs arkeologi tertua di pulau Papua (termasuk PNG) masih dipegang oleh sebuah gua di pantai utara PNG di Semenanjung Huon denganartefak-artefakyang ditemukannya berumur 40.000 tyl (Groube et al. 1986 -40,000 year human occupation site-PNG, Nature 324). Sekarang kita lihat kawasan Papua paling barat yang sering disebutsebagaiKepala Burung. Penelitian terbaru dari ahli arkeologi Juliette Pasveer (2004 ?The Djief hunters : 26,000 years of rainforest exploitation ontheBird's Head of Papua, Modern Quaternary Research in SE Asia 17)menemukanhunian manusia purba berumur Plistosen-awal Holosen di kawasan kars batugamping Kais di Ayamaru. Kawasan topografi kars Ayamaru terbentuk sejak Pliosen setelah Sesar Sorong secara aktif mulai memengaruhi Cekungan Salawati padaMio-Pliosen.Sesar besar ini telah menjungkirbalikkan Cekungan Salawati sedemikianrupasehingga deposenter cekungan ini pindah dari sebelumnya di sebelahselatanmenjadi di sebelah utara sampai barat (Satyana, 2001, Dynamic Responseofthe Salawati Basin, Eastern Indonesia to the Sorong Fault Tectonism : Example of Inter-Plate Deformation : Proceedings PIT IAGI ke- 30, p. 288-291). Akibat pembalikan ini, maka secara isostatik bagian selatan (Misool) dan bagian timur (Ayamaru) cekungan terangkat, menyingkapkan batugamping Kais. Lalu kemudian, singkapan batugamping Kais di MisooldanAyamaru mengalami pelapukan dan erosi menghasilkan kawasan topografikarsseperti terlihat sekarang. Pada Plistosen Atas manusia purba mulai bermigrasi ke Papua melalui dua jalan, dari sebelah barat (Halmahera) (Belwood et al., 1998) atau dari sebelah selatan (Australia dan Aru) (Pasveer, 2007). Plato Ayamaru, yang membentuk topografi kars (foto udaranya bisa dicekdigoogle), terletak di bagian tengah Kepala Burung. Plato ini terangkat sampai saat ini ketinggiannya sekitar 350 meter di atas muka laut. Di dalam Plato Ayamaru terdapat tiga buah danau dangkal yang saling berhubungan. Satu danau terbentuk pada mid-Holosen, dua yang lain lebih tua lagi. Saat ini, penyebaran penduduk Ayamaru terkonsentrasi disekitarketiga danau ini. Situs arkeologi di Plato Ayamaru ditemukan di dua gua yang berkembangtakjauh dari ketiga danau itu. Kedua gua itu adalah Gua Kria dan Gua Toeyangterpisah sejauh 12 km. Gua Kria mempunyai sedimen setebal dua meter dengan stratigrafi yang tak terganggu deformasi. Pasveer (2004) membagi sedimen ini menjadi lima satuan hunian (occupation unit). Setiap satuan sedimen mengandung artefak-artefak berupa perkakas terbuat dari tulang dan batu, sisa-sisa hewan (terutama walabi hutan, di samping cangkang-cangkang moluska). Lapisan-lapisan itu dibedakan berdasarkan kuantitas artefak yang ditemukan. Umur lapisan-lapisan dari terbawah sampai teratas adalah sekitar 8000-1840 tyl. Di lapisan teratas sedikit ditemukan artefak dan sisa hewan, tetapi ditemukan bekas-bekas manusia yang dikubur. Tidak ada tanda-tanda bahwa penduduk Ayamaru masih menggunakan gua tersebutsebagaikuburan. Gua Toe berisi sedimen setebal 140 cm yang oleh Pasveer (2004) dibagi menjadi dua satuan. Stratigrafi sedimen agak kompleks karena lantai gua miring dan terdapat bekas nendatan (slump) atau runtuhan. Satuan sedimen bawah berumur paling tua 26.000 tyl (Plistosen) mengandung perkakasbatudan sisa hewan yang lebih memfosil dibandingkan satuan sedimen atas. Satuan sedimen atas yang umur paling mudanya sampai 3000 tyl mengangdung lebih banyak perkakas batu dan sisa-sisa hewan. Berdasarkan studi paleontologi dan zoologi, hewan Plistosen penghuni Gua Toe mestinya sejenis hewan yang saat ini hidup di ketinggian 1000 meter. Lalu mengapa mereka ditemukan di ketinggian yang jauh lebih rendah seperti Ayamaru (+ 350 meter) ? Unit berumur Plistosen di Gua Toe ternyata menceritakan beberapa kisah menarik tentang perubahan iklim setelah the Last Glacial Maximum.PeriodeLast Glacial Maximum ini terjadi sekitar 26.000 tyl. Selama periode ini temperatur menurun drastis. Hewan-hewan yang biasa hidup di ketinggian +1000 m melakukan penyesuaian dengan cara menuruni lereng mencari tempat yang relatif lebih hangat, maka mereka turun sampai wilayah Ayamaru(+350m). Zone-zone vegetasi yang biasa ditemukan di kawasan lereng-puncak pun turun sampai kaki pegunungan. Temperatur menghangat kembali sekitar 12.000-10.000 tyl dan telah menyerupai kondisi sekarang. Demikian sedikit kisah prasejarah manusia purba di Papua dan KepalaBurungyang jumlah penelitiannya masih sangat langka. Ditunjukkan pulabagaimanageologi dan paleoklimatologi dapat membantu analisis kawasan hunian manusia prasejarah bersama spesies-spesies fauna dan flora yang sezaman. Hanya dua gua di Plato Ayamaru yang baru diselidiki prasejarahnya,padahalbegitu banyak gua yang terbentuk di plato kars gamping ini. Kita punsamasekali belum melihat kars topografi batugamping Kais di Pulau Misool dan Semenanjung Onin yang pada Mio-Pliosen kedua wilayah ini sama-sama terangkat sebagai kompensasi isostatik saat bagian utara CekunganSalawatimakin tenggelam. Masih banyak sekali yang tersembunyi yang belum diketahui orang tentang Papua. Papua adalah paradise untuk penelitian, seperti kata Edward O. Wilson, ahli biologi terkenal, "Papua has lasted into the twenty-first century as largely a blank space on the map, and we will do well to treasure it for that." Papua : sebuah tantangan ! Salam, Awang Terhubung langsung dengan banyak teman di blog dan situs pribadi Anda? Buat Pingbox terbaru Anda sekarang! http://id.messenger.yahoo.com/pingbox/ Berselancar lebih cepat. Internet Explorer 8 yang dioptimalkanuntukYahoo! otomatis membuka 2 halaman favorit Anda setiap kali Anda membuka browser. Dapatkan IE8 di sini! http://downloads.yahoo.com/id/internetexplorer-------------------------------------------------------------------------------- PP-IAGI 2008-2011: ketua umum: LAMBOK HUTASOIT, lam...@gc.itb.ac.id sekjen: MOHAMMAD SYAIFUL, mohammadsyai...@gmail.com * 2 sekretariat (Jkt & Bdg), 5 departemen, banyak biro... -------------------------------------------------------------------------------- Ayo siapkan diri....!!!!! Hadirilah PIT ke-39 IAGI, Senggigi, Lombok NTB, 29 November - 2 Desember 2010 ----------------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI Website: http://iagi.or.id Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta No. Rek: 123 0085005314 Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara Mulia No. Rekening: 255-1088580 A/n: Shinta Damayanti IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi --------------------------------------------------------------------- DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall IAGI or its members be liable for any, including but not limited to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the use of any information posted on IAGI mailing list. ---------------------------------------------------------------------
-------------------------------------------------------------------------------- PP-IAGI 2008-2011: ketua umum: LAMBOK HUTASOIT, lam...@gc.itb.ac.id sekjen: MOHAMMAD SYAIFUL, mohammadsyai...@gmail.com * 2 sekretariat (Jkt & Bdg), 5 departemen, banyak biro... -------------------------------------------------------------------------------- Ayo siapkan diri....!!!!! Hadirilah PIT ke-39 IAGI, Senggigi, Lombok NTB, 29 November - 2 Desember 2010 ----------------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI Website: http://iagi.or.id Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta No. Rek: 123 0085005314 Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara Mulia No. Rekening: 255-1088580 A/n: Shinta Damayanti IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi --------------------------------------------------------------------- DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall IAGI or its members be liable for any, including but not limited to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the use of any information posted on IAGI mailing list. ---------------------------------------------------------------------