Teman-teman IAGI, 

 

Memang IAGI selalu menganjurkan supaya Pemeintah melakukan eksplorasi - 
eksplorasi dan sekali lagi eksplorasi. Tapi ini tidak cukup. Tidak ada gunanya 
eksplorasi kalau Pemerintah tidak memberikan harga yang wajar kepad industri. 
Bahkan sekarang, Pemerintah mematok harga rendah bagi K3S tetapi impor dengan 
harga tinggi. 

 

Untuk minyak dan batubara eksplorasi dan eksplorasi adalah benar karena kedua 
commodity energy tersebut berpacu pada harga pasar Internsional. 

 

Tidak demikian halnya dengan commodity yang lain seperti gas. Sebelumnya saya 
ingin menerangkan bahwa ada perbedaan besar antara harga gas pipa, yang 
disalurkan lewat pipa dan harga LNG. Harga LNG mahal sekali karena proses 
pembuatannya. Jadi gas alam dibuat cair dengan mendinginkan sampai minus 162 
derajat celcius. Dikapalkan dengan kapal pendingin khusus. Sampai ditempat 
ditransfer ke storage LNG, lalu diregassing untuk dipakai di Power Plant.  
Perlu dikemukakan bahwa pada waktu pembuatan LNG volume menjadi 600 kali lebih 
kecil dan pada waktu regassing kebalikan tejadi. Kalau semuanya diperhitungkan 
liquifaction, regassing dan transportation, secara kasar, harga gas pipa PLN 
Muara Karang  menjadi $21+/mmbtu.  

 

Pemerintah mematok harga gas pipa dari K3S untuk PLN di Jawa dan Sumatra 
Selatan dengan harga $5.80/mmbtu. 

 

Seandainya harga LNG diberikan kepada K3S, atau setengahnya saja, K3S akan 
aktif mencari gas yang masih terdapat banyak di Jawa berupa stranded gas, yaitu 
didaerah brownfield hingga produksinya bisa cepat. Demikian juga CBM di Sumatra 
Selatan yang memerlukan harga tinggi. Kegiatan eksplorasi akan otomastis tanpa 
perlu dianjurkan. Dengan harga tsb. K3S akan memasang infrastruktur jaringan 
pipa ke Power Plant.    

 

Sekarang dengan Pemerintah ikut-ikutan menetukan harga gas, ada 6 harga gas 
pipa, terjadi kekacauan. Di Jawa Timur, K3S dianjurkan eksplorasi. Setelah 
dapat gas tidak bisa dijual karena infrastruktur belum ada. 

 

Juga untuk Geeothermal, harga 9-12 cent/kwh yang ditawarkan Pemerintah masih 
terlalu rendah.  

 

Demikian juga dengan Energy Baru dan Terbarukan atau EBT. Kalau diluar Negeri 
seperti di Eropa, EBT maju karena mereka bersaing dengan harga BBM yang 
dikenakan pajak sampai 300%. Di Indonesia EBT disuruh bersaing dengan harga BBM 
yang disubsidi. Bagiamana bisa berkembang?   

 

IAGI juga perlu mengejar proyek2 yang berjalan ditempat sampai beberapa tahun.  
Contoh adalah tiga proyek LNG, IDD Chevron, Masela, dan Train 3 Wiryagar. 
Ketiga proyek besarnya mencapai $40+ billion. Jika ke-3 proyek ini dikembangkan 
pekerjaan geologi sangat besar termasuk seismik dan pemboran. IAGi perlu 
memberi input kepada Pemerintah ttg. perkembangan di luar negeri. Bahwa overun 
budget adalah umum. Bahwa akan ada kompetisi LNG dari Western Australia dan 
sekarang shale gas dari Canada dan USA. . Bahwa umpama perkembangan Chevron 
Gorgon di Australia mengalami overun of budget luar biasa hingga kemungkinan 
besar IDD ditunda karena dana akan di pakai di Gorgon dimana  sales kontrak 
telah ditandatangani. Sedangkan bagi Indonesia kalau IDD dibatalkan, LNG 
Bontang yang sekarang hanya terpakai  60%,  akan mengalami "kerugian". Demikian 
juga dengan Masela yang ditemukan bersamaan ditemukan Ichthys di Australia. 
Inpex Ichthys di Austrlia Barat telah mulai pembangunan sejak akir 2011 dan 
sekarang memerlukan dana tambahan yang cukup besar karena budget overun. 
Kemungkinan besar, dengan harga minyak yang anjlok, dana Masela akan dialihkan 
oleh Inpex ke Ichthys Ausralia. Indonesia gigit jari. 

 

Jadi selain eksplorasi yang perlu dikejar oleh IAGI, Pemerintah perlu 
diperingatkan untuk memberikan harga gas pipa yang wajar kepada K3S yang sudah 
puluhan tahun beroperasi di Indonesia. IAGI perlu memberi tau bahwa EBT adalah 
prioritas terakir. IAGI juga perlu memberikan input perkembangan E&P diluar 
Negeri sebagai masukan dalam penentuan proyek2 dalam negari.  

 

Sekarang tentang hal lain sama sekali. Saya ingin promosi ttg. kursus yang akan 
saya berikan di IPA minggu depan, tgl 15-19 December di Hotel Hilton, Bandung. 
Kursus dengan judul "Practical investment appraisal and business decision 
analysis in Petroleum Exploration and Production ". Kursus ini telah diberikan 
terus menerus selama 14 tahun. Jika ada yang berminat bisa langsung 
mendaftarkan di IPA, Ibu Anna tlp.021-515-5959 atau email: [email protected]. 

 

Salam,

 

HL Ong. 

 

From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of Bambang P. 
Istadi
Sent: Friday, December 5, 2014 12:19 AM
To: [email protected]
Subject: RE: [iagi-net] Pentingnya Eksplorasi --> was: Harga Minyak menyentuh 
level US$60

 

Ikut nimbrung Abah, pak Ong,

 

Masalah “Pentingnya Eksplorasi” dalam subjek diatas, mungkin kita musti 
melongok apa yang sedang terjadi dinegara-negara lain, seperti Mexico yang 
sedang melakukan reformasi industri migas, baik di upstream, mid-stream dan 
downstream. Konon produksinya turun, yang dulu mencapai 3.7 juta menjadi 
tinggal 2.5 juta bopd. Meskipun produksinya masih memenuhi kebutuhan dalam 
negeri dan masih export minyak ke US, tapi pemerintah Mexico merasa perlu 
melakukan reformasi dengan perubahan konstitusi yang telah disahkan akhir tahun 
lalu. Pemerintah Mexico saat inipun sadar hasilnya hanya akan dinikmati oleh 
pemerintah masa mendatang atau partai lain. Selama ini mereka menganut service 
contract,… kontrak jasa, berupa cost + fee yang tidak menarik bagi investor, 
tapi dalam format baru, akan ada PSC, joint venture dengan Pemex, dan investor 
bisa membukukan cadangan dll.

 

Contoh lain adalah Colombia yang melakukan reformasi kebijakan fiscal dan 
peraturan migas tahun 2003 yang merupakan insentif bagi investor. Hasilnya bisa 
dilihat sekarang, produksi minyaknya naik secara signifikan, hampir 2 kali 
lipat.

 

Bagaimana dengan Indonesia? Puncak produksi minyak terjadi di tahun 1977 dan 
1996 yang berbanding lurus dengan banyaknya jumlah sumur yang dibor, meningkat 
jumlah penemuan sekaligus naiknya produksi sehingga mencapai puncak. Saat ini 
penemuan lapangan baru, jarang dan kecil2, karena kegiatan ekplorasi menurun. 
Penemuan lapangan skala besar terakhir tahun 1992 (lapangan Banyu Urip Cepu).

 

Kalau kita kembali kecontoh Mexico, apa yang terjadi di Indonesia malah 
sebaliknya,… yang sedang hangat untuk kontrak baru adalah pilihan lain selain 
PSC dengan memberlakukan service contract. Selain itu masalah POD ring-fencing 
atau cost recovery per lapangan, tidak lagi per PSC. Apa dampaknya terhadap 
eksplorasi? Kemungkinan besar perusahaan minyak menjadi enggan melakukan 
eksplorasi, karena resiko explorasi tidak lagi bisa dicost recovery. Kalaupun 
bisa dicost recovery, jangka waktu yang panjang antara penemuan dengan 
komersialisasi bisa membuat perusahaan minyak goyah. Beberapa contoh jangka 
waktu lama antara lain Tangguh, Donggi-Senoro, Natuna D-Alpha bahkan sudah 
sekitar 30an tahun sejak penemuan. Dengan demikian, perusahaan hanya akan 
memproduksi apa yang sudah ditemukan saja, tanpa usaha explorasi. Soal lain 
adalah masalah tidak adanya depresiasi yang dipercepat. Perusahaan tentunya 
tidak akan meninggalkan sunk cost yang tinggi pada akhir kontrak karena tidak 
ada jaminan PSC bisa diperpanjang/ diperbaharui. Artinya tidak akan ada 
investasi baru pada 5 tahun sebelum masa kontrak berakhir.

 

Jadi, pentingkah eksplorasi? Mungkin saja tidak karena hal2 diatas membuat 
kegiatan eksplorasi tidak menarik, ie. Kontrak jasa, POD ring fencing, jangka 
waktu lama untuk komersialisasi, depresiasi tidak bisa dipercepat. Apalagi 
dengan issue2 lain seperti pajak bumi dan bangunan (pbb) blok explorasi, 
banyaknya perizinan, kurangnya data2 subsurface dll.

 

Adakah solusi? Seorang kawan bijak mengatakan “look at history”. Bayangkan pada 
tahun 1967-1968, Indonesia saat itu masih kacau, tidak aman, politik 
bergejolak, tidak ada infrastruktur,… tapi berhasil mengundang investor untuk 
masuk dan bereksplorasi. Diantaranya menemukan Arun dan Badak yang menjadi 
cikal bakal industry LNG di Indonesia. Bontang bahkan menjadi proyek LNG 
tercepat didunia yang selesai dalam 5 tahun. Duniapun kagum dengan Indonesia 
dan banyak yang datang belajar cara mengelola industri migas. Konon saat itu 
“everything was simple” managemen Pertamina memiliki wewenang untuk mengambil 
keputusan2 penting secara cepat. 

 

Mungkin saja dengan look at history, cara2 dan filosofi yang dianut pada pionir 
industry migas dimasa lalu bisa dijadikan refleksi kita untuk meningkatkan 
kegiatan eksplorasi dan masalah2 yang dihadapi IDD, Masela, Tangguh 3 bisa 
cepat terselesaikan, sehingga Indonesia tidak perlu impor LNG,.. Wallahu a’lam 
bi shawab.

 

Selamat berakhir pekan.

 

Salam,

Bambang

 

 

From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of yrs_nki - 
[email protected]
Sent: Thursday, December 04, 2014 12:48 PM
To: [email protected]
Subject: RE: [iagi-net] Pentingnya Eksplorasi --> was: Harga Minyak menyentuh 
level US$60

 

Kalau dulu berfikir spt yg disampaikam pal Ong adalah  berfikir secara 
holistik. Dulu sering diajarkan oleh lemhanas.Apa pemikiran ini sekarang maasih 
dianut ?

 

 

Sent from Samsung Mobile

 

-------- Original message --------

From: "yrs_nki - [email protected]" 

Date:04/12/2014 12:03 (GMT+07:00) 

To: [email protected] 

Subject: RE: [iagi-net] Pentingnya Eksplorasi --> was: Harga Minyak menyentuh 
level US$60 

 

Informasi yg sangat komprehensif pak 

Ong.teroma kasih.persoalam diatas hanya dapat dilihat..dipelajari oleh fihak 
yang dapat melihat persoaln oni secara menyeluruh. Ambil contoh harga gas yang 
dilpatpk oleh skk migas rendah. Ya krn menurit pod yang disepakati tentunya 
memberikan gvt ontake yg optimal dan juga untk k3s nya.Dengan demikian skk 
migas sudah.melaksanak.an.tugasnyal dengan.baik.Dan memang kenyataan yg 
menyakitkan adalah ego sektoral baik antar kementerian.daerah maupun ego2 
lainnya..bukan merupakan.lahann   dimana pemikiran yang diketengahkan.olh pak 
Ong dpt berkembamg dan mendapatkan dukunganndari.para pemegang kebijakan.  
Apakah saya terlalu pesimis ?

 

 

Sent from Samsung Mobile

 

-------- Original message --------

From: Ong Han Ling 

Date:04/12/2014 11:19 (GMT+07:00) 

To: [email protected] 

Subject: RE: [iagi-net] Pentingnya Eksplorasi --> was: Harga Minyak menyentuh 
level US$60 

 

Pak Daru,   

Menurut saya tidak hanya eksplorasi yang perlu digiatkan tetapi kita juga harus 
minta supaya harga yang diberikan kepada pelaku eksplorasi wajar. Dll.

Harga yang wajar akan mengiatkan eksplorasi jang sifatnya jangka panjang 
(grassroot exploration) tetapi juga akan mempunai efek jangka pendek dengan 
dikembangkan lapangan brownfield.  

Sebagai contoh saya ambil LNG yang didatangkan dari Bontang untuk PLN Muara 
Karang. Harga LNG kalau diekspor ke Taiwan dapat harga $17/mmbtu. Kita jual ke 
PLN dengan harga domestik $11/mmbtu. Perbedaan harga $6/mmbtu adalah harga 
subsdidi terselubung. Harga angkut LNG ke Jakarta dengan kapal pendingin minus 
160 derajat, $1-2/mmbtu. Sampai Tanjung Priok dijadikan kembali ke gas 
(regassing volume naik 600X) dengan harga $2/mmbtu. Pemasukan LNG dilewatkan PT 
Regassing Nusantara, perusahaan swasta yang pasti ingin untung, $2-3/mmbtu. 
Biaya operasi PLN $1-2/mmbtu. Supaya tidak bayar tanah yang mahal, Regasing 
dilakukan di offshore.Ini juga subsidi terselubung supaya tidak bayar sewa 
($0.50/mmbtu). Kita harus mengihitung keekonmian sebenarnya dengan 
menjumblahkan semua ongkos tsb. diatas. Jatuhnya lebih dari $22+/mmbtu. 

Dalam majalah Soc. of Petr. Eng. Java section, edisi Jan/Febr. 2014. saya 
menulis: "LNG for power generation is a luxury that Indonesia can't afford".

Padahal Kalau K3S punya gas dan dijual ke PLN di Jawa dan Sumatra Selatan, 
Pemerintah mematok harga $5.80/mmbtu. Pemerintah tidak rela memberi 
"keuntungan" lebih kepada K3S. 

Seandainya K3S diberi harga $22/mmbtu atau setengahnya saja, maka K3S akan giat 
mencari gas di Jawa maupun di Sumatra Selatan. Mereka akan pasang pipa ke Power 
Plant di Jawa. Di Jawa dan SumSel masih banyak stranded gas yang bisa 
dimanfaatkan asal harga cocok. Juga CBM yang memerlukan harga lebih tinggi 
dibandingkan dengan associated gas, yang sekarang sedang mandek, akan 
digiatkan.  

Menurut Jakarta Post minggu yang lalu, Pertamina telah menandatangani import 
LNG dari US dan Mozambik untuk tahun 2019/2020. Padahal projek IDD Chevron, 
Masela, dan Wiryagar Train3 sudah 3 tahun jalan ditempat. Kusunya untuk IDD 
Chevron dapat memanfaatkan langsung LNG  Bontang yang kapasitasnya sekarang 
hanya terpakai sekitar 60%; suatu penghamburan.

Ke-3 proyek tsb. memberikan investasi $40+ billion. Ini yang harus dikejar 
semua orang, termasuk IAGI, jika belum terlambat. Ini akan memberikan pekerjaan 
banyak orang karena untuk development pun masih perlu tambahan seismik yang 
banyak sekali, tambahan appraisal dan exploration drilling, belajar robotic 
pertama di Chevron IDD, offshore mapping, geotechnical, dsb.  

Sebagai pembanding, BKPM untuk mencari investor asing sebesar $300,000 pun 
harus mengemis dan pasang advertensi dimana-mana dan memberikan fasilitas2 
kemudahan. 

Demikian juga dengan Geothermal. Memang harga sudah dinaikkan dalam kurun waktu 
10 tahun terakir ini, yang tadinya hanya 3 cent/ kwh, sudah menjadi 9 sen dan 
sekarang 12 sen/kwh. Tapi untuk Geothermal harga ini masih terlalu rendah, 
hingga eksplorasi ogah-ogahan.

Demikian juga dengan bio-fuels. Diluar negeri biofuel bisa maju karena bersaing 
dengan harga minyak yang telah dikenakan pajak sampai 300%+. Di Indonesia 
biofuel harus bertanding dengan harga minyak yang disubsidi. 

Bahwa Pemerintah berani memberi harga tinggi untuk import dibandingkan produk 
dalam negari sudah berjalan lama sekali. Tahun 2000, IPA complain , mengapa 
harga gas di Jawa hanya dihargai sepertiga harga import diesel? 

Pemerintah sering mengambil jalan pintasnya. Umpama mendatangkan LNG dari 
Bontang yang tersedia, padahal sudah diperuntukkkan untuk eksport, daripada 
melakukan eksplorasi yang lama dan susah. Pemerintah memberi harga rendah 
kepada produk dalam negeri dan lebih senang import yang mahal. Mereka meragukan 
kemampuan geologist Indonesia.  

Tapi apakah ada kemungkinan bahwa Pemerintah betul? IAGI perlu membuktikannya.

Maaf kalau dalam tulisan ini ada yang tidak berkenan.   

Salam,

HL Ong



-----Original Message-----
From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of S. (Daru) 
Prihatmoko
Sent: Monday, December 1, 2014 5:25 PM
To: [email protected]
Subject: [iagi-net] Pentingnya Eksplorasi --> was: Harga Minyak menyentuh level 
US$60

Pak Ong dkk netterŠ (subject saya ganti agar relevan)

Terima kasih usulannya. Pentingnya eksplorasi (baik di migas maupun
minerba) sebenarnya sudah dan selalu kita suarakan, bahkan sejak jaman ADB
jadi Ketum-pun (awal 2000-an) seingat saya lagu ini sudah selalu
didengungkan ke berbagai penjuru (saya ingat ini krn bbrp kali ikut rapat
dengar pendapat dengan DPR, yg membawa isu ini). Penyampaiannyapun dengan
berbagai cara, baik via siaran press (seingat saya bbrp waktu lalu IAGI/
MGEI pernah bikin), melalui seminar/ workshop, atau menyuarakannya
langsung ke pejabat yg berkompeten. Bahkan saat ketemu Menteri ESDM bulan
lalu, hal inipun (eksplorasi berkelanjutan) saya sampaikan dengan
gamblang. Memang sudah seharusnya kita tidak boleh berhenti untuk selalu
menyuarakan ini - tapi adakah cara yg jitu yg langsung kena sasaran? Mohon
masukannyaŠ.

Tentang Pertamina sendiri, rasanya kita belum mendengar bahwa dari 4
Direktur tsb tidak ada yg mengurusi eksplorasi (atau sudah ada kabar ya?).
Saya yakin bahwa rekan-rekan di Pertamina pasti akan/ sudah memberi
masukan juga akan pentingnya eksplorasi ini - atau adakah usulan
³spesifik" yg bisa kita sampaikan?

Salam,
Daru

On 12/2/14, 2:05 AM, "Ong Han Ling" <[email protected]> wrote:

>
>Apakah tidak sebaiknya IAGI memberikan masukan dan pendapatnya kepada ESDM
>dalam hal-hal yang berhubungan dengan eksplorasi.
>
>HL Ong
>
>-----Original Message-----
>From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of
>[email protected]
>Sent: Sunday, November 30, 2014 4:36 AM
>To: [email protected]
>Subject: Re: [iagi-net] Harga Minyak menyentuh level US$60
>
>Tapi kalau sampai direktur E&P sampai tidak ada ... Ini Luar
>> Biasa Ngawur .
>>
>> salam
>
>=========================
>
>
>Kalau dg Ngawur jadi luar biasa ...............
>
>Mungkin karena problemnya di hilir maka hilir yg perlu
>diperkuat oleh orang orang hilir ,  biar kuat harus disemen
>makanya Dirutnya dari Pabrik Semen
>ISM
>
>
>
>
>
>> Dengan Hormat
>>
>> Yang saya baca memang baru ada 3 direktur dan belum ada
>> penjelasan tentang Directur E&P .
>>
>> Dwi Sutjipto masih belum menjawab akan perlu tidaknya ada
>> tambahan direksi atau tidak
>>
>> Tapi kalau sampai direktur E&P sampai tidak ada ... Ini Luar
>> Biasa Ngawur .
>>
>> salam
>>
>>
>>
>>
>>
>> On Wed, Jan 28, 2015 at 8:56 PM, R.P.Koesoemadinata
>> <[email protected]> wrote:
>>
>>>  Para netters belum ada yang berikan komentar mengenai
>>>  Direksi Pertamina
>>> baru?
>>> Kelihatannya Exploration & Production tidak lagi jadi
>>> core-business Pertamina, cenderung menjadi perusahaan
>>> perdagangan saja
>>> Apakah demikian?
>>> Wassalam'
>>> RPK
>>>
>>> ----- Original Message -----
>>> *From:* Eko Prasetyo <[email protected]>
>>> *To:* [email protected]
>>> *Sent:* Friday, November 28, 2014 1:42 PM
>>> *Subject:* Re: [iagi-net] Harga Minyak menyentuh level
>>> US$60/barel.
>>>
>>> Entah lah, saya mencium ini bukan harga "asli" tapi sudah
>>> harga "gorengan" On Nov 28, 2014 1:26 PM, "godang"
>>> <[email protected]> wrote:
>>>
>>>>
>>>> OPEC Tahan Produksi, Harga Minyak Anjlok di Bawah US$
>>>> 70/Barel via @detikcom
>>>>
>http://finance.detik.com/read/2014/11/28/105802/2761864/1034/opec-tahan-pr
>od
>uksi-harga-minyak-anjlok-di-bawah-us-70barel>>> Powered by Telkomsel
>BlackBerry®
>>>
>>>
>>> ----------------------------------------------------
>>>
>>> ----------------------------------------------------
>>> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
>>> Hubungi Kami: http://www.iagi.or.id/contact
>>> ----------------------------------------------------
>>> Iuran tahunan Rp.250.000,- (profesional) dan Rp.100.000,-
>>> (mahasiswa) Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
>>> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
>>> No. Rek: 123 0085005314
>>> Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
>>> Bank BCA KCP. Manara Mulia
>>> No. Rekening: 255-1088580
>>> A/n: Shinta Damayanti
>>> ----------------------------------------------------
>>> Subscribe: [email protected]
>>> Unsubscribe: [email protected]
>>> ----------------------------------------------------
>>> DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to
>>> information posted on its mailing lists, whether posted by
>>> IAGI or others.
>>> In no event shall IAGI or its members be liable for any,
>>> including but not limited
>>> to direct or indirect damages, or damages of any kind
>>> whatsoever, resulting
>>> from loss of use, data or profits, arising out of or in
>>> connection with the use of
>>> any information posted on IAGI mailing list.
>>> ----------------------------------------------------
>>>
>>> >
>>>
>>> ----------------------------------------------------
>>>
>>> ----------------------------------------------------
>>> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
>>> Hubungi Kami: http://www.iagi.or.id/contact
>>> ----------------------------------------------------
>>> Iuran tahunan Rp.250.000,- (profesional) dan Rp.100.000,-
>>> (mahasiswa) Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
>>> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
>>> No. Rek: 123 0085005314
>>> Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
>>> Bank BCA KCP. Manara Mulia
>>> No. Rekening: 255-1088580
>>> A/n: Shinta Damayanti
>>> ----------------------------------------------------
>>> Subscribe: [email protected]
>>> Unsubscribe: [email protected]
>>> ----------------------------------------------------
>>> DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to
>>> information posted on its mailing lists, whether posted by
>>> IAGI or others.
>>> In no event shall IAGI or its members be liable for any,
>>> including but not limited
>>> to direct or indirect damages, or damages of any kind
>>> whatsoever, resulting
>>> from loss of use, data or profits, arising out of or in
>>> connection with the use of
>>> any information posted on IAGI mailing list.
>>> ----------------------------------------------------
>>>
>>>
>>
>> ----------------------------------------------------
>>
>>
>>
>> ----------------------------------------------------
>>
>> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
>>
>> Hubungi Kami: http://www.iagi.or.id/contact
>>
>> ----------------------------------------------------
>>
>> Iuran tahunan Rp.250.000,- (profesional) dan Rp.100.000,-
>> (mahasiswa)
>>
>> Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
>>
>> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
>>
>> No. Rek: 123 0085005314
>>
>> Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
>>
>> Bank BCA KCP. Manara Mulia
>>
>> No. Rekening: 255-1088580
>>
>> A/n: Shinta Damayanti
>>
>> ----------------------------------------------------
>>
>> Subscribe: [email protected]
>>
>> Unsubscribe: [email protected]
>>
>> ----------------------------------------------------
>>
>> DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to
>> information
>>
>> posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or
>> others.
>>
>> In no event shall IAGI or its members be liable for any,
>> including but not limited
>>
>> to direct or indirect damages, or damages of any kind
>> whatsoever, resulting
>>
>> from loss of use, data or profits, arising out of or in
>> connection with the use of
>>
>> any information posted on IAGI mailing list.
>>
>> ----------------------------------------------------
>
>
>
>___________________________________________________________
>indomail - Your everyday mail - http://indomail.indo.net.id
>
>
>----------------------------------------------------
>
>----------------------------------------------------
>Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
>Hubungi Kami: http://www.iagi.or.id/contact
>----------------------------------------------------
>Iuran tahunan Rp.250.000,- (profesional) dan Rp.100.000,- (mahasiswa)
>Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
>Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
>No. Rek: 123 0085005314
>Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
>Bank BCA KCP. Manara Mulia
>No. Rekening: 255-1088580
>A/n: Shinta Damayanti
>----------------------------------------------------
>Subscribe: [email protected]
>Unsubscribe: [email protected]
>----------------------------------------------------
>DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information
>posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others.
>In no event shall IAGI or its members be liable for any, including but not
>limited
>to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever,
>resulting
>from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with
>the
>use of
>any information posted on IAGI mailing list.
>----------------------------------------------------
>
>----------------------------------------------------
>
>----------------------------------------------------
>Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
>Hubungi Kami: http://www.iagi.or.id/contact
>----------------------------------------------------
>Iuran tahunan Rp.250.000,- (profesional) dan Rp.100.000,- (mahasiswa)
>Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
>Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
>No. Rek: 123 0085005314
>Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
>Bank BCA KCP. Manara Mulia
>No. Rekening: 255-1088580
>A/n: Shinta Damayanti
>----------------------------------------------------
>Subscribe: [email protected]
>Unsubscribe: [email protected]
>----------------------------------------------------
>DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information
>posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others.
>In no event shall IAGI or its members be liable for any, including but
>not limited
>to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever,
>resulting
>from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with
>the use of
>any information posted on IAGI mailing list.
>----------------------------------------------------


----------------------------------------------------

----------------------------------------------------
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Hubungi Kami: http://www.iagi.or.id/contact
----------------------------------------------------
Iuran tahunan Rp.250.000,- (profesional) dan Rp.100.000,- (mahasiswa)
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
----------------------------------------------------
Subscribe: [email protected]
Unsubscribe: [email protected]
----------------------------------------------------
DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information
posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others.
In no event shall IAGI or its members be liable for any, including but not 
limited
to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting
from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the use 
of
any information posted on IAGI mailing list.
----------------------------------------------------

----------------------------------------------------

----------------------------------------------------
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Hubungi Kami: http://www.iagi.or.id/contact
----------------------------------------------------
Iuran tahunan Rp.250.000,- (profesional) dan Rp.100.000,- (mahasiswa)
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
----------------------------------------------------
Subscribe: [email protected]
Unsubscribe: [email protected]
----------------------------------------------------
DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information
posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others.
In no event shall IAGI or its members be liable for any, including but not 
limited
to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting
from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the use 
of
any information posted on IAGI mailing list.
----------------------------------------------------


----------------------------------------------------



----------------------------------------------------

Visit IAGI Website: http://iagi.or.id

Hubungi Kami: http://www.iagi.or.id/contact

----------------------------------------------------

Iuran tahunan Rp.250.000,- (profesional) dan Rp.100.000,- (mahasiswa)

Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:

Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta

No. Rek: 123 0085005314

Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)

Bank BCA KCP. Manara Mulia

No. Rekening: 255-1088580

A/n: Shinta Damayanti

----------------------------------------------------

Subscribe: [email protected]

Unsubscribe: [email protected]

----------------------------------------------------

DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information 

posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. 

In no event shall IAGI or its members be liable for any, including but not 
limited

to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting 

from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the use 
of 

any information posted on IAGI mailing list.

----------------------------------------------------

Kirim email ke