Ida arimurti
Wed, 21 Feb 2007 17:01:01 -0800
Ayo Renang
Memperkenalkan anak dengan air memang terkadang tidak mudah.
Rasa enggan basah atau takut seringkali kita temui pada si kecil.
Namun adapula anak-anak yang telah mengenal air justru menemukan
bahwa kegiatan ini sungguh menyenangkan. Dan dari banyak pengamatan
bisa disimpulkan, anak-anak sebenarnya sangat menyenangi air selain pasir.
Tinggal kemudian bagaimana orangtua melatih anak untuk terampil dalam air
atau berenang.
Bagaimana cara memulainya serta apakah yang harus diperhatikan?
Yuk, ajak anak bermain air sesuai dengan tahap usianya.
6 Bulan-1 Tahun
Bila Anda mulai berpikir untuk mengenalkan air di usia ini,
maka itu adalah tindakan pintar, karena si kecil sudah cukup umur untuk
berenang.
The American Association of Pediatrics merekomendasikan para orangtua untuk
mengikutsertakan anaknya dalam les berenang setelah ulang tahunnya yang
ke-4,
disaat anak telah berkembang dan mampu untuk belajar mengambang.
Sebelum itu pelajaran akan lebih fokus untuk melakukan permainan air,
dasar-dasar berenang, serta keselamatan di dalam air. Sejalan dengan
pertambahan usianya,
ajak anak untuk berpengalaman dan merasa nyaman di dalam air.
"Tanpa les anak akan menjadi tidak mahir, tetapi dengan mengikuti program
berenang maka anak akan menguasai keahlian renang yang akan berlangsung
selamanya,"
ujar Connie Harvey, pakar National Health and safety dari American Red
Cross.
Pelajaran:
a.. Ajak anak masuk ke dalam air, bukan belajar bagaimana berenang.
b.. Tunjukkan bagaimana mencipratkan air.
c.. Bernyanyi bersama sambil mengajaknya berkeliling kolam berenang.
d.. Atau memainkan mainan air.
Tips aman:
a.. Pastikan bayi selalu dalam rengkuhan Anda.
b.. Jangan merendamkan anak di bawah usia 3 tahun,
karena pada usia ini anak mampu meneguk banyak air dan dapat
menyebabkan masuknya zat-zat kimia dalam darahnya.
c.. Gunakan popok khusus untuk berenang.
d.. Jika kolam renang berada di rumah, pastikan bahwa si kecil tidak akan
mampu menjangkaunya.
2-3 Tahun
Pelajaran:
a.. Gunakan pelampung pada lengan atau perutnya, lalu ajak si kecil
untuk melakukan permainan air yang memungkinkan Ia menggerakan tangan
atau kakinya. Contoh, melempar bola lalu ajak Ia untuk mengambilnya.
a.. Tunjukan bagaimana membuat gelembung dalam air, sehingga anak belajar
untuk mendekatkan wajahnya ke air tanpa harus menyelam.
Tips aman:
a.. Meski memakai pelampung pastikan agar Anda tidak lengah, jangan
biarkan Anak bermain sendiri.
b.. Tetap pastikan anak tidak dapat menjangkau kolam sendiri.
c.. Ajarkan dan tekankan agar anak tidak pergi ke kolam tanpa orangtua.
d.. Jangan tinggalkan mainan apapun dalam kolam, karena dikhawatirkan anak
akan berusaha untuk mengambilnya.
4-5 Tahun
Pelajaran:
a.. Anak Anda telah siap untuk mengikuti kursus berenang.
b.. Anda dapat ikut serta dalam kelas pertamanya agar anak merasa nyaman.
c.. Mulai pelajaran dengan mengajarkan bagaimana menyelupkan kepala dan
tahan selama 5-10 hitungan.
d.. Coba meluncur tanpa asisten.
e.. Gerakan tangan dan kaki ketika berenang.
f.. Serta memberitahukan bagaimana cara mengambang dalam air.
Tips aman:
a.. Meski tidak harus selalu memeganginya, namun pastikan pelatih selalu
siap meraihnya bila terjadi apa-apa.
b.. Bersabarlah, jangan paksa anak pada satu aktivitas bila ia belum siap.
c.. Jangan mengharapkan orang akan mengawasi anak, meski lifeguard.
d.. Tidak semua anak mau membiarkan wajahnya terkena air, latihlah dengan
membiasakan di bawah shower ketika mandi.
6 tahun ke atas
Pelajaran:
a.. Pada usia ini anak sudah mampu menahan nafas lebih lama di dalam air,
berenang, serta meraih benda di bawah kolam.
b.. Anak telah mampu untuk melompat dari daratan ke dalam air.
c.. Anda sudah dapat mengajarkan berbagai gaya renang, seperti gaya dada
dan gaya punggung.
d.. Latihlah untuk memperjauh jarak renangnya sedikit demi sedikit.
Tips aman:
a.. Tetaplah mengawasi anak meski Anda tidak harus berenang bersamanya.
Meski anak telah menguasai gerakan ia tetap bisa kelelahan.
b.. Tekankan bahwa anak diizinkan berenang hanya jika ada orang dewasa
yang mengawasi.
c.. Waspadai perbedaan berenang di kolam renang dan di pantai.
Pengawasan Anda sangat dibutuhkan bila anak berenang di alam.
d.. Pastikan anak menggunakan jaket pelampung ketika naik kapal atau
waterskiing,
meski Ia telah mahir berenang.
sumber : sahabat nestle
[Non-text portions of this message have been removed]