idakrisnashow  

Ida Arimurti DAUN PEPAYA DAN TEMULAWAK ANTI-DBD

Ida arimurti
Wed, 21 Feb 2007 17:05:09 -0800

Kompas, Jumat, 18 Februari 2005 

 

DAUN PEPAYA DAN TEMULAWAK ANTI-DBD 

 

SUATU hari, Maxentius Umbu Hina (37) alias Max membawa sebotol minuman
berwarna hijau untuk diberikan kepada kenalannya yang terjangkit demam
berdarah dengue (DBD). Sayang, istri dari temannya itu menolak. Max akhirnya
hanya menunggui saja temannya yang hanya beberapa jam kemudian meninggal.

 

Max pulang dengan sedih. Ramuan penyembuh DBD yang telah ia teliti sejak
1993 dan telah menyembuhkan beberapa tetangganya dari DBD sejak tahun 2001,
tidak dapat diterima temannya. 

 

Namun, Max tidak putus asa memberikan pertolongan pada penderita DBD.
"Meskipun masih sedikit orang yang minum ramuan ini, sejak 2001, jumlahnya
tidak lebih dari 100 orang," kata Max yang hanya memperkenalkan ramuan itu
pada teman-temannya.

 

Semua teman-temannya yang meminum ramuannya telah sembuh dalam waktu kurang
dari 24 jam. Itulah yang menyebabkannya terus memperkenalkan ramuan ini.

 

MINUMAN berwarna hijau pekat yang nyaris seperti air lumut itu, merupakan
perasan air daun pepaya, temulawak, meniran, dan gula merah.

 

Max yang alumni Teknologi Pangan dan Gizi, Universitas Bandung Raya, itu
sudah meneliti pepaya sejak 1993. Tahun 1994, dari hasil penelitiannya
tentang pepaya, ia membuka bisnis penyadapan getah pepaya di Boyolali, Jawa
Tengah.

 

Bergelut terus-menerus dengan pepaya menyebabkan ia tahu betul sifat- sifat
pepaya. Dari salah satu penelitiannya, ia menemukan bahwa enzim dalam getah
pepaya mampu merusak protein mikroba.

 

Jika protein sudah rusak, maka mikroba akan kehilangan fungsinya, lalu mati.
Enzim yang terkandung dalam pepaya adalah Peptidasi A, Peptidasi B, dan Cimo
Papaine.

 

Pada saat bersamaan, wabah DBD mulai muncul di berbagai tempat. Ia pun
langsung menghubung-hubungkan hasil penelitiannya dengan kebiasaan orang
Indonesia bagian timur yang biasa menyantap daun pepaya untuk menyembuhkan
malaria. Ia pun menduga bahwa pepaya bisa juga menyembuhkan DBD.

 

DBD disebabkan masuknya virus yang terdapat di air liur nyamuk Aedes
aegypti. Nyamuk ini senang hidup di air tergenang yang bersih. DBD dapat
menyebabkan kematian jika tidak segera diatasi.

 

Max melakukan penyempurnaan dalam penelitiannya. Enzim pepaya yang bisa
merusak protein mikroba, ia campurkan dengan temulawak atau kuning gede.
Temulawak bermanfaat untuk menstabilkan tekanan darah.

"Karena yang diserang adalah darah maka akan ada gangguan pada tekanan darah
dan harus ada yang bisa menstabilkannya," ujar Max.

Kondisi penderita DBD biasanya lemah karena hanya sedikit makanan dan
minuman yang mampu mereka konsumsi. Padahal untuk melawan serangan virus DBD
yang mengonsumsi darah, si pasien harus memproduksi darah lebih banyak.
Produksi dilakukan oleh hati dan itu membutuhkan energi yang sangat banyak.
Untuk meningkatkan energi dengan cepat, tubuh manusia membutuhkan glukosa
yang bisa diambil dari gula merah.

 

Max juga memberikan daun dan batang meniran sebagai agen pendeteksi serangan
virus. "Dalam meniran terdapat suatu zat yang bisa mendeteksi adanya
serangan virus. Informasi itu akan disampaikan pada antibodi untuk segera
mempersiapkan pertahanan, salah satunya dengan meningkatkan produksi darah,"
tutur Max.

 

Pembuatan ramuan ini tidaklah sulit. Pilihlah daun pepaya yang mengandung
banyak getah dan enzim perusak protein. Biasanya daun tersebut adalah daun
ketiga dari pucuk pohon pepaya.

 

Ambil tiga helai daun pepaya, lalu diblender, dan diperas. Perasan
dicampurkan dengan empat sendok tepung temulawak, gula merah, dan meniran.
"Semua bahan direbus, tetapi tidak boleh sampai mendidih agar enzim tidak
rusak," kata Max.

 

Ramuan ini sebaiknya diminumkan sesegera mungkin pada pasien sebanyak 250
mililiter. "Bagi bayi, sebaiknya ibunya yang meminum ramuan dan bayinya
menyerap enzim dari air susu ibunya," kata Max.

Ramuan ini tidak berbahaya dan tidak menimbulkan efek samping seperti
mengeraskan feses dan mengganggu pencernaan. Tetapi, perempuan hamil tidak
bisa meminumnya karena ramuan ini menyebabkan keguguran kandungan.

 

"Untuk penderita diabetes sebaiknya melakukan konsultasi pada dokter untuk
menstabilkan tekanan gula darahnya," kata Max.

 

Elita Estrela (25), pernah menggunakan ramuan ini pada tahun 2004, setelah
ia dirawat selama seminggu di Rumah Sakit Cibabat, Bandung.

Hari ketiga dirawat di rumah sakit, trombositnya tinggal sekitar 30.000 per
milimeter kubik darah. Saat itu, ibunya langsung mencari pertolongan lain.
"Kami mendapat informasi ramuan pepaya, temulawak, meniran, dan gula merah
bisa menyembuhkan," kata Elita. (Y09)

 



[Non-text portions of this message have been removed]

  • Ida Arimurti DAUN PEPAYA DAN TEMULAWAK ANTI-DBD Ida arimurti