idakrisnashow  

Ida Arimurti Banjir, Bencana Berlipat Untuk Perempuan

Ida arimurti
Wed, 21 Feb 2007 17:06:11 -0800

Banjir, Bencana Berlipat Untuk Perempuan

Jurnalis: Henny Irawati

 

Jurnalperempuan.com-Jakarta. Banjir belum selesai. Memang terkadang surut
tetapi hujan sebentar pun kembali mengundangnya datang. Dampak banjir pun
tak urung terus membuntuti. Berbagai penyakit, sebut saja diare, demam
berdarah, leptospirosis, sudah mulai memakan korban. Diperparah dengan lagi
naiknya harga bahan pokok, beras misalnya. Keadaan ini membuat situasi
masyarakat makin terpuruk, terlebih perempuan. ?Di saat masih dalam kondisi
yang traumatik, diserang berbagai penyakit, menyusui bayi, mengasuh anak,
mereka juga dibebani dengan keharusan memutar otak agar anggota keluarga
tetap bisa makan dan bertahan hidup. Sebab beras yang menjadi makanan pokok
kini sangat mahal,? tulis Sekretaris Jenderal Koalisi Perempuan Indonesia
Masruchah dalam pernyataan sikapnya seputar masalah melambungnya harga
sembako. 

 

KPI menilai, selain faktor alam, situasi ini dipicu oleh lambannya kinerja
pemerintah menanggulangi persoalan tersebut. Operasi pasar, yang membuat
masyarakat rela berdesakan demi mendapat pasar murah, tidak lebih dari
sebuah upaya penanganan yang ?sporadis, insidental, dan parsial.?
Penanggulangan ini model ini tidak mencerminkan bahwa pemerintah belajar
dari pengalaman sebelumnya, sekaligus memperkuat citra pemimpin yang ?tidak
responsif terhadap persoalan rakyat, khususnya rakyat miskin, perempuan, dan
anak-anak.? 

 

Dalam pernyataan tertulis itu, KPI mengungkapkan keprihatinannya akan
kondisi perempuan yang kerapkali menjadi korban, bukan saja oleh bencana
alam melainkan juga penanganan pemerintah yang lemah. Beberapa desakan
ditujukan kepada pemerintah, antara lain: 

 

1. Menuntut pemerintah untuk segera mengambil tindakan-tindakan konkret
terencana guna penanganan korban pasca banjir, tanpa mengabaikan aspek
kesehatan, kebutuhan pangan, keamanan dan kenyamanan kelompok masyarakat
rentan, khususnya perempuan, anak-anak, lansia dan penyandang cacat; 2.
Menuntut pemerintah di semua tingkatan dan wilayah agar merumuskan regulasi
secara menyeluruh dan berkesinambungan dalam mengantisipasi, menanggulangi
dan meminimalisasi dampak dari bencana baik yang disebabkan oleh faktor
manusia maupun alam; 3. Menuntut pemerintah untuk segera menurunkan harga
sembilan bahan pokok (sembako) yang melambung tinggi, yang mengakibatkan
rakyat sulit menempuh harga pasar dan menimbulkan kelaparan, kekurangan
makan, dan penyakit 4. Menuntut pemerintah untuk menindak tegas kepada para
spekulan atau penimbun sembako (beras) sehingga merugikan dan menyengsarakan
rakyat banyak 5. Meminta kepada pemerintah untuk meninjau ulang instruksi
Presiden No. 13/2005 tentang kebijakan perberasan karena patokan Bulog
membeli gabah dari petani yang sudah tidak sesuai lagi dengan keadaan saat
ini.*

 

 



[Non-text portions of this message have been removed]

  • Ida Arimurti Banjir, Bencana Berlipat Untuk Perempuan Ida arimurti