ganefi rachmaningsih
Thu, 22 Feb 2007 18:08:44 -0800
Sulit Hamil? Hindari Camilan
Jakarta, Wanita biasanya tak bisa luput dari yang namanya camilan.
Sambil nonton, ngobrol atau aktifitas lainnya, camilan adalah teman yang paling
setia. Tapi ada yang harus diwaspadai dari camilan. Anda sulit hamil? Mungkin
camilan-lah penyebabnya.
Drr. Jorge E. Chavarro beserta mahasiswanya dari Harvard School of Public
Health di Boston menemukan bahwa camilan atau makanan ringan punya hubungan
erat dengan kesuburan. Wanita yang doyan makan camilan biasanya tidak subur
karena di dalam camilan terdapat zat yang mempengaruhi kesuburan yang dinamakan
asam lemak.
Asam lemak ini bisa Anda dapatkan dari goreng-gorengan, snack, kue-kue ringan
dan camilan lainnya. Selain bikin wanita tak subur, asam lemak juga bisa
meningkatkan risiko penyakit jantung dan diabetes.
"Walaupun tak semua orang berusaha untuk segera hamil, akan jadi ide yang bagus
untuk menghindari camilan," ujar Jorge seperti dilansir dari reuters, Senin
(19/2/2007).
Asam lemak ini bisa mengganggu aktifitas sel penerima yang terlibat dalam
inflammantasi, metabolisme glukosa dan sensitifitas insulin. Untuk meneliti
lebih detil tentang masalah ini, para ahli menganalisa data dari 18.555 wanita
yang ingin sekali hamil.
Untuk setiap 2% peningkatan kalori dari asam lemak termasuk karbohidrat
berisiko mengganggu kesuburan hingga 73%. Dan angka ini akan berlipat ganda
ketika dalam makanan tersebut ditemukan zat lemak lainnya.
"Tak sulit untuk mendapatkan 4 gram asam lemak setiap hari. Ini adalah jumlah
yang sedikit dari asam lemak namun kami meneliti bahwa asam lemak tersebut puny
efek signifikan dalam ketidaksuburan," tandas Jorge.
Nah rupanya sedikit asam lemak saja bisa berakibat buruk bagi kesehatan Anda
terutama menghambat Anda untuk segera punya buah hati. Sebaiknya mulai sekarang
perhatikan camilan yang biasa dikonsumsi. Jika tak penting sekali sebaiknya
hindari.
---------------------------------
Sekarang dengan penyimpanan 1GB
http://id.mail.yahoo.com/
[Non-text portions of this message have been removed]