Rhiza S. Sadjad
Mon, 28 Dec 1998 21:36:13 -0500
Pak Agoeskanda adalah pejabat di Ditjendikti yang mengurus dikti.org dan dikti.pdk.go.id, Berikut ini adalah komentar beliau mengenai masalah ac.id yang ditulis di sela-sela kesibukannya: ---------- > From: Ditjen Pendidikan Tinggi <[EMAIL PROTECTED]> > To: [EMAIL PROTECTED] > Subject: [ptn-dikti] Re: Bingung (was Re:Domain ac-id.net) > Date: Tuesday, December 29, 1998 4:02 AM > Wah, rame dan membuat bingung nih Mau bener kok susah yaa >Maaf Bapak2, selama ini kami tidak pernah merasa ada masalah dengan domain. >Kini tahu2 kok ada keributan tentang domain di milis ini., jadinya >malah bikin bingung sebab tidak tahu ujung pangkalnya. >Apakah ada gunanya diperdebatkan dalam milis ini? Kalau tidak ada, >mohon polemik tentang domain dilajutkan di luar milis saja, setuju? >Terima kasih, > >sty. Maaf ya, saya malah kirim bahan kebingungan tambahan tapi ini bukan debat atau polemik Banyak yang punya masalah lho. Ada yang tidak mau tahu, ada yang mau tahu tapi susah Saya baru bisa tahu sekarang misteri yang saya cari jawabannya sejak sekian lama. >..... Secara kemestiannya sih level DIKTI (hallo pak >Agoeskanda, udah pulang dari "bertapa" belum?) >yang mengatur ini, yah ...Tapi DIKTI >malah sibuk sendiri dengan dikti.org dan pdk.go.id (yang >tersendat-sendat).. Kebetulan malam ini bisa ngacir dari Pusdiklat Bulan September lalu saya kena kritik pak Wahyu dari Bandung untuk urusan membingungkan ini (lihat bagian paling bawah). Pak Rhiza, Dikti bukannya sibuk sendiri, tapi bisanya cuma yang segitu-gitu saja. Maunya sih melayani semua Perguruan Tinggi (kalau mengatur sih ogah) tapi kemampuan sangat terbatas. Pak Rhiza, Pak Wahyu (dua-duanya) bagaimana kalau anda bertiga kirim saran untuk boss di Dikti dan bahan untuk dimuat di server Dikti untuk pelayanan buat semua rekan perguruan tinggi. >ada DUA rekan yang bernama Wahyu, yang >satu adalah pak Wahyu Purwoko dari mBandung, >dan satunya lagi pak Wahyu Kelik C. dari nDepok, >sedang kedua beliau ini sama-sama punya informasi >dan "concern" yang sama tentang pengembangan >Internet di lingkungan perguruan tinggi (masalah >seputar "domain ac.id"). Bagaimana pak Wahyu >dan pak Wahyu ? >1. Fihak DITJENDIKTI kayaknya tidak tahu menahu tentang > pengembangan domain ac.id atau pun ac-id.net, > atau bahkan sama sekali tidak peduli dengan masalah > domain-domain-an ini.... pokoknya Internet jalan...gitu > saja (pak Agoeskanda, betul nggak nih?). Bukan tidak peduli, tapi sangat awam dan tak mampu mengejarnya. Dikti perlu banyak bantuan agar bisa melayani dengan baik. Kalau terlibat sambil kurang pengetahuan, malah bikin tambah runyam. Pernyataan-pernyataan dan informasi soal domain ini saya akan "forward" ke boss di Dikti. Barangkali akan ada reaksi yang positif. > Mereka mungkin juga tidak memahami persoalannya, > acuh tak acuh saja, pokoknya Internet "jalan" ...... >4. Kalau mas Onno betul maunya ac.id dikasih ke ITB, > sedang mas Budi Rahardjo merasa tetap lebih baik > diurus oleh mas Bobby dari UI, ....... kenapa tidak > dikasih saja sama DIKTI biar mereka yang urus? > Atau malah jangan???? Please advise... (jangan-jangan > persoalannya bukan di situ.......). > Untuk paham persoalan kelihatannya jauh lebih susah dibandingkan dengan menjalankan internet. Katanya internet itu bebas birokrasi dan bebas dari "penguasa", tapi nyatanya ....... >Saya terus terang memang bingung betul.... >Wassalam, Rhiza > +Yth. Pengelola Dikti, + +Kenapa masih pake TLD .org ? Kan Anda badan pemerintah, mustinya pake Domain Name (ccTLD) +.or.id dooonk...... +Kalo alasannya Departemen P&K belum buat situs web, itu sih berarti menunjukkan bahwa +koordinasi inter departemen masih amburadul. +Saya coba akses ke dikti.pdk.go.id...... ternyata tidak ada lah itu tempat. +Saya coba akses juga ke http://www.pdk.go.id....ternyata servernya lagi down... atau memang down +terus? +Ditunggu commentnya. + +Sincerely, + +Wahyu Purwoko +Mahasiswa Tingkat Akhir FH Unpad +Pengamat Cyberlaw Indonesia Sebelum merespons komentar dan sarannya, lebih dahulu saya ingin mengemukakan bahwa terlibatnya dikti di internet disebabkan oleh alasan yang sangat pragmatis, yaitu networking jaringan kerja pendidikan tinggi. Saya lebih cenderung menyebut "terlibat" dibandingkan dengan "tampil" karena jaringan internet memungkinkan dikti mempunyai "virtual server" yang dapat diakses semua perguruan tinggi dengan biaya murah. Saya juga menyebut dikti.pdk.go.id atau dikti.org sebagai alamat server bukan alamat homepage. Apa yang anda saksikan adalah hasil dari upaya menerobos berbagai kendala (kita sama-sama tahu bahwa hal yang "lucu" dan amburadul adalah fakta kehidupan yang umum kita temui) dan dengan segala keterbatasan waktu dan tenaga, dan tentu saja biaya. Setelah berbulan-bulan mencoba memenuhi kriteria pelayanan, teknologi dan kriteria "legal", dengan tenaga dan waktu yang tersedia pada tahun lalu (saya baru ingat bahwa server virtual ini sudah berumur satu tahun), hasil maksimalnya sudah anda saksikan. Semua yang anda kritik dan sarankan mengingatkan apa yang diinginkan tahun yang lalu. Namun untuk memenuhinya harus diakui tidak mudah. Cukup banyak waktu yang sudah dihabiskan. +-----Original Message----- +From: Wahyu Purwoko <[EMAIL PROTECTED]> +To: Ditjen Pendidikan Tinggi <[EMAIL PROTECTED]> +Date: 19 September 1998 9:16 +Subject: Saran lagi + + +Yth. Pengelola Dikti, + +Moga-moga Anda belum bosan dengan kritik/saran/masukan dari saya... +Sebenarnya saya punya pertanyaan, ternyata http://www.dikti.pdk.go.id bisa diakses dengan baik +(benar kata Anda saya luput www-nya, soalnya saya kira sub-domain Anda flat hirarkinya), tapi +kenapa http://www.pdk.go.id nggak? Apakah servernya beda? Padahal Anda kan hanya sub-domain +(SD) dari SLD pdk? +Wah kacau nih pdk, kan lucu kelihatannya kalau sub-domainnya bisa diakses, tapi SLD-nya sendiri +malah nggak bisa (Jadi ingat Unpad). Pendapat kita sama ! http://www.dikti.pdk.go.id diperoleh sebagai hasil kunjungan ke markas pdk.go.id dan saat itu kebetulan jumpa dengan seorang rekan dari BPPT yang menangani SD & SLD. +Oya kenapa dikti.org? Kenapa nggak dikti.or.id aja sekalian, kalau alasannya biar bisa diakses 24 +jam sehari 7 hari seminggu, kan sama aja. Daripada bayar dollar maintenance Domain Name ke +InterNIC kan mending sumbang devisa rupiah ke IDNIC.. bener nggak? Ayo donk, mana spirit +nasionalismenya..... Asasnya : organisasi pemerintah adalah go.id Tatatertibnya : ada pdk yang merupakan organisasi pusat dua hal ini membuat saya mati langkah (ada juga tawaran menggunakan ac.id) +Cari alamat Anda juga susah bener, kalo nggak tau alamat pastinya... +Kalau boleh saya usul, tambah line META CONTENT dan META KEYWORD donk.. biar search +engine gampang nyarinya, udah saya check sourcenya, kedua META tagging itu nggak ada. Pada uraian awal sudah dikemukakan bahwa sampai saat ini saya cenderung menyebut dikti.pdk.go.id sebagai server untuk networking PTN. Jadi "belum siap" untuk memprolamirkan diri sebagai homepage +Kebetulan aja saya tau alamat dikti.org Anda dari salah satu dosen saya +Oya satu lagi, koq dari situs web Anda tidak ada akses route ke situs web pdk? Ini bikin situs web +Anda seolah-olah berdiri sendiri alias bukan bagian integral dari pdk. Servernya sering down jadi saya ragu untuk memasang link. Nanti bikin kesan tidak baik Menurut anda sebaiknya dipasang atau tidak? +Site Content-nya bagus (walaupun masih ada yang link-nya yang broken), + +yang mana ? tolong kasih tahu +akses d/l-nya cepat, memang menurut saya yang penting isi (Content is the King), bukan tampilan +yang neko-neko, waktu akses situs Anda jauh lebih cepat daripada http://www.bkpm.go.id (yang +sudah saya coba untuk jelajahi). Ini yang menjadi pusat perhatian saya (walaupun ..... atau barangkali terpaksa ... tidak 100% domestik). Saya mengharapkan agar rekan-rekan di pelosok nusantara yang ISP nya kurang cepat bisa mendapat informasi tanpa didahului oleh rasa bosan menunggu. Akses pada halaman khusus sudah sangat menggembirakan. Dari Banda Aceh sampai Jayapura dan Manokwari sudah aktif. Lebih surprise lagi, PTN di Singaraja dan Gorontalo pun sudah dapat merespons info/pengumuman dari server dikti dengan cepat. Bila ada data/info dari PTN yang perlu dikirim ke Dikti, email yang masuk biasanya antara 10 s/d 30 MB per hari. Ingin tahu yang belum aktif kominikasi dengan email ? Ada 4 lagi dan salah satunya adalah Unpad Kalau sempat, tolong baca http://www.dikti.pdk.go.id/networking.html -- STOP-LANGGANAN: 'unsubscribe' ke: [EMAIL PROTECTED] START-LANGGANAN: 'subscribe' ke: [EMAIL PROTECTED]