indo-dating  

Re: ID :: Fwd: [News] USAHA GROUP BAKRIE UNTUK BERKELIT DARI LUMPUR LAPINDO

Sandy S
Thu, 30 Nov 2006 10:41:43 -0800

sapa takut?

----- Original Message ----
From: naesa <[EMAIL PROTECTED]>
To: Indo-Dating@yahoogroups.com
Sent: Thursday, November 30, 2006 10:02:53 AM
Subject: Re: ID :: Fwd: [News] USAHA GROUP BAKRIE UNTUK BERKELIT DARI LUMPUR 
LAPINDO









  


    
            



Kayaknya sandi ini, suka bermain2 dengan lumpur.... 
gmana kl ngadain mud party, pasti seru tuh........

 

 


  ----- Original Message ----- 

  From: 
  Sandy S 
  

  To: Indo-Dating@ yahoogroups. com 
  

  Sent: Wednesday, November 29, 2006 4:52 
  PM

  Subject: Re: ID :: Fwd: [News] USAHA 
  GROUP BAKRIE UNTUK BERKELIT DARI LUMPUR LAPINDO

  


  
  
  

  Bukan 
  hanya lumpur, di pusat bumi ada magma cair yg bersuhu tinggi, sebagian 
muncrat 
  lewat gunung berapi seperti yg di gunung merapi yg lalu. Di bawah toll sadang 
  - cileunyi ada sungai purba, saat musim kemarau kemaren airnya surut, lantas 
  jalan toll ambles. Kalo di  lokasi itu di bor ratusan meter ampe ke 
  sungai purba itu, bisa jadi akan muncrat air bercampur lumpur, seperti 
  kejadian di kalimantan minggu lalu.
Di semarang juga ada sumur artesis yg 
  memuncratkan air bening, sekarang di tempat itu dibangun pabrik air mineral 
  ber merek Spring.
Di lokasi pengeboran lapindo di porong, ternyata ada 
  gugus gunung berapi purba di bawahnya. Makanya lumpurnya bersuhu tinggi dan 
  mengandung belerang seperti magma gunung berapi. Di daerah jawa tengah sdh 
  lama terjadi semburan lumpur seperti yg di porong ini, tapi tdk terlalu 
besar, 
  dan masih dalam satu gugus gunung purba dgn yg di porong.
Kejadian di 
  porong bukan hal aneh dlm dunia geologi, cuma besarnya debit semburan yg 
  sampai saat ini terhebat di dunia. Dalam hal ini, lapindo ketiban apesnya. 
  Namanya bisnis kan ada resikonya.
Org Indonesia tidak kalah pinter kok dgn 
  bule dlm ekplorasi minyak. Bule2 itu juga sering dapat lumpur waktu nyari 
  minyak. Kalo yg nongol lumpur, yah... hrs gali lubang tutup lubang, ampe 
  ketemu minyak.


  ----- 
  Original Message ----
From: Budi Sigit <[EMAIL PROTECTED] com>
To: 
  Indo-Dating@ yahoogroups. com
Sent: Wednesday, November 29, 2006 
  12:42:24 PM
Subject: Re: ID :: Fwd: [News] USAHA GROUP BAKRIE UNTUK 
  BERKELIT DARI LUMPUR LAPINDO


  
  Gak ada sejarahnya di negeri ini seorang berani dengan lantang dan ksatria 
  membela rakyat dan ketertindasan, yang ada adalah berani dengan cepat berlari 
  sekencang kencangnya untuk bersembunyi dan melempar bebannya kepada pihak 
lain 
  (mengambing hitamkan faktor lain "alam dsbnya").Tragedi baru lagi juga adanya 
  pembatasan kuota minyak tanah,siapa yang diuntungkan siapa 
  yang meneka dan yang jelas adalah rakyat kembali 
  menderita,sengsara. ......,kapan pemegang kebijakan negara ini melek mata dan 
  hatinya..... masih kita ingat setahun yang lalu berapa persen kenaikan harga 
  bbm....inilah skenario kecil  dari mega skenario yang akan mencekik 
  rakyat.

Zack LEE <[EMAIL PROTECTED] com> wrote: 

  
    
    LUSI di IndoDating juga ada tuh hehe...:)

ngomongin lumpur, 
    ternyata ga cuma di sidoarjo aja
di sumatera juga ada (kalo ga salah) 
    denger berita
dan ga tau juga kenapa ada lumpur dibawah perut bumi ini 
    ya?

udah gitu pihak pengebor Indonesia pada belum ngerti 
    kali,
bisanya cuma ngebor lumpur, bukan minyak, pantes aja
pengeboran 
    minyak diserahkan ke pihak asing

menurut gw kalo gw jadi Ical, gw 
    juga pasti akan berbuat yang sama
bukan apa2 sbg pengusaha tentu dong ga 
    mau rugi, mesti cari cara
untuk membuang kerugian ke tempat lain dan 
    bayar advokat (ahli hukum)
untuk coba mengelak dari kewajiban 
    hukum

wajar2 aja sih.. apalagi gw juga bukan warga sidoarjo
atau 
    bupati sidoarjo, apalagi gubernur jatim, jadi bodo amat..
kalo gw pejabat 
    daerah pasti gw bakalan rewel ama Ical
supaya kebagian 
    kompensasi..

itu juga yang forward berita, dapet apa loe..??
dapet 
    memek dari Lapindo?.... huahaahaahaahaa. ......

Zack LEE

On 
    11/29/06, Abuzali <[EMAIL PROTECTED] com> wrote:
>
>
> Dari 
    berita kemarin, sudah confirmed oleh BEJ bahwa penjualannya telah 
    dibatalkan.
>
> Ngomong2, lumpur Lapindo telah dicoba untuk 
    diperhalus dengan diplesetkan menjadi LUSI alias Lumpur Sidoarjo. 
    Seolah-olah lumpur ini sudah given di Sidoarjo karena bencana alam. Tapi 
    sebagian pihak menambahkan plesetan itu menjadi LUSIALAN, singkatan dari 
    Lumpur Sidoarjo Akibat Lapindo.
>
> Rgrds
> Abu (bukan 
    Lumpur he.. he...)
>
>
> Lukman Hanafi <[EMAIL PROTECTED] 
    com> wrote:
>
>
>
>
> 
    <
>
> [NEWS]
>
> USAHA GROUP BAKRIE UNTUK 
    BERKELIT DARI LUMPUR LAPINDO
>
> Secara diam-diam ternyata saham 
    PT Lapindo Brantas (salah satu perusahaan dari Group Bakrie) telah dijual 
    oleh Group Bakrie kepada Freehold Group yang berkedudukan di British Virgin 
    Island, yang setelah diselidiki ternyata Freehold Group ini tidak lebih 
    seperti perusahaan "makelar" yang masih belum jelas kepemilikannya. 
Freehold 
    Group memiliki fokus usaha membeli perusahaan dengan harga murah kemudian 
    memperbaiki kinerja usahanya lalu dijual kembali (Data : Kompas, 
    17-18/11/06) . Adalah sangat mengherankan, bahwa Lapindo Brantas yang 
sedang 
    bermasalah di Porong - Sidoarjo, Jawa Timur ini tiba-tiba dijual 
    kepemilikannya, padahal untuk menyelesaikan semua permasalahan (termasuk 
    ganti rugi kepada Pemerintah - PLN - PGN - Jasa Marga, Masyarakat, Para 
    Pengusaha baik skala kecil - menengah - besar, dll.) yang ditimbulkan oleh 
    Lapindo Brantas bisa menghabiskan biaya yang luar biasa besar, yang 
    jumlahnya jauh melampaui aset perusahaan PT. Lapindo Brantas itu 
    sendiri.
>
> Sampai detik ini Lapindo belum melakukan ganti rugi 
    yang sebenarnya dan nyata (hanya sebatas perundingan- perundingan saja), 
    bantuan yang telah diberikan oleh Lapindo baru kepada masyarakat saja, dan 
    bantuan itupun merupakan bantuan "ala-kadarnya" , bukan penggantian 
    kerugian. Bayangkan saja berapa jumlah yang harus dikeluarkan Lapindo untuk 
    mengganti kerugian : kerusakan jalan tol, kerugian PLN, jalur KA yang 
rusak, 
    kerugian masyarakat yang rumah dan harta bendanya habis terendam lumpur, 
    kerugian perusahaan-perusaha an yang pabrik-pabrik (berikut mesin-mesinnya) 
    dan gudang-gudangnya (berikut bahan baku, produk jadi) habis pula terendam 
    lumpur, kerugian karena tidak berproduksi, belum lagi nasib buruh-buruh 
    pabrik yang terpaksa tidak dapat mencari nafkah akibat rendaman lumpur 
    Lapindo ini, dan sekarang ini masih ditambah lagi kerugian dari Perusahaan 
    Gas Negara yang pipa gasnya meledak akibat tekanan dari lumpur Lapindo ini, 
    bahkan telah menyebabkan korban jiwa 7 orang tewas dan 4 orang lagi hilang 
    terlelan lumpur panas, yang tentu saja nilainya tidak bisa dinominalkan 
    dengan uang.
>
> Jadi adalah aneh jika ada perusahaan (yang 
    katanya) asing ini, telah membeli Lapindo diatas semua "kerugian" yang luar 
    biasa ini. Yang mengherankan pula sampai saat ini belum ada jajaran 
    komisaris atau pemilik Lapindo / Group Bakrie ini yang dimintai 
pertanggung- 
    jawabannya, hanya sampai level manager saja yang saat ini dijadikan 
    tersangka oleh pihak Kepolisian. Bukan rahasia lagi jika keengganan Group 
    Bakrie untuk mengganti seluruh kerugian yang ditimbulkannya, dikarenakan 
    pemilik utama Group Bakrie yaitu Aburizal Bakrie adalah salah satu Menteri 
    di jajaran Pemerintahan saat ini.
>
> Beberapa reporter media 
    elektronik yang langsung menyelidiki ke British Virgin Island, mensinyalir 
    bahwa kepemilikan Freehold Group ini masih berkaitan dengan Group Bakrie. 
    Banyak pihak yang mencurigai bahwa transaksi penjualan Lapindo ini, adalah 
    salah satu upaya Group Bakrie untuk berkelit atau membebaskan diri dari 
    masalah Lumpur Lapindo ini. Walaupun ada pihak dari Group Bakrie yang 
    menyatakan akan tetap memperhatikan masalah lumpur Lapindo ini, namun 
    beberapa lembaga terutama yang berkaitan dengan Lingkungan Hidup 
    mensinyalir, bahwa ini semua adalah bagian dari skenario besar atau dengan 
    kata lain ini semua adalah "akal-akalan" atau "cara-cara busuk" dari Group 
    Bakrie untuk menyiasati pertanggung- jawabanya untuk kemudian melarikan 
diri 
    dari permasalahan ini, terutama permasalahan penggantian kerugian yang 
    jumlahnya luar biasa sangat besar ini.
>
> Pertanyaannya 
    sederhana, jika Group Bakrie memang memiliki itikad jujur yang baik dan 
    ingin bertanggung- jawab penuh atas perbuatannya, mengapa Group Bakrie 
    tiba-tiba menjual saham PT. Lapindo Brantas? Jelas ini ada udang di balik 
    batu.
> Mungkin secara hukum perdagangan yang terdapat dalam KUHD, 
    terdapat celah hukum yang ingin digunakan oleh Group Bakrie untuk melarikan 
    diri dari permasalahan ini dengan melempar tanggung-jawabnya kepada 
Freehold 
    Group yang masih tidak jelas siapa pemilik-pemilik sesungguhnya. Tapi 
    sebenarnya tidak demikian dengan permasalahan Lumpur Lapindo ini, ini bukan 
    masalah bisnis melainkan tindak pidana kelalaian, karena apa yang telah 
    diperbuat oleh Lapindo Brantas adalah perbuatan yang telah merusak dan 
    mencemari lingkungan dan menimbulkan kerugian yang sangat besar bagi semua 
    pihak. Semenjak kejadian semburan lumpur panas ini, ada pihak-pihak yang 
    diduga dari Lapindo sendiri, yang berusaha menebar isu-isu ke tengah 
    masyarakat, dengan mengisukan bahwa semburan lumpur ini terjadi karena 
    disebabkan Tsunami yang terjadi sebelumnya di Bantul Yogyakarta, sehingga 
    menyebabkan daerah patahan pada lapisan bumi yang akan dibor oleh PT. 
    Lapindo Brantas. Hal ini dimaksudkan untuk menutupi kelalaian yang telah 
    diperbuat oleh PT. Lapindo Brantas, dengan melemparkan penyebab terjadinya 
    bencana semburan lumpur ini kepada hal lain.
>
> Dalam 
    Undang-Undang No. 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup (UU 
    PLH) Pasal 41 Ayat (1) menyatakan : "Barangsiapa yang melawan hukum dengan 
    sengaja melakukan perbuatan yang mengakibatkan pencemaran dan/atau 
perusakan 
    lingkungan hidup, diancam dengan pidana penjara paling lama sepuluh tahun 
    dan denda paling banyak lima ratus juta rupiah." Selanjutnya dinyatakan 
pula 
    : "Barangsiapa yang karena kealpaannya melakukan perbuatan yang 
    mengakibatkan pencemaran dan/atau perusakan lingkungan hidup, diancam 
dengan 
    pidana penjara paling lama tiga tahun dan denda paling banyak seratus juta 
    rupiah."
> Dari sini jelas dimaksudkan, bahwa Siapa Yang Berbuat, Dia 
    Yang Harus Bertanggung- jawab.
>
> Sekalipun Pemerintah 
    mengambil alih penanganan lumpur Lapindo ini, namun pemilik lama/penyebab 
    bencana PT. Lapindo Brantas yaitu Group Bakrie tetap harus bertanggung- 
    jawab penuh membiayai seluruh penanganan bencana ini (misalanya : biaya 
    personil TNI/SAR, biaya pengangkutan, biaya alat-alat berat, dll.), dan 
    Group Bakrie tetap harus bertanggung- jawab penuh dalam penggantian 
kerugian 
    yang diderita oleh semua pihak yang telah dirugikan. Tidak bisa dan tidak 
    dibenarkan jika Pemerintah mengeluarkan dana yang merupakan uang rakyat, 
    untuk menangani kelalaian yang diperbuat oleh Lapindo (Group 
    Bakrie).
>
> Yang jelas dan dapat dilihat sampai saat ini, 
    pemerintah (Kepolisian) masih enggan untuk mengambil langkah-langkah tegas 
    terhadap dewan komisaris (Group Bakrie) sebagai pemilik dari PT. Lapindo 
    Brantas, yang oleh masyarakat menilai sudah barang tentu disebabkan faktor 
    kekuasaan, yaitu karena pemilik utama Group Bakrie adalah Aburizal Bakrie, 
    seorang Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat di jajaran pemerintahan 
    saat ini. Sungguh ironis.
>
> ************ ********* ********* 
    **
> ____________ _________ _________ __
Everyone is raving about 
    the all-new Yahoo! Mail beta.
>
>
>
> ____________ 
    _________ _________ __
Everyone is raving about the all-new Yahoo! Mail 
    beta. 
>
>




  

  
  Cheap Talk? Check out Yahoo! Messenger's low PC-to-Phone 
  call rates.
  







  


  
  


  
No virus found in this incoming message.
Checked by AVG Free 
  Edition.
Version: 7.5.430 / Virus Database: 268.14.19/556 - Release Date: 
  11/28/2006 3:22 PM


    
  

    
    




<!--

#ygrp-mlmsg {font-size:13px;font-family:arial,helvetica,clean,sans-serif;}
#ygrp-mlmsg table {font-size:inherit;font:100%;}
#ygrp-mlmsg select, input, textarea {font:99% arial,helvetica,clean,sans-serif;}
#ygrp-mlmsg pre, code {font:115% monospace;}
#ygrp-mlmsg * {line-height:1.22em;}
#ygrp-text{
font-family:Georgia;
}
#ygrp-text p{
margin:0 0 1em 0;
}
#ygrp-tpmsgs{
font-family:Arial;
clear:both;
}
#ygrp-vitnav{
padding-top:10px;
font-family:Verdana;
font-size:77%;
margin:0;
}
#ygrp-vitnav a{
padding:0 1px;
}
#ygrp-actbar{
clear:both;
margin:25px 0;
white-space:nowrap;
color:#666;
text-align:right;
}
#ygrp-actbar .left{
float:left;
white-space:nowrap;
}
.bld{font-weight:bold;}
#ygrp-grft{
font-family:Verdana;
font-size:77%;
padding:15px 0;
}
#ygrp-ft{
font-family:verdana;
font-size:77%;
border-top:1px solid #666;
padding:5px 0;
}
#ygrp-mlmsg #logo{
padding-bottom:10px;
}

#ygrp-vital{
background-color:#e0ecee;
margin-bottom:20px;
padding:2px 0 8px 8px;
}
#ygrp-vital #vithd{
font-size:77%;
font-family:Verdana;
font-weight:bold;
color:#333;
text-transform:uppercase;
}
#ygrp-vital ul{
padding:0;
margin:2px 0;
}
#ygrp-vital ul li{
list-style-type:none;
clear:both;
border:1px solid #e0ecee;
}
#ygrp-vital ul li .ct{
font-weight:bold;
color:#ff7900;
float:right;
width:2em;
text-align:right;
padding-right:.5em;
}
#ygrp-vital ul li .cat{
font-weight:bold;
}
#ygrp-vital a {
text-decoration:none;
}

#ygrp-vital a:hover{
text-decoration:underline;
}

#ygrp-sponsor #hd{
color:#999;
font-size:77%;
}
#ygrp-sponsor #ov{
padding:6px 13px;
background-color:#e0ecee;
margin-bottom:20px;
}
#ygrp-sponsor #ov ul{
padding:0 0 0 8px;
margin:0;
}
#ygrp-sponsor #ov li{
list-style-type:square;
padding:6px 0;
font-size:77%;
}
#ygrp-sponsor #ov li a{
text-decoration:none;
font-size:130%;
}
#ygrp-sponsor #nc {
background-color:#eee;
margin-bottom:20px;
padding:0 8px;
}
#ygrp-sponsor .ad{
padding:8px 0;
}
#ygrp-sponsor .ad #hd1{
font-family:Arial;
font-weight:bold;
color:#628c2a;
font-size:100%;
line-height:122%;
}
#ygrp-sponsor .ad a{
text-decoration:none;
}
#ygrp-sponsor .ad a:hover{
text-decoration:underline;
}
#ygrp-sponsor .ad p{
margin:0;
}
o {font-size:0;}
.MsoNormal {
margin:0 0 0 0;
}
#ygrp-text tt{
font-size:120%;
}
blockquote{margin:0 0 0 4px;}
.replbq {margin:4;}
-->








 
____________________________________________________________________________________
Do you Yahoo!?
Everyone is raving about the all-new Yahoo! Mail beta.
http://new.mail.yahoo.com
  • Re: ID :: Fwd: [News] USAHA GROUP BAKRIE UNTUK BERKELIT DARI LUMPUR LAPINDO Sandy S