miss nami
Fri, 01 Dec 2006 16:01:51 -0800
~*~FORWARDED EMAIL~*~
3 lawan 1 dalam semalam Hallo para netter, aku akan menceritakan
pengalamanku menjadi seorang gigolo, cerita ini tidak dibuat-buat, cerita ini
benar-benar terjadi.
Namaku dedi, umur 24 tahun. Aku seorang gigolo di kota Bandung. Aku akan
menceritakan pengalamanku melayani sekaligus 4 pelangganku dalam semalam. Aku
menggeluti profesi ini sudah 4 tahun, dan sejak itu aku mempunyai pelanggan
tetap namanya Tante Mira (bukan nama asli), dia seorang janda tidak mempunyai
anak, tinggal di Bandung, orangnya cantik, putih, payudaranya besar walaupun
sudah kendor sedikit, dia keturunan tionghoa. Dia seorang yang kaya, memiliki
beberapa perusahaan di Bandung dan Jakarta, dan memeiliki saham di sebuah hotel
berbintang di Bandung.
Sabtu pukul 7 pagi, HP-ku berbunyi dan terdengar suara seorang wanita, dan
kulihat ternyata nomor HP Tante Mira.
"Hallo Sayang.. lagi ngapain nich.. udah bangun?" katanya.
"Oh Tante.. ada apa nich, tumben nelpon pagi-pagi?" kataku.
"Kamu nanti sore ada acara nggak?" katanya.
"Nggak ada Tante.. emang mo ke mana Tante?" tanyaku.
"Nggak, nanti sore anter Tante ke puncak yach sama relasi Tante, bisa khan?"
katanya.
"Bisa tante.. aku siap kok?" jawabku.
"Oke deh Say.. nanti sore Tante jemput kamu di tempatmu", katanya.
"Oke.. Tante", balasku, dengan itu juga pembicaraan di HP terputus dan aku pun
beranjak ke kamar mandi untuk mandi.
Sore jam 5, aku sudah siap-siap dan berpakaian rapi karena Tante Mira akan
membawa teman relasinya. Selang beberapa menit sebuah mobil mercy new eye
warnah hitam berkaca gelap berhenti di depan rumahku. Ternyata itu mobil Tante
Mira, langsung aku keluar menghampiri mobil itu sesudah aku mengunci seluruh
pintu rumah dan jendela.
Aku pun langsung masuk ke dalam mobil itu duduk di jok belakang, setelah masuk
mobil pun bergerak maju menuju tujuan. Di dalam mobil, aku diperkenalkan kepada
dua cewek relasinya oleh tante, gila mereka cantik-cantik walaupun umur mereka
sudah 40 tahun, namanya Tante Lisa umurnya 41 tahun kulitnya putih, payudaranya
besar, dia merupakan istri seorang pengusaha kaya di Jakarta dan Tante Meri 39
tahun, payudaranya juga besar, kulitnya putih, juga seorang istri pengusaha di
Jakarta. Mereka adalah relasi bisnis Tante Mira dari Jakarta yang sedang
melakukan bisnis di Bandung, dan diajak oleh Tante Mira refreshing ke villanya
di kawasan Puncak. Keduanya keturunan Tionghoa.
Di dalam mobil, kami pun terlibat obralan ngalor-ngidul, dan mereka diberitahu
bahwa aku ini seorang gigolo langganannya dan mereka juga mengatakan ingin
mencoba kehebatanku.
Selang beberapa menit obrolan pun berhenti, dan kulihat Tante Lisa yang duduk
di sebelahku, di sofa belakang, tangannya mulai nakal meraba-raba paha dan
selangkanganku. Aku mengerti maksudnya, kugeser dudukku dan berdekatan dengan
Tante Lisa, lalu tangan Tante Lisa, meremas batang kemaluanku dari balik
celana. Dengan inisatifku sendiri, aku membuka reitsleting celana panjangku dan
mengeluarkan batang kemaluanku yang sudah tegak berdiri dan besar itu. Tante
Lisa kaget dan matanya melotot ketika melihat batang kemaluanku besar dan sudah
membengkak itu. Tante Lisa langsung bicara kepadaku, "Wow.. Ded, kontol kamu
gede amat, punya suamiku aja kalah besar sama punya kamu.." katanya.
"Masa sich Tante", kataku sambil tanganku meremas-remas payudaranya dari luar
bajunya.
"Iya.. boleh minta nggak, Tante pengen ngerasain kontol kamu ini sambil
kontolku dikocok-kocok dan diremas-remas, lalu dibelai mesra?" katanya.
"Boleh aja.. kapan pun Tante mau, pasti Dedi kasih", kataku yang langsung
disambut Tante Lisa dengan membungkukkan badannya lalu batang kemaluanku
dijilat-jilat dan dimasukakkan ke dalam mulutnya, dengan rakusnya batang
kemaluanku masuk semua ke dalam mulutnya sambil disedot-sedot dan
dikocok-kocok.
Tante Meri yang duduk di jok depan sesekali menelan air liurnya dan tertawa
kecil melihat batang kemaluanku yang sedang asyik dinikmati oleh Tante Lisa.
Tnganku mulai membuka beberapa kancing baju Tante Lisa dan mengeluarkan kedua
payudaranya yang besar itu dari balik BH-nya. lalu kuremas-remas.
"Tante.. susu tante besar sekali.. boleh Dedi minta?" tanyaku.
Tante Lisa hanya mengangguk-anggukkan kepalanya, lalu tanganku mulai
meremas-remas payudaranya. Tangan kiriku mulai turun ke bawah selangkangannya,
dan aku mengelus-ngelus paha yang putih mulus itu lalu naik ke atas
selangkangannya, dari balik CD-nya jariku masuk ke dalam liang kewanitaannya.
Saat jariku masuk, mata Tante Lisa merem melek dan medesah kenikmatan, "Akhhh..
akhhhh.. akhhh.. terus sayang.."
Beberapa jam kemudian, aku sudah tidak tahan mau keluar.
"Tante... Dedi mau keluar nich.." kataku.
"Keluarain di mulut Tante aja", katanya.
Selang beberapa menit, "Crooot.. crooot.. crottt.." air maniku keluar, muncrat
di dalam mulut Tante Lisa, lalu Tante Lisa menyapu bersih seluruh air maniku.
Kemudian aku pun merobah posisi. Kini aku yang membungkukkan badanku, dan mulai
menyingkap rok dan melepaskan CD warna hitam yang dipakainya. Setelah CD-nya
terlepas, aku mulai mencium dan menjilat liang kewanitaannya yang sudah basah
itu. Aku masih terus memainkan liang kewanitaannya sambil tanganku dimasukkan
ke liang senggamanya dan tangan kiriku meremas-remas payudara yang kiri dan
kanan.
Sepuluh menit kemudian, aku merubah posisi. Kini Tante Lisa kupangku dan
kuarahkan batang kemaluanku masuk ke dalam liang senggamanya, "Blesss..
belssss." batang kemaluanku masuk ke dalam liang kewanitaannya, dan Tante Lisa
menggelinjang kenikmatan, ku naik-turunkan pinggul Tante Lisa, dan batang
kemaluanku keluar masuk dengan leluasa di liang kewanitaannya.
Satu jam kemudian, kami berdua sudah tidak kuat menahan orgasme, kemudian
kucabut batang kemaluanku dari liang kewanitaannya, lalu kusuruh Tante Lisa
untuk mengocok dan melumat batang kemaluanku dan akhirnya, "Crooot.. crott..
croottt.." air maniku muncrat di dalam mulut Tante Lisa. Seketika itu juga kami
berdua terkulai lemas. Kemudian aku pun tertidur di dalam mobil.
sesampainya di villa Tante Mira sekitar jam 8 malam. Lalu mobil masuk ke dalam
pekarangan villa. Kami berempat keluar dari mobil. Tante Mira memanggil penjaga
villa, lalu menyuruhnya untuk pulang dan disuruhnya besok sore kembali lagi.
kami berempat pun masuk ke dalam villa, karena lelah dalam perjalanan aku
langsung menuju kamar tidur yang biasa kutempati saat aku diajak ke villa Tante
Mira. Begitu aku masuk ke dalam kamar dan hendak tidur-tiduran, aku terkejut
ketika ke 3 tante itu masuk ke dalam kamarku dalam keadaan telanjang bulat
tanpa sehelain benang pun yang menempel di tubuhnya. Kemudian mereka naik ke
atas tempat tidurku dan mendorongku untuk tiduran, lalu mereka berhasil
melucuti pakaianku hingga bugil. Batang kemaluanku diserang oleh Tante Meri dan
Tante Mira, sedangkan Tante Lisa kusuruh dia mengangkang di atas wajahku, lalu
mulai menjilati dan menciumi liang kewanitaan Tante Lisa.
Dengan ganasnya mereka berdua secara bergantian menjilati, menyedot dan
mengocok batang kemaluanku, hingga aku kewalahan dan merasakan nikmat yang luar
biasa. Kemudian kulihat Tante Meri sedang mengatur posisi mengangkang di
selangkanganku dan mengarahkan batang kemaluanku ke liang kewanitaannya,
"Blesss.. bleeesss.." batang kemaluanku masuk ke dalam liang kewanitaan Tante
Meri, lalu Tante Meri menaik turunkan pinggulnya dan aku merasakan liang
kewanitaan yang hangat dan sudah basah itu. Aku terus menjilat-jilat dan
sesekali memasukkan jariku ke dalam liang kewanitaan Tante Lisa, sedangakan
Tante Mira meremas-remas payudara Tante Meri.
Beberapa jam kemudian, Tante Meri sudah orgasme dan Tante Meri terkulai lemas
dan langsung menjatuhkan tubuhnya di sebelahku sambil mencium pipiku. Kini
giliran Tante Mira yang naik di selangkanganku dan mulai memasukan batang
kemaluanku yang masih tegak berdiri ke liang senggamanya, "Bleesss.. bleesss.."
batang kemaluanku pun masuk ke dalam liang kewanitaan Tante Mira. Sama seperti
Tante Meri, pinggul Tante Mira dinaik-turunkan dan diputar-putar.
Setengah jam kemudian, Tante Mira sudah mencapai puncak orgasme juga dan dia
terkulai lemas juga, langsung kucabut batang kemaluanku dari liang kewanitaan
Tante Mira, lalu kusuruh Tante Lisa untuk berdiri sebentar, dan aku mengajaknya
untuk duduk di atas meja rias yang ada di kamar itu, lalu kubuka lebar-lebar
kedua pahanya dan kuarahkan batang kemaluanku ke liang kewanitaannya, "Blesss..
.bleeess.." batang kemaluanku masuk ke dalam liang kewanitaan Tante Lisa.
Kukocok-kocok maju mundur batang kemaluanku di dalam liang kewanitaan Tante
Lisa, dan terdengar desahan hebat, "Akhhh.. akhhh.. akhhh.. terus sayang..
enak.." Aku terus mengocok senjataku, selang beberapa menit aku mengubah
posisi, kusuruh dia membungkuk dengan gaya doggy style lalu kumasukan batang
kemaluanku dari arah belakang. "Akhhh.. akhhh.." terdengar lagi desahan Tante
Lisa. Aku tidak peduli dengan desahan-desahannya, aku terus mengocok-ngocok
batang kemaluanku di liang kewanitaannya sambil tanganku
meremas-remas kedua buah dada yang besar putih yang bergoyang-goyang
menggantung itu.
Aku merasakan liang kewanitaan Tante Lisa basah dan ternyata Tante Lisa sudah
keluar. Aku merubah posisi, kini Tante Lisa kusuruh tiduran di lantai, di atas
karpet dan kubuka lebar-lebar pahanya dan kuangkat kedua kakinya lalu
kumasukkan batang kemaluanku ke dalam liang kewanitaannya, "Blesss.. blessss..
blessss.." batang kemaluanku masuk dan mulai bekerja kembali mengocok-ngocok di
dalam liang kewanitaannya. Selang beberapa menit, aku sudah tidak tahan lagi,
lalu kutanya ke Tante Lisa, "Tante, aku mau keluar nich.. di dalam apa di
luar?" tanyaku.
"Di dalam aja Sayang.." pintanya.
Kemudian, "Crottt.. crooottt.. croottt.." air maniku muncrat di dalam liang
kewanitaan Tante Lisa, kemudian aku jatuh terkulai lemas menindih tubuh Tante
Lisa sedangkan kejantananku masih manancap dengan perkasanya di dalam liang
kewanitaannya.
Kami berempat pun tidur di kamarku, keesokan harinya kami berempat melakukan
hal yang sama di depan TV dekat perapian, di kamar mandi, maupun di dapur.
---------------------------------
Everyone is raving about the all-new Yahoo! Mail beta.