indo-marxist  

[indo-marxist] Tak Puas Dengan UMK Jawa Timur 2007, Ratusan Buruh Demo Gubernur.

togasidauruk
Fri, 15 Dec 2006 00:30:17 -0800

Tak Puas Dengan UMK Jatim 2007, Ratusan Buruh Demo Gubernur
<http://www.pustakalewi.net/detail.asp?section=rubrikberitadetail&rubrik\
beritamingguanid=606>
Kamis, 14 Desember 2006



PustakaLewi.Net - Ratusan buruh dari Surabaya, Gresik, Malang, Sidoarjo
dan Pasuruan yang mengatasnamakan diri mereka sebagai Aliansi Buruh Jawa
Timur Menggugat (ABM) Rabu (13/12), memenuhi Jl Pahlawan, depan kantor
Gubernur Jatim. Mereka datang untuk meminta revisi SK Gubernur tentang
Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) 2007 yang telah ditetapkan pada 8
Desember 2006 lalu.

Para buruh menganggap UMK tersebut tidak aspiratif dan tidak layak untuk
kehidupan para buruh. Salah satunya adalah UMK Surabaya yang hanya
sebesar Rp 746 ribu, menurut ABM, tidak sesuai dengan Kebutuhan Hidup
Layak (KHL).

Ada empat tuntutan yang dibawa buruh kali ini. Pertama, tentunya menolak
SK Gubernur mengenai UMK 2007 tersebut. Kemudian, buruh juga menolak
hasil survei Dewan Pengupahan dan menuntut dilakukan survei ulang yang
benar-benar sesuai dengan peraturan.

"Kami menolak SK Gubernur tentang upah 2007. Kedua, kami menolak hasil
survei Dewan Pengupahan karena kami melihat sendiri bahwa hasil survei
itu jauh dari standar kebutuhan hidup layak dan sesuai aturan Permenaker
No 17/ 2005. Ketiga, kami menuntut dilakukan survei ulang yang sesuai
dengan aturan menteri," tandas salah satu koordinator aksi Damean.

Tidak hanya itu, akibat kecewa terhadap hasil survei KHL yang dilakukan
Dewan Pengupahan maka buruh pun menyatakan menolak Keppres No 107/ 2004
tentang Dewan Pengupahan. "Dewan Pengupahan yang duduk di tiap kota/
kabupaten, terutama Surabaya, kami menilai ilegal. Ini sendiri pernah
diakui oleh Ismail Nawawi sebagai Kepala Dewan Pengupahan dan Kepala
Disnaker bahwa SK Walikota untuk Dewan Pengupahan itu tidak ada," tambah
Damean.

Sama seperti aksi pada tahun lalu, protes atas UMK kali ini pun
dikonsentrasikan di kantor Gubernur. Padahal, saat menetapkan UMK 2007,
Imam Utomo telah menyatakan agar ketidaksesuaian soal UMK hendaknya
disampaikan pada Walikota atau Bupati daerah setempat. Sebab, kata Imam,
tugasnya hanya menerima kemudian menetapkan UMK yang diputuskan oleh
Walikota atau Bupati.

Namun, pernyataan Imam tersebut ditentang oleh Damean. Menurutnya,
sebagai Gubernur Jatim tentu Imam Utomo tidak bisa lepas tangan begitu
saja mengenai UMK. "Imam Utomo tidak bisa lepas tangan begitu saja
karena dia yang bertanggung jawab terhadap kehidupan buruh di Jawa
Timur," tegas Damean.

Damean kemudian membeberkan fakta bahwa Imam Utomo ikut andil mengubah
UMK Malang menjadi lebih rendah. Dewan Pengupahan dan Walikota Malang,
kata Damean, sebetulnya telah mengusulkan UMK sebesar Rp 770 ribu.
Namun, Imam Utomo menilai besaran tersebut tidak layak sehingga kemudian
memanggil Walikota dan Bupati. Saat itu, Imam menyatakan bahwa semua UMK
daerah di Jatim harus menyesuaikan di bawah Surabaya.

"Ini adalah hal yang sangat tidak logis dan rasional dilakukan oleh
seorang Gubernur," tandas Damean.

Tekad buruh menolak UMK Jatim 2007 tampaknya sudah sangat bulat. Jika
aksi hari ini belum mendapat tanggapan dari Gubernur, Damean menyatakan
akan menggelar aksi lanjuta. "Ini adalah aksi kami yang pertama, tapi
bukan yang terakhir. Kami akan semakin besar, semakin besar untuk
meminta transparansi kinerja Dewan Pengupahan dan Imam Utomo sebagai
Gubernur."

Akibat aksi demo ini, kepolisian memutuskan untuk menutup total Jl
Pahlawan. Petugas juga membuat pagar betis di bawah terowongan rel KA
untuk mencegah para buruh mendekati kantor Gubernur. Para pengendara
dari Jl Veteran dibelokkan ke Jl Kebonrojo dan Jl Semut Indah.
Akibatnya, arus lalu lintas di sekitar Jl Raya Bubutan dan Jl Raya
Veteran terpantau sangat padat. (vie)


Sumber berita : www.pustakalewi.net <http://www.pustakalewi.net/>
  • [indo-marxist] Tak Puas Dengan UMK Jawa Timur 2007, Ratusan Buruh Demo Gubernur. togasidauruk