indogitar  

[indogitar] Fwd: [indiejazz] Reportase Pertemuan KJK ke-23 (310306) - Pt.2

sistanto purnomo
Wed, 05 Apr 2006 19:53:44 -0700


Kemayoranjass kemayoranjass <[EMAIL PROTECTED]> wrote:  To: [EMAIL PROTECTED], 
[EMAIL PROTECTED],
[EMAIL PROTECTED]
From: Kemayoranjass kemayoranjass <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Sun, 2 Apr 2006 22:56:47 -0700 (PDT)
Subject: [indiejazz] Reportase Pertemuan KJK ke-23 (310306) - Pt.2

  Lepas penampilan 3in1 yang memukau dengan empat komposisi post bop-nya, 
audiens langsung dihajar lagi dengan salah satu genre awal di jazz: swing 
dengan format big band. Kali ini grup dengan personel sekitar 16an orang (empat 
trumpet, lima saxophone, satu klarinet, tiga trombone, satu flute, dan tiga 
orang di rhythm section, satu kameramen, dan beberapa orang supporter) 
menggoyang pertemuan bulanan KJK ke-23 di Gambir Expo PRJ tanggal 31 Maret 
lalu. Big band bernama Van Alloy ini berpersonel para alumni ITB yang 
sebelumnya pernah bergabung dalam marching band kampus terkenal di Bandung 
tersebut. Jadi biar udah pada lulus, masing-masing udah jadi kuli pabrik 
(begitu mereka menyebut profesi mereka), tapi mereka keep on swinging!! 
T.O.P.B.G.T!!!!
   
  Warna swing yang kental lewat komposisi klasik macam How High The Moon hingga 
My Favorite Things (diambil dan diolah ulang oleh John Coltrane dari soundtrack 
film legendaris Sound of Music), hingga komposisi bossa nova terkenal karya 
Antonio Carlos Jobim, Garota de Ipanema (alias Girl From Ipanema, yang kemudian 
diplesetin dengan gaya Jogja yang agak garing serta jayuz, tapi lumayan laaaah, 
menjadi Gadis dari Garut) dibawakan dengan mantap oleh teman-teman Van Alloy. 
Big band yang pernah tampil di pertemuan KJK ke-19 ini bermain cukup apik dan 
santai. Para KJKers turut melebur keasyikkan dalam irama swing yang tercipta 
dari big band ini (termasuk Dik Doank yang malam itu ikut hadir dan mengajak 
teman-teman KJK ikut dalam kampanye untuk pendidikan anak Indonesia. Tenang 
Dik, KJK support you penuh lah!). Padahal banyak personelnya (termasuk 
konduktor serta trumpetis andalannya) yang gak bisa ikutan manggung malam itu. 
Antara lain karena sakit juga sedang memanfaatkan
 harpitnas dengan pulang kampung bersama keluarga :p
   
  "Gue suka pas big band... gimana gitu... suasananya beda aja," tulis Imel 
(huaaah... akhirnya dateng juga neh si centik ke acara KJK) yang dikutip dari 
postingannya yang dikirim ke milis KJK setelah acara. Bisa jadi semua yang 
hadir setuju dengan pendapat Imel. Entah dari tampilan berpersonel banyaknya, 
atau dari warna musiknya, mungkin juga karena gaya personelnya yang nyantai, 
yang pasti atmosfir yang diciptakan Van Alloy memang berbeda dari para penampil 
sebelumnya. Gaya entertainer big band yang terakhir tampil di Festival Big band 
ITB awal Maret lalu memang membuat suasana begitu joyful, apalagi ditambah 
dengan tampilan DVD profil mereka yang diputar saat mereka sedang bersiap-siap 
(maklum, selain nyiapin instrumen musik, mereka juga kudu bawa kursi lipat 
sendiri ke panggung). Seru!!!
   
  Akhirnya showcase mencapai penampil terakhir, tak lain dan tak bukan 
teman-teman dari Komunitas Musik Serpong yang ikutan meramaikan pertemuan KJK 
malam itu. Grup yang menjadi perwakilan komunitas tersebut dinamakan Jazzmatic, 
sebuah grup berformat sextet (gitar, bass, drum, kibor, trumpet, saxophone). 
Bila Van Alloy menawarkan atmosfir swingin' nan nyantai, maka grup yang 
personelnya kebanyakan berdomisili di BSD ini langsung menggebrak dengan 
komposisi berbasis blues 16-bar yang dibalut dengan nuansa funky begitu kental, 
sehingga atmosfir yang tercipta begitu fun dan groovy hingga membuat seluruh 
anggota badan otomatis ikut bergoyang. 
   
  Jazzmatic juga tak kalah menghibur dengan penampil2 sebelumnya. Pararel 
dengan warna musik yang diusungnya, para personelnya pun tampil begitu 
menghibur. Tiap kali mendapat giliran solo, tiap personelnya akan menyajikan 
berbagai teknik serta nuansa improvisasi yang khas. Apalagi bila giliran sang 
gitaris, maka audiens akan ikut larut dalam groove yang diberikannya, plus 
sunggingan senyum karena melihat gayanya yang begitu atraktif. Bermodal gitar 
fender stratocaster hitam-putih dengan sedikit efek dan permainan tremolo, sang 
gitaris meluncur cepat, dinamis, dengan merambah berbagai modes serta scale 
yang nikmat di telinga. Semua ditampilkannya dengan stage act menarik seakan 
doi sedang berasyik-masyuk, pacaran dengan gitar kesayangannya, dunia hanya 
milik ia dan gitarnya, yang lain cuma ngekos. Perfekto guys!
   
  Sudah habis? Weits, ntar dulu jack! Masih ada jam session! Para KJKers yang 
datang banyak juga para musisi jazz muda yang handal, macam gitaris dan 
komposer muda Ricky Lionardi, contra basis bermasa depan cerah Joshua Arifin, 
para personel Tomorrow People Ensemble (Nikita, Indra, Adra, Zulham), gitaris 
swing muda Frankie Sirait, maestronya afro-cuban jazz di Indonesia Rio Moreno, 
drumer jazz mainstream Hendrawan, drumer jazz all-round dahsyat Taufan Iswandi, 
dan masih banyak lagi. Kalo sudah begini, ya mereka haruslah turut menyumbang 
ke panggung untuk berjam session. Dimulai dengan formasi Rio Moreno (piano), 
Nikita (gitar), Joshua (contra bass), dan Zulham (drum), membawakan karya 
klasik tiga komposer jagoan: Mercer, Kosma, dan Prevert lalu dipopulerkan 
pertama kali oleh penyanyi legendaris Nat 'King' Cole. Komposisi yang aslinya 
berwarna swing ballad ini, malam itu dikerjain abis jadi komposisi dengan 
nuansa afro-cuban yang kental.
   
  Setelah itu berturut-turut Ricky Lionardi, produsernya album jazz yang 
menampilkan para musisi muda jazz Indonesia: Jazz Masa Kini, ikut naik mengisi 
segmen jam session tersebut. Para personel Tomorrow People Ensemble pun gak mau 
kalah, mereka langsung menggeber pertemuan KJK-23 ini dengan aya mereka yang 
khas. Keren mampus prens! 

Setelah dilihat-lihat, ternyata segmen jam session ini seperti sebuah preview 
awal terhadap suasana Pertemuan KJK ke-24 bulan depan. Apa pasal? Kemungkinan 
besar mereka-mereka ini akan ikut menyumbang sebagai band-band yang tampil 
meramaikan Pertemuan KJK-24 yang juga merupakan perayaan ulang tahun Komunitas 
Jazz Kemayoran ke-2 (sekitar akhir April, tanggal pasti akan segera dikasih 
tahu lah). Yang pasti agenda acara, durasi acara, hingga ragam penampilnya akan 
jauh lebih istimewa ketimbang petemuan rutin bulanan (gile, yang rutin aja udah 
keren, apalagi kalo acara ultahnya yak... ck ck ck).
   
  Oke prens, see you next month at KJK's 24th Monthly Gathering!
    
---------------------------------
  Talk is cheap. Use Yahoo! Messenger to make PC-to-Phone calls. Great rates 
starting at 1¢/min. 

  SPONSORED LINKS 
        Jazz shoes   Jazz shoes   Jazz guitar     Jazz music   Jazz bass   Jazz 
    
---------------------------------
  YAHOO! GROUPS LINKS 

    
    Visit your group "indiejazz" on the web.
    
    To unsubscribe from this group, send an email to:
 [EMAIL PROTECTED]
    
    Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service. 

    
---------------------------------
  



                
---------------------------------
Yahoo! Messenger with Voice. Make PC-to-Phone Calls to the US (and 30+ 
countries) for 2¢/min or less.

[Non-text portions of this message have been removed]






REKOMENDASI MILIS:
http://groups.yahoo.com/group/hatihatilah
http://groups.yahoo.com/group/relasimania
http://groups.yahoo.com/group/ebookmaniak
http://groups.yahoo.com/group/agromania
http://groups.yahoo.com/group/katasibijak
http://groups.yahoo.com/group/agromania
http://groups.yahoo.com/group/indogitar
http://groups.yahoo.com/group/sukasukamu
http://groups.yahoo.com/group/indowanted
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/indogitar/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



  • [indogitar] Fwd: [indiejazz] Reportase Pertemuan KJK ke-23 (310306) - Pt.2 sistanto purnomo